Pimpinan MPR Kunjungi PKS Siang ini, Bahas Amandemen Konstitusi
KANALSUMATERA.com - Pimpinan Majelis Permusyawaratan Perwakikan ( MPR) akan berkunjung ke Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) di Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2019). Juru Bicara PKS Ahmad Fathul Bari mengatakan, kunjungan ini dalam rangka melanjutkan safari kebangsaan pimpinan MPR ke sejumlah partai. "Pimpinan MPR rencananya akan tiba di Kantor DPP PKS dan akan menemui Presiden PKS Sohibul Iman beserta jajaran pimpinan DPP PKS pada pukul 12.00 WIB," ujar Fathul dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan Senin "Sesuai informasi dari pihak MPR RI, pimpinan MPR yang akan hadir dalam pertemuan tersebut ada empat orang, yakni Ketua MPR Bambang Soesatyo, serta tiga Wakil Ketua MPR, yakni Ahmad Muzani, Arsul Sani, dan Hidayat Nur Wahid," ucap Fathul. Wacana Perubahan Masa Jabatan Presiden di Tengah Rencana Amendemen UUD 1945 Adapun agenda pertemuan antara kedua pihak yaitu menjaring pendapat partai soal wacana amandemen konstitusi. "Dalam hal ini PKS terkait dengan wacana amandemen konstitusi," ucap Fathul. Sebelumnya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, silaturahim kebangsaan MPR ke sejumlah partai politik terkait rencana amendemen UUD 1945 masih akan terus berlanjut. Sebab, hingga saat ini belum disepakati apa yang diamendemen dalam konstitusi. "Karena dari beberapa bulan saya menjadi ketua MPR, ada lima wacana yang berkembang. Pertama perubahan terbatas amendemen, kedua penyempurnaan," Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019).
"Ketiga perubahan menyeluruh, keempat kembali ke UUD yang asli dan yang kelima tidak perlu amandemen. Kan gitu,. Demi menentukan rencana amendemen itu, MPR RI terus menjaring aspirasi publik Lagi pula, meskipun amendemen sudah menjadi wacana publik, nyatanya hingga saat ini belum ada fraksi di MPR RI yang mengusulkan amendemen UUD 1945. "Karena sampai saat ini pun kita belum menerima adanya usulan daripada yang ingin mengubah UU atau amendemen. Belum ada satupun," ucap dia. PKS Usulkan Amendemen UUD 1945 Terkait Putusan MPR Bambang menyampaikan, tujuan MPR menggelar safari ke tiap parpol adalah untuk meyakinkan sepuluh pimpinan MPR, apakah konstitusi perlu diamendemen atau tidak. Pimpinan MPR beberapa hari yang lalu melakukan silaturahim kebangsaan ke Kantor DPP PAN dan Partai Nasdem terkait rencana amandemen terbatas UUD 1945. Berdasarkan silaturahim kebangsaan tersebut, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, PAN mendukung wacana amandemen terbatas UUD 1945 untuk menghidupkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Sementara itu, Nasdem menyatakan, setuju amandemen UUD 1945 secara menyeluruh. Adapun, menurut Bambang, masih ada tiga parpol yang belum sejalan dengan wacana amendemen terbatas UUD 1945, yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, dan PKS. Ketiga partai tersebut berpandangan rencana menghidupkan kembali GBHN tidak perlu dilakukan melalui amendemen terbatas, melainkan cukup diatur dalam undang-undang baru
