9 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026, Pukat UGM Soroti Mandulnya Pengawasan DPRD

Kanama Amar
Minggu, 5 Juli 2026 23:58:52

KANALSUMATERA.com - Jakarta - Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman, menilai maraknya operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kepala daerah sepanjang 2026 menjadi cerminan lemahnya sistem pengawasan di pemerintahan daerah. Minggu (05/07/2026).

Menurut Zaenur, pengawasan terhadap kepala daerah saat ini dinilai belum berjalan efektif sehingga berbagai penyimpangan baru terungkap ketika telah masuk ke tahap penindakan oleh aparat penegak hukum.

“Tentu lemahnya pengawasan. Pengawasan kepala daerah itu hampir tidak ada," kata Zaenur.

Baca: Hendry Munief Dorong Penguatan Industri Film Nasional dan Konsolidasi Pembangunan Riau

Ia menjelaskan, fungsi pengawasan yang seharusnya dijalankan oleh DPRD maupun pengawasan internal pemerintah daerah belum mampu mencegah terjadinya praktik korupsi.

"Pengawasan oleh DPRD tidak berfungsi, pengawasan internalnya juga tidak mampu untuk menanggulangi bentuk-bentuk pelanggaran yang terjadi, akibatnya bentuk-bentuk pelanggaran itu kemudian baru diketahui ketika sudah dalam bentuk penindakan oleh penegak hukum,” kata Zaenur.

Baca: Gangguan Besar, Sebagian Pulau Sumatera Mati Lampu: Berikut Konfirmasi PLN WRKR

Selain lemahnya pengawasan, Zaenur juga menyoroti praktik politik donasi yang kerap terjadi di daerah. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat para elite politik enggan menjalankan fungsi kontrol terhadap kepala daerah.

Karena itu, ia menilai rentetan kasus korupsi yang menjerat kepala daerah harus menjadi momentum evaluasi agar mekanisme checks and balances di daerah dapat berjalan secara efektif.

“Karena tidak ada checks and balances itu makanya kemudian akibatnya adalah Kepala daerah tidak diawasi dengan berarti oleh para elit-elit lokal khususnya oleh DPRD,” ujarnya.

Baca: Kemenag Uji Coba Sistem Gaji Terintegrasi, Update Data Pegawai Jadi Kunci: Juni Uji Coba

Di sisi lain, Zaenur menyebut tingginya biaya politik masih menjadi akar persoalan yang mendorong terjadinya korupsi di tingkat daerah. Menurutnya, sebagian besar biaya politik justru berasal dari praktik-praktik yang melanggar hukum.

Ia mencontohkan praktik vote buying atau pembelian suara pemilih, serta candidacy buying, yakni membeli pencalonan dengan memberikan sejumlah uang kepada partai politik pengusung.

Baca: Masalah BPJS Bersumber dari Belum Solidnya DTSEN: Komisi VIII Dorong Perbaikan Sistem

“Dan kandidasi buying itu membeli pencalonan dengan membayar sejumlah uang kepada parpol pengusung, Vote buying dengan membeli suara pemilih dalam bentuk serangan fajar dan sejenisnya,” tuturnya.

Akibat tingginya ongkos politik tersebut, lanjut Zaenur, korupsi kerap dijadikan jalan untuk mengembalikan modal politik sekaligus mengumpulkan dana guna menghadapi kontestasi politik berikutnya.

Berdasarkan berbagai persoalan itu, Zaenur mendorong revitalisasi sistem pengawasan, baik di lingkungan pemerintah daerah maupun DPRD. Selain itu, ia menekankan pentingnya pendidikan politik kepada masyarakat agar praktik politik uang dapat ditekan.

Baca: Guru Besar IPB Desak Dapur MBG Lebih Banyak Dikelola UMKM Bukan Oleh Elit dan Aparat

“Bagaimana pendidikan politik kepada warga, kenapa? Karena ujung-ujungnya semua ya ada di warga. Warga juga yang suka minta politik uang, warga juga yang sering justru meminta kepada calon-calon kepala daerah dan warga juga yang bisa menghukum kepala daerah yang melakukan korupsi,” ucap dia. (SM)

Terkait
Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan untuk Penertiban Kawasan Hutan Nasional
Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan untuk Penertiban Kawasan Hutan Nasional
Walau sudah Didukung Rudal MICA, Pemerintah Batal Beli
Waduh... Menhaj Akui Hadapi Banyak "Titipan Kepentingan
KH Cholil Nafis Gantikan Prof Hasanudin sebagai Ketua B
Lainnya
Bayar Pajak Sambil Olahraga, Bapenda Pekanbaru Hadir Setiap Car Free Day
Bayar Pajak Sambil Olahraga, Bapenda Pekanbaru Hadir Setiap Car Free Day
Ini jadwal kedatangan jenazah korban Wamena di BIM
Berita Foto: Ma'ruf Amin Meresmikan Berkunjung Sekaligu
Gempa 5,4 Skala Richter Guncang Bengkulu
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Daerah
Kasus Dugaan Korupsi Kuansing Berpotensi Meluas, Sejumlah Pihak Disebut Bisa Terseret
Kasus Dugaan Korupsi Kuansing Berpotensi Meluas, Sejumlah Pihak Disebut Bisa Terseret
Apresiasi Kinerja Agung Nugroho, BTM: Pekanbaru Berpote
Bappeda Kampar Matangkan Dokumen IGA 2026, Optimistis R
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt