Kemenag Uji Coba Sistem Gaji Terintegrasi, Update Data Pegawai Jadi Kunci: Juni Uji Coba

Mawardi Tombang Amar
Kamis, 7 Mei 2026 12:35:39

KANALSUMATERA.com - Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) mempercepat transformasi tata kelola pembayaran gaji dan tunjangan melekat pegawai melalui uji coba sistem terintegrasi berbasis interkoneksi data kepegawaian melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dengan aplikasi gaji berbasis web bagi pegawai Kemenag se-Indonesia.

Kebijakan ini dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring melalui Zoom, Selasa, Jakarta, (5/5/2026). Rapat ini diikuti oleh pimpinan PTKIN, Kanwil, dan Kepala Unit Kerja di lingkungan Kementerian Agama.

Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kemenag, Ahmad Hidayatullah, menegaskan bahwa Kemenag menjadi salah satu kementerian yang ditunjuk sebagai proyek percontohan (piloting) oleh Kementerian Keuangan dalam implementasi platform pembayaran pemerintah.

“Kementerian Agama sudah dinilai oleh Kementerian Keuangan satu langkah lebih maju di dalam pengelolaan keuangan sehingga sekarang sudah dimasukkan jadi piloting project di antara delapan kementerian dan Alhamdulillah kita dari delapan itu yang dinilai terdahulu,” terang Ahmad Hidayatullah dalam penjelasannya.

Ia menjelaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari mitigasi terhadap program baru yang memiliki sensitivitas tinggi, khususnya terkait pengelolaan gaji dan tunjangan pegawai. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko serta memastikan layanan berjalan efektif, tepat sasaran, dan tanpa dampak negatif.

Baca: Suahasil Rombak 5 Pejabat Kemenkeu, Sekjen Era Purbaya Diganti

Sejak 1 Januari 2026, Kemenag telah melakukan perubahan pengelolaan gaji dan tunjangan melekat. Namun, implementasinya masih dalam tahap transisi dan belum sepenuhnya sistemik, terutama pada satuan kerja di daerah dan perguruan tinggi.

Melalui kebijakan integrasi ini, pengelolaan gaji dipusatkan pada DIPA Sekretariat Jenderal di tingkat kantor wilayah. Dengan skema tersebut, satuan kerja daerah diharapkan tidak lagi terbebani administrasi pembayaran gaji dan dapat lebih fokus pada optimalisasi program kerja.

Dalam tahap berikutnya, Kemenag akan mengintegrasikan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dengan aplikasi gaji berbasis web. Integrasi ini bertujuan menghilangkan proses manual yang selama ini kerap menimbulkan kendala dalam penyelarasan data.

Ahmad menegaskan, penerapan sistem dilakukan secara bertahap untuk memastikan pengelolaan risiko berjalan optimal. Ia menekankan bahwa kebijakan ini nantinya akan lebih terintegrasi mulai dari gaji-tunjangan melekat sampai Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Profesi Dosen (TPD).

“Mengapa kami harus membuat tahapan-tahapan sekarang gaji dan tunjangan melekat dulu, itu tidak lain karena di dalam data kelola manajemen resiko saja Bapak-Ibu, supaya kita satu-satu gaji-tunjangan melekat dulu, kemudian kalau sudah lancar, kita masukkan tukin dan belanja uang tunjangan makan nah setelah itu selesai, nanti kita TPG dan TPD, kalau sudah seperti itu maka tidak ada pertanyaan lagi dari BPK terkait dengan belanja pegawai karena semuanya sudah melalui satu alur yang sama,” jelasnya.

Baca: Nakhoda KM Virgo Jadi Tersangka, Polisi Dalami Pihak Lain

Uji coba sistem ini akan dimulai pada Juni 2026 di tujuh satuan kerja, yakni Kanwil Kemenag DI Yogyakarta, Jawa Timur, Maluku, Sumatera Utara, Sekretariat Jenderal, UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, dan Kanwil Papua Barat. Implementasi penuh ditargetkan berlangsung secara nasional mulai Agustus 2026, dengan target akhir penyempurnaan sistem pada 2028.

Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran, Kastolan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit untuk menyukseskan program ini, terutama pada tujuh titik uji coba.

“Saya meminta agar sinergi ya antara tim perencanaan dan tim keuangan ini diperkuat sehingga bisa mensukseskan tujuh titik ya yang didahulukan tadi untuk bisa mengimplementasikan interkoneksi SIM SDM / SIMPEG untuk pembayaran gaji,” kata Kastolan.

Ia menambahkan, validitas data kepegawaian menjadi faktor krusial dalam sistem baru ini. Setiap pegawai diminta memastikan data pribadi telah lengkap dan mutakhir untuk menghindari potensi kesalahan pembayaran, termasuk terkait kenaikan gaji berkala, status kepegawaian, maupun hak tunjangan.

Sementara itu, Biro SDM menegaskan bahwa tanggung jawab keakuratan data tidak hanya berada pada operator, tetapi juga pada masing-masing individu pegawai. Kementerian Keuangan pun mengingatkan agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran akibat permasalahan data.

Baca: Malam Tadi Gunung Marapi Erupsi Lagi, Hujan Abu Guyur Bukittinggi dan Agam

Dari sisi teknologi, Pusat Data dan Informasi Kemenag memastikan seluruh sistem telah diarahkan untuk terintegrasi dalam kerangka program Satu Data Kemenag. Penguatan infrastruktur digital, seperti kapasitas cloud dan bandwidth, juga tengah disiapkan untuk mendukung kelancaran implementasi.

Rapat koordinasi ini juga menyepakati percepatan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan SIMPEG bagi PBDK dan PPABP kepada seluruh satuan kerja, serta penyiapan mekanisme pengawasan data melalui Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

Melalui kebijakan ini, Kemenag menargetkan tata kelola pembayaran belanja pegawai yang lebih tertib, akuntabel, dan terintegrasi, sekaligus menjawab berbagai catatan pemeriksaan lembaga audit negara.



Terkait
Prabowo Minta Perda Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar Segera Direvisi
Prabowo Minta Perda Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar Segera Direvisi
Orang Tua Penerima MBG Berpeluang Dapat Bedah Rumah dan
MA Koreksi Kasus Timah: Kerusakan Lingkungan Rp271 Tril
Zulhas Bantah Isu Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun,
Lainnya
Ini Jadwal Rute Bus Damri di Kabupaten Kampar
Ini Jadwal Rute Bus Damri di Kabupaten Kampar
Kabut Asap Masih Tebal di Pasaman, Ikatan Apoteker Caba
Pengadaan Mesin Absen Sidik Jari ASN Simalungun Dipungl
Amanat Perdana Wagub Riau: Waktu Shalat Tiba, Hentikan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar