Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI untuk Suku Dayak Disesuaikan, Panglima Tindak Lanjuti

Kanama
Minggu, 30 Agustus 2026 20:30:20

KANALSUMATERA.com - Jakarta — Presiden Prabowo Subianto meminta agar proses perekrutan masyarakat Suku Dayak pedalaman menjadi prajurit TNI mendapat perhatian khusus. Arahan tersebut kini ditindaklanjuti Mabes TNI dengan mengevaluasi sekaligus menyesuaikan sejumlah persyaratan penerimaan prajurit. Minggu (30/08/2026).

Pembahasan mengenai rekrutmen masyarakat Dayak menjadi salah satu agenda yang dibicarakan Prabowo bersama jajaran pimpinan TNI dan sejumlah menteri dalam pertemuan di Hambalang, Sabtu (29/08/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan, Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara serta Sekretaris Kabinet.

Baca: Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Turun Jadi 55,1 Persen

Salah satu fokus pembahasan adalah perkembangan penyesuaian persyaratan bagi masyarakat Suku Dayak pedalaman yang memiliki keinginan untuk mengabdi sebagai prajurit TNI.

Persyaratan Rekrutmen Jadi Sorotan

Baca: Pakar Usul Nama RUU Perampasan Aset Diubah, DPR Diminta Perkuat Perlindungan Hak Rakyat

Arahan Presiden Prabowo berkaitan dengan aspirasi masyarakat Dayak yang sebelumnya disampaikan Panglima Jilah ketika bertemu dengan Presiden di Istana Merdeka.

Dalam aspirasi tersebut, masyarakat Dayak meminta adanya penyesuaian terhadap sejumlah ketentuan rekrutmen TNI-Polri agar kondisi adat dan kehidupan masyarakat setempat dapat turut dipertimbangkan.

Salah satu persoalan yang mencuat adalah aturan mengenai tato yang dalam sebagian masyarakat adat Dayak memiliki makna budaya tertentu. "Keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan kembali, misalnya penggunaan tato bagi suku adat," demikian keterangan yang disampaikan Sekretaris Kabinet terkait pembahasan tersebut.

Baca: Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah, Penguatan Antikorupsi Dinilai Harus Jadi Agenda Utama

Pemerintah kemudian mulai mengevaluasi ketentuan tersebut agar kesempatan masyarakat Dayak untuk mengikuti proses seleksi prajurit tetap terbuka dengan mempertimbangkan karakteristik masyarakat adat.

TNI Siapkan Tindak Lanjut

Baca: Mendagri Akan Bedah APBD Daerah yang Klaim Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Mabes TNI menyatakan arahan Presiden akan ditindaklanjuti. Penyesuaian persyaratan diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat Dayak pedalaman yang ingin berkarier di lingkungan TNI.

Kebijakan tersebut bukan sekadar menyangkut proses penerimaan prajurit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan pengabdian kepada negara bagi masyarakat dari berbagai wilayah dan latar belakang.

Pembahasan di Hambalang juga tidak hanya berkaitan dengan rekrutmen prajurit dari Suku Dayak. Presiden turut membicarakan sejumlah persoalan lain bersama jajaran terkait, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Baca: Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri

Dengan adanya arahan tersebut, proses penyesuaian persyaratan rekrutmen TNI bagi masyarakat Dayak kini memasuki tahap tindak lanjut. Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat mengakomodasi kondisi masyarakat adat tanpa mengabaikan standar dan kebutuhan organisasi TNI. (SM)



Terkait
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief Dorong Solusi dari Kemenhan dan KKP RI
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief Dorong Solusi dari Kemenhan dan KKP RI
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Keca
Lindungi Hajat Rakyat dari Kartel Pangan, Darmadi Doron
Komisi IV Soroti Overkapasitas Kapal di Pelabuhan Muara
Lainnya
Ketua Mahkamah Agung Luncurkan Aplikasi E-RIS Secara Virtual
Ketua Mahkamah Agung Luncurkan Aplikasi E-RIS Secara Virtual
Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta Pusat, Selasa (21
Polisi Binjai Tangkap Pria Mekanik Sepeda Motor Miliki
Selfie dengan Ular Kobra, Apa yang Terjadi pada Pria Mu
Politik
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotri
Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gi
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pendidikan
PISA 2025: Skor Literasi dan Sains Indonesia Naik, Akses Pendidikan Capai 90 Persen
PISA 2025: Skor Literasi dan Sains Indonesia Naik, Akses Pendidikan Capai 90 Persen
Lintas Angkatan Bersatu, Reuni IKA SMPN 10/09 Harapan R
Karmila Sari Dorong Sekolah di Riau Benahi Data untuk P
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta