Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi dari Kemenkes dan Akademisi Indonesia
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Momentum Idul Adha kerap membuat stok daging kurban melimpah di rumah. Namun, tanpa penanganan yang tepat, daging berisiko cepat rusak dan menjadi sumber penyakit. Pemerintah dan akademisi di Indonesia mengingatkan pentingnya teknik penyimpanan yang benar sejak awal.
Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Andi Saguni, menegaskan bahwa keamanan daging harus dijaga sejak diterima hingga disimpan.
“Jika belum akan dimasak maka daging kurban harus disimpan di kulkas pada suhu kurang dari 5 derajat Celcius,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk penyimpanan jangka panjang, daging sebaiknya dimasukkan ke freezer dengan suhu sekitar -18°C hingga -20°C agar bisa bertahan hingga beberapa bulan.
Baca: Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan Haji 2026 Namun Memberikan Catatan Perbaikan
Jangan Dicuci Sebelum Disimpan
Selain suhu, cara penanganan awal juga sangat penting. Sejumlah panduan menyebutkan bahwa daging kurban tidak perlu dicuci sebelum disimpan.
Hal ini karena air justru dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan mempercepat pembusukan.
Pisahkan dan Kemas dengan Benar
Baca: Masyarakat Kampar Jakarta Gelar Halal Bi Halal, Pererat Silaturahmi dan Bahas Pembangunan Daerah
Dosen Teknologi Hasil Ternak dari IPB University, Dr. Tuti Suryati, menjelaskan bahwa langkah awal yang penting adalah memisahkan bagian daging dan jeroan.
“Ada beberapa langkah penanganan pertama pada daging kurban yang baru diterima sebelum diolah atau disimpan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar daging tidak dibekukan kembali setelah dicairkan karena dapat menurunkan kualitas dan meningkatkan risiko kontaminasi.
Jangan Biarkan di Suhu Ruang Terlalu Lama
Baca: BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI
Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak membiarkan daging terlalu lama di suhu ruang.
Daging yang dibiarkan terbuka akan lebih cepat terkontaminasi bakteri dan mengalami penurunan kualitas.
Tips Praktis dari Ahli
Berikut langkah sederhana yang direkomendasikan pemerintah dan akademisi:
1. Simpan daging di kulkas (<5°C) jika akan dimasak dalam 1–2 hari
2. Gunakan freezer (-18°C) untuk penyimpanan jangka panjang
3. Potong daging sesuai porsi sekali masak
4. Gunakan wadah tertutup atau plastik kedap udara
5. Pisahkan daging, tulang, dan jeroan
6. Hindari mencuci sebelum disimpan
7. Jangan membekukan ulang daging yang sudah dicairkan
Kunci Utama adalah Suhu dan Kebersihan. Kemenkes menekankan bahwa pengelolaan daging kurban harus memperhatikan aspek kebersihan dan suhu penyimpanan untuk mencegah penyakit zoonosis dan kontaminasi bakteri.
