Dugaan Kebocoran Informasi OTT Langkat dan Kuansing, KPK Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Kanama Amar
Sabtu, 4 Juli 2026 21:20:27

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyoroti dugaan kebocoran informasi terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Lembaga antirasuah itu memastikan akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme pelaksanaan operasi agar kejadian serupa tidak terulang. Jumat (03/07/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan informasi yang beredar bukan berarti berasal dari internal KPK. Menurutnya, kebocoran bisa saja terjadi karena pihak-pihak yang dimintai klarifikasi menyampaikan informasi kepada pihak lain, termasuk media.

"Jadi kalau itu bocor, ya mungkin bukan karena bocor, mungkin karena orang-orang yang diminta klarifikasi itu memberikan informasi baik ke media atau apa," kata Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Baca: BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah

Ia menjelaskan, dalam setiap operasi tangkap tangan, tim penyidik memang harus turun langsung ke lapangan. Kehadiran petugas di lokasi berpotensi diketahui oleh pihak tertentu, terutama jika anggota tim pernah bertugas di daerah tersebut atau dikenali oleh masyarakat.

"Nah ketika turun ke lapangan itulah ada mungkin indikasi-indikasi diketahui karena memang mungkin orangnya sudah pernah datang ke Langkat atau memang ada informasi-informasi yang diketahui ini orang-orang KPK," ungkapnya.

Baca: Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Achmad menegaskan, penyelidikan yang bersifat tertutup seharusnya tidak diketahui publik maupun pihak yang menjadi target operasi. Karena itu, tim penyelidik semestinya bergerak langsung ke lapangan tanpa lebih dahulu meminta klarifikasi kepada pihak terkait.

"Terkait untuk penyelidikan tertutup, memang semestinya itu tidak diketahui publik atau artinya tidak ada pihak-pihak yang dimintai oleh tim penyelidik untuk diklarifikasi. Artinya tim penyelidik langsung turun ke lapangan," tambahnya.

KPK kini mendalami penyebab informasi mengenai OTT tersebut dapat tersebar ketika proses operasi masih berlangsung. Selain melakukan penelusuran, lembaga antirasuah itu juga akan mengevaluasi pola pergerakan tim di lapangan untuk meminimalkan potensi kebocoran informasi.

Baca: DPR Dukung Aturan SPPG Beli Pangan Sesuai HAP demi Lindungi Petani

"Kami juga akan lakukan evaluasi apakah pada saat mungkin turun ke lapangan itu tidak bersama-sama atau berombongan gitu satu per satu, atau memang kami seperti apa untuk menghindari hal-hal yang mungkin tidak bocor dari dalam tetapi itu diduga-duga oleh pihak-pihak di luar sehingga kemudian itu sampai informasi ke pihak-pihak yang memang menjadi target kami," tuturnya. (SM)



Terkait
DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sepelekan ASN, Reformasi Birokrasi Harus Berbasis Kinerja
DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sepelekan ASN, Reformasi Birokrasi Harus Berbasis Kinerja
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Si
Anggaran MBG Dipangkas Rp 67, Ini Sektor yang Terdampak
BKSAP DPR-Kemenlu Selaraskan Arah Diplomasi Indonesa da
Lainnya
Dirut JH Foundation Turut Hadiri Upacara HUT ke-24 Desa Kemang Indah
Dirut JH Foundation Turut Hadiri Upacara HUT ke-24 Desa Kemang Indah
Belum Setahun Didirikan, Rumah Aspirasi Hamdani Selesai
Basarnas Fokus Pencarian Sriwijaya Air di Sekitar Pulau
Mardoni: Anggota Baru DPRD Kampar Jangan Khianati Rakya
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Nasional
Cuaca 6 Provinsi Rawan Karhutla 10 Oktober 2026, Riau dan Sumsel Wajib Waspada
Cuaca 6 Provinsi Rawan Karhutla 10 Oktober 2026, Riau dan Sumsel Wajib Waspada
DPR Pertanyakan Pengawasan TNI, Markas Judol Bisa Berop
Perpres Ojol Resmi Terbit, Potongan Aplikator Maksimal
Pendidikan
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2026, Ini Prestasinya
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2026, Ini Prestasinya
Ahmad Yuzar Hadiri Grand Opening Kebun Raya Universitas
Mendikdasmen Siapkan Kebijakan Siswa Tak Otomatis Naik
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind