Insiden Km 50, Komnas HAM Sebut Ada yang Buntuti Rizieq Selain Polda Metro Jaya

Mawardi Tombang
Sabtu, 9 Januari 2021 13:29:22

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan Polda Metro Jaya memang melakukan pengintaian dan pembuntutan terhadap pimpinan eks Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebelum insiden Km 50 pada 7 Desember 2020.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan pengintaian dan pembuntutan terhadap Rizieq merupakan bagian dari penyelidikan kasus pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang diduga dilakukan Rizieq. Namun, Komnas HAM menemukan ada juga pihak yang mengintai Rizieq selain dari Polda Metro Jaya.

"Terdapat pengintaian dan pembuntutan di luar petugas Kepolisian," ucap Anam dalam konferensi pers, Jumat, 8 Januari 2021.

Tim Komnas HAM sebelumnya melakukan investigasi dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta menganalisis hasil rekaman CCTV dan rekaman percakapan (voice note) untuk menelusuri peristiwa pengintaian dan pembuntutan rombongan Rizieq yang berujung pada penembakan enam laskar FPI itu.

Baca: Desa Adat Sade Lombok Dilalap Api, Ratusan Bangunan Rumah Sasak Tinggal Puing


Komnas menemukan, pada 6 Desember 2020 malam hingga 7 Desember 2020 dini hari, terdapat sejumlah kendaraan yang membuntuti Rizieq. Ada mobil Avanza silver K 9143 EL, Xenia B 1519 UTI, dan B 1542 POI, serta Land Cruiser yang diakui sebagai kendaraan petugas polisi.

Kemudian ada pula Avanza hitam B 1739 PWQ dan Avanza silver B 1278 KJD yang menurut saksi dan identifikasi rekaman CCTV serta analisis rekaman percakapan terlibat aktif dalam pembuntutan terhadap rombongan Rizieq. Namun mobil-mobil ini tidak diakui sebagai milik petugas Polda Metro Jaya yang sedang melaksanakan tugas pembuntutan tersebut.

"Tim Penyelidik Komnas HAM merekomendasikan mendalami dan melakukan penegakan hukum terhadap orang-orang yang terdapat dalam dua mobil Avanza hitam dan Avanza silver," ujar Anam.

Komnas HAM sebelumnya menyatakan kematian enam anggota laskar FPI terjadi dalam dua konteks berbeda. Dua orang yang sudah meninggal saat tiba di rest area Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50 dinyatakan tewas karena saling serempet dan saling serang menggunakan senjata api dengan petugas.

Baca: Guru PPPK Dapat Kepastian Status, Ketua DPD Soroti Peluang Jadi PNS 2027

Sedangkan empat orang lainnya meninggal dengan indikasi unlawfull killing. Mereka ditembak saat sudah dibawa dan berada di mobil petugas. Komnas HAM merekomendasikan dilakukannya penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana terkait konteks kedua ini.

Baca: Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Mulai September, Pemerintah Diminta Jangan Persulit Warga

Sumber: tempo.co



Terkait
Purbaya Buka Suara Terkait Pencairan JHT yang Dikenai Pajak, Janji Tinjau Aturan Bersama DJP
Purbaya Buka Suara Terkait Pencairan JHT yang Dikenai Pajak, Janji Tinjau Aturan Bersama DJP
Gangguan Besar, Sebagian Pulau Sumatera Mati Lampu: Ber
Stok Beras Aman, Firman Soebagyo Ingatkan Potensi Anoma
Waduh... Menhaj Akui Hadapi Banyak "Titipan Kepentingan
Lainnya
PKS Resmi Capres-kan Anies, BPW PKS Sumbagut Siap Jalankan Perintah Partai
PKS Resmi Capres-kan Anies, BPW PKS Sumbagut Siap Jalankan Perintah Partai
Gubernur Syamsuar Sampaikan Keberkahan Riau karena Do'a
Syahrul Aidi Sampaikan Kondisinya Sudah Mulai Membaik,
YLKI Nilai Regulasi Baru Tiket Pesawat Belum Tepat
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Politik
Hakim MK Soroti Perbedaan Verifikasi Ijazah KPU di Pilkada dan Pilpres
Hakim MK Soroti Perbedaan Verifikasi Ijazah KPU di Pilkada dan Pilpres
PKS Tanggapi Elektabilitas 3,3 Persen, Sebut Hasil Surv
Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh
Nasional
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Puluhan Ribu Buruh Konvoi Motor Padati Jalan Sudirman,
Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D