Stok Beras Aman, Firman Soebagyo Ingatkan Potensi Anomali Cuaca Ganggu Distribusi jelang Ramadhan

Mawardi Tombang Amar
Jumat, 13 Februari 2026 17:19:16
Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI di Gudang Bulog Trihajo, Wates, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (12/2/2026). Foto: DPR.go.id

KANALSUMATERA.com - Jogjakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyatakan stok beras nasional dalam kondisi aman, khususnya menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri. Walau aman, beliau mengingatkan pemerintah untuk selalu waspada dengan semua perubahan, terutama potensi anomali cuaca.

Hal itu ia sampaikan setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) Komisi IV ke gudang Perum Bulog di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meski demikian, terangnya, Komisi IV DPR mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi anomali cuaca yang dapat memicu banjir, mengganggu distribusi, dan meningkatkan risiko gagal panen.

Dalam kunjungan lapangan ke gudang Bulog di wilayah DIY, ia mengatakan kapasitas penyimpanan terpantau terisi dan pasokan relatif terjaga. Pun, ia menyebut hasil peninjauan selaras dengan laporan pemerintah terkait posisi cadangan beras nasional.

“Kami dari Komisi IV memberikan apresiasi kepada pemerintah. Sesuai laporan Menteri Pertanian dan Bulog, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,32 juta ton. Ini merupakan angka tertinggi dalam sejarah dan menjadi modal penting menghadapi kebutuhan menjelang Ramadan dan Lebaran,” kata Firman kepada Parlementaria usai agenda Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI di Gudang Bulog Trihajo, Wates, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (12/2/2026).

Sebagai informasi, wilayah DIY yang ditopang sentra pertanian seperti Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan Gunungkidul memiliki pasokan kuat, baik tingkat regional dan nasional. Terbukti, data resmi pemerintah mencatat posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog sampai akhir 2025 bahkan diperkirakan mencapai lebih dari 3 juta ton, tingkat tertinggi sejak era kemerdekaan Indonesia tanpa kontribusi impor besar-besaran.

Baca: Menteri Jumhur Soroti Tanggung Jawab Negara Besar Pulihkan Lingkungan di Forum BRICS

Estimasi stok beras nasional secara keseluruhan mencapai sekitar 12,5 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi hingga beberapa bulan ke depan. Maka dari itu, ia menekankan perlunya langkah mitigasi risiko cuaca ekstrem dalam beberapa pekan ke depan. Sebab, jika tidak ditangani, potensi hujan lebat dan banjir bisa berdampak langsung pada jalur distribusi pangan dan akses transportasi.

“Yang perlu diantisipasi adalah kemungkinan anomali cuaca menjelang Ramadan. Kalau terjadi banjir dan akses jalan terganggu, distribusi akan terhambat dan itu bisa memengaruhi harga di lapangan,” ujarnya.

Selain distribusi pangan, Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga menyoroti dampak lanjutan terhadap produksi. Sebab, berdasarkan pengamatannya, banjir yang terjadi di wilayah pertanian berisiko menyebabkan gagal panen dan penurunan produksi, sehingga dapat menyulitkan penyerapan gabah oleh Bulog pada periode pasca-Lebaran.

Mengakhiri pernyataan, dari hasil sidak di DIY ini, ia menilai tidak ditemukan persoalan krusial terkait ketersediaan stok. Meski begitu, dirinya menegaskan catatan kewaspadaan terhadap faktor cuaca dan distribusi akan menjadi perhatian Komisi IV DPR RI dalam pembahasan kebijakan pangan nasional ke depan, khususnya untuk memastikan pasokan tetap aman hingga Idulfitri. (mt/ksc)

Terkait
Wabup Kampar Dorong PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Wabup Kampar Dorong PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Kejagung Periksa 16 Saksi, Penyidikan Dugaan Korupsi MB
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan
Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Tangkap Pelu
Lainnya
Anak Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean ke Polisi
Anak Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean ke Polisi
Cinta tak Direstui Orang Tua Kekasih, Pemuda di Tapung
Geger, Seorang Wanita Tewas Terbakar di Kamar Kosnya di
Ini Manfaat Makan Telur Setiap Hari saat Sarapan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hukum
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegi
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Bengkalis
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik