Mendagri Usulkan Pilkada Asimetris untuk Tekan Korupsi, Daerah Rawan Bisa Dipilih DPRD

Kanama Amar
Sabtu, 25 Juli 2026 17:16:49

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan penerapan sistem pilkada asimetris sebagai salah satu opsi untuk menekan praktik korupsi kepala daerah yang dinilai dipicu tingginya biaya politik dalam pemilihan langsung. Wacana tersebut membuka peluang penerapan mekanisme pemilihan berbeda sesuai karakteristik masing-masing daerah, Jumat (24/07/2026).

Usulan itu disampaikan Tito saat konferensi pers bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, ketika menanggapi kemungkinan perubahan sistem pilkada langsung menjadi tidak langsung sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi.

Tito menjelaskan, Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945 hanya mengatur bahwa kepala daerah dipilih secara demokratis, tanpa secara tegas mewajibkan pemilihan langsung oleh rakyat. Karena itu, menurutnya, baik mekanisme pemilihan langsung maupun melalui DPRD sama-sama memiliki landasan konstitusional.

Baca: Nakhoda KM Virgo Jadi Tersangka, Polisi Dalami Pihak Lain

Meski demikian, ia mengakui pilkada langsung memiliki konsekuensi biaya politik yang tinggi, mulai dari kebutuhan kampanye, alat peraga, hingga mobilisasi massa. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mendorong kepala daerah mencari cara mengembalikan modal politik setelah terpilih.

> "Kalau kita melihat dari sisi konstitusi, pemilihan secara langsung bisa dilakukan, tapi kita sudah tahu risikonya, yaitu biaya politik yang cukup tinggi. Calon kepala daerah harus mengeluarkan biaya yang resmi saja mungkin belum cukup sukses, kemudian kampanye, pembelian alat peraga, mobilisasi, segala macam, yang cukup tinggi dan itu jadi beban bagi mereka, itu juga ada yang pinjam, kita tidak tahu."

Baca: Kemhan Siapkan Satu Yon TP dan Dua Batalyon Komcad di Setiap Kabupaten/Kota

Menurut Tito, tingginya biaya politik menjadi salah satu alasan munculnya gagasan pemilihan kepala daerah melalui mekanisme perwakilan di DPRD.

> "Makanya berkembang wacana isu, demokratis dengan cara perwakilan, mekanisme perwakilan oleh DPRD, yang diharapkan bisa menekan biaya rekrutmen politik untuk menjadi kepala daerah, sehingga tidak ada beban."

Sebagai ilustrasi, Tito menyinggung pengalaman pemerintah saat menunjuk 275 penjabat kepala daerah pada 2022. Menurutnya, hanya dua penjabat yang kemudian tersandung persoalan hukum, dan kasus tersebut tidak berkaitan dengan biaya politik.

Baca: Mendagri Siapkan Tiga Skema Solusi Atasi Krisis Gaji Pegawai Pemda dan PPPK

Lebih lanjut, ia menawarkan konsep pilkada asimetris, yakni penerapan sistem pemilihan yang disesuaikan dengan kondisi daerah. Skema ini dinilai dapat diterapkan pada daerah dengan kapasitas fiskal rendah, indeks pembangunan manusia (IPM) yang masih lemah, atau wilayah yang memiliki kerawanan konflik sosial apabila pilkada dilakukan secara langsung.

Tito menyebut gagasan tersebut juga sejalan dengan hasil kajian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang merekomendasikan pemilihan kepala daerah melalui DPRD untuk daerah-daerah dengan karakteristik tertentu.

Baca: Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengakui adanya dugaan praktik pendanaan politik di luar ketentuan, termasuk keterlibatan penyandang dana atau *bohir*. Namun, ia menegaskan hal tersebut masih sebatas indikasi dan belum didukung data yang cukup untuk dijadikan kesimpulan. (SM)



Terkait
Hendry Munief Dorong Penguatan Industri Film Nasional dan Konsolidasi Pembangunan Riau
Hendry Munief Dorong Penguatan Industri Film Nasional dan Konsolidasi Pembangunan Riau
Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainka
Masyarakat Kampar Jakarta Gelar Halal Bi Halal, Pererat
Penyandang Disabilitas dan Lansia Segera dapat MBG, Tah
Lainnya
Baleg DPR Kaji Usulan Penambahan Kursi DPRD DKI, Aspirasi Warga Jadi Sorotan
Baleg DPR Kaji Usulan Penambahan Kursi DPRD DKI, Aspirasi Warga Jadi Sorotan
Hutama Karya Segera Konstruksi Tol Jambi–Rengat, Hubu
Tampan Raih Juara II Lomba Kebersihan tingkat Kota Peka
Dua Nelayan di Tapteng Meninnggal Disambar Peti
Nasional
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI Jalankan Operasi secara Terencana dan Terpadu
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI Jalankan Operasi secara Terencana dan Terpadu
Prabowo Targetkan 70 Ribu Polisi Hutan, Rekrutmen 21 Ri
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda