PKS Soroti OTT Beruntun Bupati Kuansing dan Langkat, Minta Praktik 'Ruang Gelap' Dihentikan

Kanama Amar
Minggu, 5 Juli 2026 23:37:24

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS, Mardani Ali Sera, menyoroti operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat dua kepala daerah secara beruntun, yakni Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby dan Bupati Langkat Syah Afandin. Minggu (05/07/2026).

Menurut Mardani, terulangnya kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah menunjukkan masih belum tersentuhnya akar persoalan, terutama praktik politik berbiaya tinggi serta lemahnya sistem pencegahan korupsi.

"Ini musibah. Selama ini kita tidak menyelesaikan akar masalah. Mulai dari keserakahan dan high cost politic (politik berbiaya tinggi), harus dibenahi dengan seksama," kata Mardani kepada wartawan,

Baca: Syahrul Aidi Fasilitasi Kerjasama Pemprov Riau dengan Jepang: Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi

Mardani menilai, upaya pencegahan korupsi harus dimulai dengan memperkuat transparansi dalam tata kelola pemerintahan. Ia menegaskan, seluruh proses pengangkatan pejabat hingga pengadaan barang dan jasa harus dilakukan secara terbuka agar tidak memberi ruang bagi praktik suap.

Ia mengibaratkan korupsi sebagai "vampire effect", yang hanya bisa diberantas jika seluruh proses pemerintahan dibuka kepada publik.

Baca: Prabowo ke Rusia, Putin Beri Kehormatan Khusus di Eastern Economic Forum

"Bisnis prosesnya dipetakan dan dibuat transparansi dan umumkan. Biasanya fee proyek, fee promosi dan mutasi hingga keterlibatan keluarga. Harus dibuat terang benderang. Ada istilah vampire effect, drakula itu akan mati kalau terkena sinar mentari. Praktik suap menyuap itu terjadi di ruang gelap," ujar Mardani.

"Buka proses penunjukan dan pemenang proyek-proyek plus pengangkatan jabatan di pemda agar publik tahu. Kian transparan dan kian akuntabel kian bersih dan jauh dari praktik korupsi," tambahnya.

Sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby. Suhardiman diketahui menjabat sebagai bupati setelah menggantikan Andi Putra, yang lebih dahulu terjerat OTT KPK pada Oktober 2021.

Baca: Mendagri Tito Larang Kepala Daerah Buka Lahan dengan Cara Membakar

Tak lama berselang, KPK kembali menggelar OTT yang kali ini menjerat Bupati Langkat, Syah Afandin.

Kasus tersebut memiliki pola yang hampir sama. Syah Afandin merupakan pengganti Terbit Rencana Perangin-angin yang sebelumnya juga tersandung kasus korupsi. Pada 2022, Syah Afandin ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat setelah Terbit ditangkap KPK.

Baca: Wabup Kampar Dorong PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Fenomena dua kepala daerah pengganti yang sama-sama berakhir dalam operasi tangkap tangan ini pun memicu sorotan berbagai pihak. PKS menilai pembenahan sistem, transparansi, dan akuntabilitas menjadi langkah penting agar praktik korupsi tidak terus berulang di daerah. (SM)



Terkait
Sidang Praperadilan MBG, Kejagung Beber Dugaan Korupsi Picu Pemborosan Rp10,5 Triliun per Tahun
Sidang Praperadilan MBG, Kejagung Beber Dugaan Korupsi Picu Pemborosan Rp10,5 Triliun per Tahun
Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu
Penyandang Disabilitas dan Lansia Segera dapat MBG, Tah
Hendry Munief Soroti Informasi Piala Dunia 2026 Belum T
Lainnya
Bahlil Tanggapi Pujian Prabowo, Pilih Buktikan Kinerja Lewat Kerja Nyata
Bahlil Tanggapi Pujian Prabowo, Pilih Buktikan Kinerja Lewat Kerja Nyata
PGN Gesa Pemasangan 10.000 Jargas Rumah Tangga di Batam
Dapat 283 RLH di APBD Riau, Yuyun Minta Masyarakat Pro
Habib Luthfi Ajak UAS Kokohkan Dakwah Lewat NU
Nasional
DPR Pertanyakan Pengawasan TNI, Markas Judol Bisa Beroperasi di Rumah Dinas Cijantung
DPR Pertanyakan Pengawasan TNI, Markas Judol Bisa Beroperasi di Rumah Dinas Cijantung
Perpres Ojol Resmi Terbit, Potongan Aplikator Maksimal
Prabowo Dorong Rekrutmen TNI-Polri Tak Lagi Hanya Ukur
Kriminal
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua T
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Hukum
Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp253 Miliar
Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp253 Miliar
Kajari Konawe Fachrizal Ditangkap, Kini Jalani Pemeriks
PT Riau Vonis Eks Kadis PUPR 4 Tahun, Uang Pengganti Rp
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I