Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu Kabunang: Garis Depan Harus Jadi Prioritas

Mawardi Tombang Amar
Senin, 9 Februari 2026 08:58:12
Anggota Komisi XIII DPR RI Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga

KANALSUMATERA.com - Tarakan – Anggota Komisi XIII DPR RI Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga menyoroti lemahnya pengamanan perlintasan batas negara di wilayah Kalimantan Utara. Harusnya pengamanan garis terdepan harus jadi prioritas.

Terutama, di perbatasan langsung Indonesia–Malaysia yang membentang hampir 600 kilometer dan dinilai sangat rawan dari sisi pengawasan.

Hal tersebut disampaikan Umbu usai rapat kerja Komisi XIII DPR RI bersama Kantor Wilayah Imigrasi Kalimantan Utara di Tarakan. Ia menegaskan, panjangnya garis perbatasan yang didominasi hutan, sungai, dan wilayah terbuka tanpa pembatas fisik, tidak sebanding dengan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) maupun sarana dan prasarana pengamanan yang ada saat ini.

“Kami melihat langsung bahwa perlintasan batas ini sangat panjang, hampir enam ratus kilometer, dan sebagian besar tidak memiliki pembatas sama sekali. Hutan, sungai, semuanya terbuka. Sementara SDM imigrasi sangat terbatas dan fasilitas pengamanan lintas batas hampir tidak ada,” tegas Umbu kepada Parlementaria usai pertemuan dengan Jajaran Kantor Imigrasi Kantor Wilayah Kalimantan Utara, Tarakan, Kamis (5/02/2026).

Baca: BMKG Petakan 20 Wilayah Berpotensi Hujan pada Senin 28 September 2026

Umbu menilai kondisi tersebut menjadi celah serius bagi maraknya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kerap terjadi melalui jalur-jalur perlintasan tidak resmi yang tidak dijaga. “Banyak peristiwa TPPO terjadi justru melalui lintas batas yang tidak dijaga dan tidak terpantau. Ini fakta lapangan yang sangat memprihatinkan dan tidak boleh dibiarkan terus berulang,” ujarnya.

Komisi XIII mendorong agar pengamanan perbatasan dijadikan program prioritas nasional, mencakup pembangunan fasilitas lintas batas, penguatan sarana dan prasarana, serta penambahan dan penguatan kapasitas SDM imigrasi di wilayah perbatasan.

“Ke depan, kami akan membawa persoalan ini dalam rapat-rapat bersama kementerian terkait. Harus ada program yang jelas tentang bagaimana membangun fasilitas lintas batas, bagaimana sistem pengamanannya, dan bagaimana memperkuat SDM di perbatasan,” kata Politisi asal NTT II tersebut.

Umbu menekankan, perbatasan Kalimantan Utara bukan sekadar wilayah administratif, melainkan garis terdepan hubungan antarnegara yang mencerminkan kedaulatan dan kehadiran negara.

Baca: Usai Dapat Amnesti Prabowo, Gus Nur Gugat Negara Rp3,4 Miliar, Jokowi Terancam Digugat

“Ini adalah wajah terdepan Indonesia di hadapan Malaysia. Penambahan SDM, sarana prasarana, dan sistem pengamanan adalah keharusan. Tanpa itu, perlintasan warga Indonesia ke Malaysia dan sebaliknya akan terus terjadi tanpa terdeteksi,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil kunjungan lapangan di Tarakan, Umbu mengungkapkan masih banyak mobilitas warga lintas negara yang luput dari pengawasan akibat panjangnya jalur perbatasan dan minimnya personel. “Kalau kondisi ini dibiarkan, TPPO akan semakin marak. Karena itu, penguatan perbatasan harus menjadi prioritas agar kejahatan kemanusiaan seperti perdagangan orang tidak terus berulang,” pungkasnya. (MT/KSC)



Terkait
Masalah BPJS Bersumber dari Belum Solidnya DTSEN: Komisi VIII Dorong Perbaikan Sistem
Masalah BPJS Bersumber dari Belum Solidnya DTSEN: Komisi VIII Dorong Perbaikan Sistem
Dari Festival Aspirasi BAM DPR RI, Revitalisasi Infrast
Pegawai Program MBG Langsung Diangkat Jadi PPPK, Jangan
Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Berbasis Link
Lainnya
Ciptakan Suasana Kondusif Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Insidentil Secara Rutin
Ciptakan Suasana Kondusif Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Insidentil Secara Rutin
Sumut Pengekspor Terbesar Sarang Burung Walet
Tak Terima Difitnah, Guntur Romli Dilaporkan ke Polisi
Wuling Merilis Mobil Teranyarnya Pada 2019
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Nasional
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai
Jaksa Agung dan Kapolri Bahas Penanganan Karhutla, Koor
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I