Penyandang Disabilitas dan Lansia Segera dapat MBG, Tahap Awal 400 Ribu Orang

Mawardi Tombang Amar
Sabtu, 7 Februari 2026 11:14:21

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) RI terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia dan penyandang disabilitas.

Pada tahap awal, akan ada 400 ribu lansia dan penyandang disabilitas yang menjadi penerima manfaat. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan BGN untuk penyaluran MBG kepada lansia dan penyandang disabilitas.

Rencananya, terdapat 300 ribu hingga 400 ribu lansia dan penyandang disabilitas yang bakal mendapatkan MBG pada tahap awal yang ditargetkan berjalan tahun ini.

"Kan sudah itu untuk anak-anak sekolah, sudah itu untuk ibu hamil segala macam. Ini nanti yang untuk lansia dan penyandang disabilitas, dilayani oleh SPPG-SPPG terdekat nanti," kata dia sebagaimana dikutip dari Republika, Jumat (06/02/2026).

Menurut pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini, Kemensos masih terus melakukan pendataan terkait sasaran lansia dan penyandang disabilitas yang akan mendapatkan MBG. Pendataan itu dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah.

Baca: BMKG Peringatkan 15 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Riau Wajib Waspada

Gus Ipul menyebut, terdapat beberapa kriteria untuk lansia dan penyandang disabilitas yang bakal berikan MBG. Untuk lansia, salah satu kriterianya adalah mereka berusia di atas 75 tahun. Selain itu, lansia yang diprioritaskan adalah mereka yang tinggal seorang diri.

Untuk penyandang disabilitas, prioritas yang bakal mendapatkan MBG adalah mereka yang dalam kategori berat terlebih dahulu. Meski demikian, tidak ada batasan usia untuk penyandang disabilitas.

MBG khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas itu nantinya tetap akan dibuat di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Menurut dia, akan ada pengasuh atau caregiver dari Kemensos yang ditugaskan untuk mengantarkan MBG itu ke masing-masing rumah penerima manfaat, khususnya untuk lansia.

"Kenapa caregiver? Karena kita memang membutuhkan itu, lansia-lansia itu kan kadang perlu perawatan, perlu pengasuhan. Nah di situ kita harapkan orang-orang yang terlatih nanti yang mengantarkan itu," kata dia.

Menurut Gus Ipul, anggaran MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas itu akan sepenuhnya bersumber dari BGN. Dia menjelaskan, Kemensos akan membantu kebutuhan anggaran untuk para pengasuh yang nantinya bertugas mengantarkan makanan itu kepada penerima manfaat. "Kalau untuk caregiver-nya lewat Kemensos, caregiver-nya," ujar dia.

Baca: PGRI Tegaskan Guru PPPK Tak Otomatis Jadi PNS, Seleksi 2027 Tetap Berlaku

Ihwal menu makanan yang diberikan, Gus Ipul menyatakan, hal itu sepenuhnya akan menjadi kewenangan SPPG. Meski demikian, dia memastikan menu yang disajikan bakal disesuaikan dengan kebutuhan lansia atau penyandang disabilitas."Makanya itu semua harus ukurannya gizi ya, gizi untuk lansia itu tentu berbeda ya," kata dia.

Terkait distribusinya, kemungkinan MBG akan diberikan satu kali dalam sehari untuk para lansia dan penyandang disabilitas. Gus Ipul mengatakan, hal itu masih akan dalam pembahasan dengan BGN.”Sekali (sehari) mungkin, sementara sekali. Selama ini kita dua kali ya, tapi ini masih dibicarakan lah. Apakah nanti tetap dua kali, tapi dengan porsi yang seperti apa, ini lagi kita bicarakan," kata dia.

Kemensos juga sudah memberikan makanan gratis untuk lansia dan penyandang disabilitas. Setidaknya, terdapat 100 ribu lansia dan 36 ribu penyandang disabilitas yang menjadi penerima manfaat dari program yang telah dijalankan Kemensos itu.



Terkait
Pengukuhan Paskibraka HUT ke-81 RI Dijadwalkan 15 Agustus, Latihan Dimatangkan di Istana
Pengukuhan Paskibraka HUT ke-81 RI Dijadwalkan 15 Agustus, Latihan Dimatangkan di Istana
Mendagri Usulkan Pilkada Asimetris untuk Tekan Korupsi,
Purbaya Akui Merasa Berdosa Pangkas Dana Bagi Hasil unt
Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu
Lainnya
Jelang Dikukuhkan, Pengurus Karang Taruna Riau Silaturahmi dan Minta Tunjuk Ajar ke Forkopimda Riau
Jelang Dikukuhkan, Pengurus Karang Taruna Riau Silaturahmi dan Minta Tunjuk Ajar ke Forkopimda Riau
Ketua DPRD Dukung Program BAZNAS Siak Dalam Memaksimalk
Pemkab Abdya Salurkan Santunan Kematian Kepada 476 Ahli
Tentara GAM yang Sukses 'Bergerilya' di Kampus, Kini Be
Pendidikan
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tek
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hi
Politik
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab
Hukum
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI Tegaskan Bukti Harus Diuji
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI Tegaskan Bukti Harus Diuji
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di
Dua Tahun Prabowo-Gibran, DPR Soroti Pemulihan Aset dan
Kriminal
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Metro Jaya Lakukan Penahanan
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Metro Jaya Lakukan Penahanan
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di J
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Nasional
Prabowo Peringatkan Negara Penghina Indonesia, Siap Bongkar Perusahaan Terkait Karhutla
Prabowo Peringatkan Negara Penghina Indonesia, Siap Bongkar Perusahaan Terkait Karhutla
Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi A
Wagub Sumbar Desak Usut Penanaman Sawit di Bekas Karhut
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan