Brutal! Seorang Pria di Sydney Tinju dan Injak Kepala Wanita Hamil

Mawardi Tombang
Jumat, 22 November 2019 15:25:25
ilustrasi

SYDNEY, KANALSUMATERA.com - Seorang pria di Sydney, Australia, ditangkap setelah meninju dan menginjak kepala seorang wanita yang hamil besar. Dewan Federasi Islam Australia (AFIC) menyebut insiden itu sebagai serangan 'Islamofobia' karena korban yang berhijab diserang secara tiba-tiba tanpa ada provokasi apapun.

Seperti dilansir AFP, Jumat (22/11/2019), serangan brutal itu terjadi di sebuah kafe di Sydney pada Rabu (20/11) waktu setempat. Rekaman kamera keamanan atau CCTV menunjukkan seorang pria berjalan mendekati meja yang ditempati tiga wanita berhijab yang sedang asyik mengobrol.

Rekaman CCTV menunjukkan pria berperawakan tinggi itu awalnya mengobrol biasa dengan tiga wanita tersebut. Namun tiba-tiba, tanpa ada provokasi apapun, pria itu memukul kepala salah satu wanita tersebut.

Pria itu beberapa kali meninju bagian kepala korban, hingga korban ambruk ke lantai dan pria itu kemudian menginjak kepala korban, sebelum akhirnya beberapa orang yang ada di kafe menarik pria tersebut menjauhi korban.

Kepolisian setempat menyatakan bahwa pria yang berusia 43 tahun itu yang tidak disebut namanya, telah ditangkap. Dia dijerat dakwaan penyerangan yang menyebabkan cedera tubuh. Otoritas setempat tidak memberlakukan jaminan untuk pria itu, yang artinya dia tetap ditahan selama penyelidikan berlanjut.

Baca: Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas Kasus Batu Bara, Habiburokhman:

Korban yang berusia 31 tahun, disebut oleh polisi setempat, sedang hamil 38 minggu saat serangan terjadi. Identitas korban tidak diungkap ke publik. Pihak kepolisian hanya menyebut korban dilarikan ke rumah sakit usai insiden itu dan kini telah diperbolehkan pulang.

"Jika bukan karena tindakan berani dari anggota masyarakat ini dalam menghentikan serangan, korban sangat mungkin menderita luka-luka yang jauh lebih serius," ucap Inspektur Polisi Luka Sywenkyj dari kepolisian setempat.

Pihak kepolisian setempat menolak untuk mengomentari soal dugaan motif pelaku penyerangan. Namun polisi membuka kemungkinan untuk menjeratkan dakwaan tambahan terhadap pelaku.

Dalam pernyataan terpisah, Dewan Federasi Islam Australia (AFIC) yang merupakan asosiasi Islam terkemuka di Australia menyebut pelaku sempat terdengar 'meneriakkan ujaran kebencian anti-Islam kepada korban dan teman-temannya'.

"Ini jelas merupakan serangan rasis dan Islamofobia dan kami mengharapkannya untuk ditangani sepantasnya," tegas Presiden AFIC, Rateb Jneid, dalam pernyataannya.

Baca: Hendry Munief Apresiasi Kinerja Kementerian UMKM 2025, Penyaluran KUR Capai 94,4 Persen

Diketahui bahwa laporan terbaru dari para peneliti pada Charles Sturt University menyatakan bahwa Islamofobia di Australia merupakan 'fenomena berkelanjutan' dan wanita-wanita yang memakai hijab berada dalam bahaya. Dari 113 wanita yang melapor menjadi korban intimidasi atau dilecehkan secara fisik, para peneliti mendapati bahwa 96 persen di antaranya memakai hijab.

(RiauGreen.com)

Terkait
Kemenag Uji Coba Sistem Gaji Terintegrasi, Update Data Pegawai Jadi Kunci: Juni Uji Coba
Kemenag Uji Coba Sistem Gaji Terintegrasi, Update Data Pegawai Jadi Kunci: Juni Uji Coba
Komisi IV Soroti Overkapasitas Kapal di Pelabuhan Muara
Guru Besar IPB Desak Dapur MBG Lebih Banyak Dikelola UM
Pulihkan Pangan Nasional, Petani di Daerah Bencana Suma
Lainnya
Adanya Pejabat Inhu Tidak Netral, Syahrul Aidi Minta Hakim MK Jadikan Pertimbangan
Adanya Pejabat Inhu Tidak Netral, Syahrul Aidi Minta Hakim MK Jadikan Pertimbangan
Tunjang Ekonomi Perdesaan Pasca Covid-19, Menkeu Naikka
Ditetapkan Jadi Anggota DPRD Medan, Habiburrahman Ingin
Waww.., Jokowi Restui WNA Duduki Jabatan di Direksi BUM
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Olahraga
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Wabup Misharti Resmi Buka Camat Cup I Kampar Kiri, Diik
PSPS Pekanbaru Perkuat Lini Belakang, Datangkan Dua Kip
Nasional
BGN Raih Opini WTP dari BPK, Laporan Keuangan Era Dadan Hindayana Dipuji DPR
BGN Raih Opini WTP dari BPK, Laporan Keuangan Era Dadan Hindayana Dipuji DPR
Mendagri Akan Bedah APBD Daerah yang Klaim Tak Mampu Ba
Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf d
Politik
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak
Hukum
Pemprov Riau dan Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan di Rohul-Kampar, Fokus Penyelesaian Konflik Agraria
Pemprov Riau dan Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan di Rohul-Kampar, Fokus Penyelesaian Konflik Agraria
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Lap
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek