Jaga Kedaulatan Negara, Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Mawardi Tombang Amar
Kamis, 5 Februari 2026 15:59:10
Anggota DPR RI Komarudin Watubun

KANALSUMATERA.com - Jayapura — Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPR RI.

Ia menilai, persoalan perbatasan tidak bisa ditangani hanya oleh Komisi II DPR RI semata karena menyangkut lintas sektor dan banyak kementerian/lembaga terkait. Hal itu ia sampaikan saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Panja Perbatasan Negara ke Jayapura, Papua, Rabu (4/2/2026).

“Kalau hanya diurus oleh Komisi II sendiri tidak bisa, karena ego sektoral antar-departemen itu sering kali lebih dominan. Itulah mengapa setiap kali kita pertemuan membahas soal wilayah perbatasan, saya selalu meminta agar dibentuk pansus,” ujar Komarudin

Menurut Komarudin, keberadaan pansus akan membuat seluruh pihak terkait memiliki tanggung jawab bersama dalam menyelesaikan persoalan perbatasan secara komprehensif.
“Dengan pansus, semua harus bertanggung jawab dan duduk bersama membahasnya secara serius,” tegas Komarudin lagi.

Ia mengibaratkan negara sebagai sebuah kebun yang harus memiliki pagar pengaman yang kuat di sekelilingnya. “Negara ini ibarat kebun, maka pagar pengamannya harus bagus. Jangan kita sibuk mengurus di dalam, sementara di perbatasan justru bocor di mana-mana,” ungkap Komarudin.

Baca: DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh

Kondisi perbatasan yang lemah, lanjutnya, sangat rawan menimbulkan berbagai persoalan keamanan dan hukum. “Kalau pengawasan di perbatasan tidak bagus, akan terjadi penyelundupan, perdagangan ilegal, ilegal mining, ilegal fishing, sampai peredaran narkoba,” kata Komarudin.

Ia menegaskan, kunjungan Panja Perbatasan Negara ke Jayapura dilakukan untuk melihat langsung kondisi faktual di lapangan.

“Kami datang bersama Ketua Komisi II untuk melihat kondisi riil, dan dari yang kami lihat, kelihatannya semua sepakat bahwa kondisi ini perlu direspons dengan pembentukan pansus,” ujarnya.

Komarudin juga menyoroti perbatasan Skouw yang dinilainya sangat strategis dan memiliki tantangan geopolitik tersendiri.

“Kenapa kita fokus ke perbatasan Skouw? Karena wilayah ini berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik dan Papua Nugini,” jelasnya.

Baca: Hunian Mewah Lapas Cibinong Dibongkar, Rieke Minta Bukti Fisik Diamankan

Ia menyinggung dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi kawasan tersebut. “Beberapa tahun lalu ada pertemuan APEC di PNG yang dihadiri negara-negara besar seperti Cina dan Amerika. Itu sinyal yang harus dibaca dalam konteks geopolitik,” kata Komarudin.

Selain aspek geopolitik, Komarudin mengingatkan ancaman nyata peredaran narkoba lintas batas yang masuk ke Papua. “Sekarang ini yang sedang berlangsung adalah penyelundupan narkoba dari PNG ke Papua. Coba lihat di Pasar Hamadi, banyak informasi di lapangan yang menunjukkan itu,” ungkapnya.

Ia menegaskan, perhatian serius terhadap perbatasan juga merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi Papua. “Kalau kita peduli terhadap orang Papua ke depan, jumlah mereka ini sudah sedikit dan harus dijaga. Jangan sampai dihancurkan oleh penyakit dan narkoba,” pungkas Komarudin. (MT/KSC)



Terkait
HUT RI ke-81, Polri Kirim 44 Truk Bantuan untuk Korban Gempa Flores
HUT RI ke-81, Polri Kirim 44 Truk Bantuan untuk Korban Gempa Flores
Danantara Pangkas 874 Perusahaan BUMN, Tinggal 200 hing
Tito Karnavian Kaji Guru PPPK Jadi ASN Pusat, Beban APB
Zulhas Bantah Isu Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun,
Lainnya
Hari AIDS se-Dunia, Rumah Cemara Anggap Indonesia Gagal Penuhi Janji Global 2020 Kendalikan HIV/AIDS
Hari AIDS se-Dunia, Rumah Cemara Anggap Indonesia Gagal Penuhi Janji Global 2020 Kendalikan HIV/AIDS
Faisal Basri Ingatkan Pemerintah soal Utang dari Surat
Disdalduk KB Pekanbaru Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi
4 Pengojek Online Ditangkap, Raup Rp 10 Juta per Hari B
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Hukum
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK Diminta Usut Tuntas
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK Diminta Usut Tuntas
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Nasional
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai
Jaksa Agung dan Kapolri Bahas Penanganan Karhutla, Koor
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik