Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainkan Instrumen Kedaulatan Negara

Mawardi Tombang Amar
Selasa, 26 Mei 2026 21:56:54

KANALSUMATERA.com - Jawa Barat – Komisi VII DPR RI melalui Panitia Kerja (Panja) Standar Nasional Indonesia (SNI) menegaskan pentingnya menjadikan SNI sebagai instrumen kedaulatan negara, bukan sekadar sertifikasi administratif.

Penegasan tersebut disampaikan oleh anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief MBA selaku anggota Panitia Kerja (Panjang) Standarisasi Nasional Indonesia ( SNI) saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) bersama Anggota panja lainnya ke Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Bahan dan Barang Teknik di Provinsi Jawa Barat, Senin (25/6/2026).

Dalam agenda tersebut, Hendry Munief menilai penguasaan standar merupakan kunci utama dalam memenangkan persaingan global. Negara yang menguasai standar produk, dinilai akan lebih mudah mengendalikan pasar.

“SNI harus kita dorong menjadi instrumen kedaulatan. Kita tidak boleh hanya menjadi pengguna standar global, tetapi harus menjadi penentu,” tegas anggota Komisi VII DPR RI.

Hendry Munief juga menyoroti kebijakan harmonisasi SNI dengan standar internasional seperti ISO dan IEC. Kebijakan ini dinilai membuka peluang besar bagi produk Indonesia untuk menembus pasar global.

Baca: Demo 27 Agustus di DPR Mulai Padat, Jalan Gatot Subroto Ditutup dan Polisi Perketat Pengamanan

Namun, di sisi lain, DPR mengingatkan adanya risiko jika industri dalam negeri belum siap bersaing. Harmonisasi tanpa penguatan sektor industri dapat memperbesar masuknya produk impor ke pasar domestik.

“Harmonisasi SNI adalah peluang ekspor, tetapi juga bisa menjadi ancaman jika industri kita belum kuat,” ujarnya.

Karena itu, dia mendorong penerapan kebijakan perlindungan seperti Technical Barriers to Trade (TBT) guna menjaga pasar dalam negeri dari serbuan produk berkualitas rendah.

Dorongan Pemerataan Infrastruktur Industri

Selain membahas standardisasi, Komisi VII DPR RI juga mendorong pemerataan infrastruktur industri, khususnya pembangunan laboratorium pengujian di luar Pulau Jawa.

Baca: Kejagung Periksa 16 Saksi, Penyidikan Dugaan Korupsi MBG Terus Bergulir

Provinsi Riau sebagai pusat industri dan laboratorium rujukan di Sumatera, mengingat kekuatan sektor sawit, migas, dan pelabuhan ekspor.

Saat ini, keterbatasan fasilitas membuat pelaku industri di daerah masih bergantung pada pengujian di Pulau Jawa, yang berdampak pada tingginya biaya produksi.

“Pembangunan laboratorium di daerah seperti Riau sangat penting untuk efisiensi dan peningkatan daya saing industri. Kita mendapatkan informasi banyak daerah masih sifatnya laboratorium, bukan balai besar yang mampu melayani semua sektor industri. Kita berharap pemerintah segera memberi atensi atas hal ini.” ungkapnya.

Komitmen Lindungi Industri Nasional.

Komisi VII DPR RI menegaskan bahwa kebijakan SNI harus berpihak pada kepentingan nasional, termasuk melalui penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pembangunan infrastruktur pendukung, serta perlindungan terhadap industri lokal.

Baca: BGN Temukan 414 Rekening SPPG Bermasalah, Rp311 Miliar Langsung Dikembalikan ke Kas Negara

“Standardisasi tidak boleh menjadi beban, tetapi harus menjadi alat untuk memperkuat industri nasional,” tegas Hendry Munief lagi.

Kunjungan kerja Panja SNI Komisi VII DPR RI di Jawa Barat menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan standardisasi nasional.

SNI kini tidak hanya berfungsi sebagai standar teknis, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Terkait
Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf dan Janji Lunasi pada 2026
Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf dan Janji Lunasi pada 2026
Rapat Pansus Daerah Kepulauan, Hendry Munief Soroti Pes
Gangguan Besar, Sebagian Pulau Sumatera Mati Lampu: Ber
Hutama Karya Segera Konstruksi Tol Jambi–Rengat, Hubu
Lainnya
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
Bupati Afrizal Lepas Ribuan Masyarakat Jalan Sehat BUMN
Ketua DPRD Pekanbaru Minta Warga Tak Contoh Warga Yang
Puluhan Ton Gula dan Beras Tak Layak Konsumsi Dimusnahk
Hukum
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegi
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Nasional
PGRI Tegaskan Guru PPPK Tak Otomatis Jadi PNS, Seleksi 2027 Tetap Berlaku
PGRI Tegaskan Guru PPPK Tak Otomatis Jadi PNS, Seleksi 2027 Tetap Berlaku
Sejumlah Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta Ditutup, Pengen
Jelang Demo di DPR 27 Agustus 2026, Sejumlah Orang Diam
Bengkalis
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro