Ahli Gizi Ingatkan Batas Aman Konsumsi Daging, Maksimal 500 Gram per Minggu
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Suasana hari Raya Idul Adha selalu berkaitan dengan hewan kurban. Tiap masjid selalu melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Tak pelak, mengakibatkan naiknya konsumsi daging di tengah masyarakat.
Konsumsi daging, khususnya daging merah, perlu dikontrol agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Ahli gizi mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi daging tidak lebih dari 500 gram per minggu, sesuai dengan rekomendasi lembaga kesehatan global.
Dosen Gizi Klinik sekaligus praktisi kesehatan, Dr. Rina Putri, S.Gz, M.Kes, menyampaikan bahwa anjuran tersebut merujuk pada pedoman dari World Health Organization (WHO) dan World Cancer Research Fund (WCRF).
“Masyarakat boleh mengonsumsi daging, tetapi jumlahnya harus dibatasi. Idealnya tidak lebih dari 500 gram dalam seminggu agar tetap aman bagi kesehatan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Baca: Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainkan Instrumen Kedaulatan Negara
Ia menjelaskan, batas tersebut bukan tanpa dasar. World Cancer Research Fund merekomendasikan konsumsi daging merah maksimal 350–500 gram per minggu untuk menekan risiko kanker, khususnya kanker usus besar. Sementara World Health Organization juga mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen dan menganjurkan pembatasan konsumsi daging merah.
Risiko Jika Konsumsi Berlebihan
Dr. Rina menambahkan bahwa daging memang kaya protein, zat besi, dan vitamin B12, namun juga mengandung lemak jenuh yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol.
“Jika dikonsumsi berlebihan, risiko penyakit jantung, diabetes, hingga kanker bisa meningkat. Ini yang sering tidak disadari masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, metode pengolahan seperti membakar atau menggoreng dengan suhu tinggi juga dapat menghasilkan senyawa berbahaya yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Baca: Hutama Karya Segera Konstruksi Tol Jambi–Rengat, Hubungkan Utara dan Selatan Pulau Sumatera
Pola Konsumsi yang Dianjurkan
Untuk tetap mendapatkan manfaat tanpa risiko, masyarakat disarankan menerapkan pola makan seimbang:
1. Konsumsi daging 2–3 kali per minggu dengan porsi kecil
2. Pilih bagian daging tanpa lemak
3. Batasi daging olahan (sosis, nugget, kornet)
4. Perbanyak sayur, buah, dan protein nabati
“Daging tetap penting, tetapi harus diimbangi dengan makanan lain agar gizi tetap seimbang,” tambahnya.
Waspada Saat Momentum Idul Adha
Baca: DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi daging cenderung meningkat saat momen seperti Idul Adha.
“Biasanya orang makan daging berturut-turut selama beberapa hari. Ini yang harus dikontrol agar tidak melebihi batas mingguan,” tegasnya.
Dengan mengikuti rekomendasi dari World Health Organization dan World Cancer Research Fund, masyarakat diharapkan dapat tetap menikmati daging tanpa mengabaikan kesehatan. Kunci utamanya adalah mengatur porsi, frekuensi, dan cara pengolahan secara bijak
