Wabup Kampar Dorong PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
KANALSUMATERA.com - Jakarta — Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., menghadiri pembukaan Waste to Energy dan Indo Firex Expo yang mengangkat teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Hall B3 Jakarta International, Rabu (12/08/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. Safrizal ZA, M.Si. Dalam kegiatan itu, Misharti didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar Refizal serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kampar Yuricho Efril.
Waste to Energy merupakan teknologi yang mengolah sampah, khususnya limbah yang tidak dapat didaur ulang, menjadi energi yang memiliki nilai guna seperti listrik, panas, maupun bahan bakar. Di Indonesia, konsep tersebut dikenal sebagai Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL.
Baca: Kejagung Periksa 16 Saksi, Penyidikan Dugaan Korupsi MBG Terus Bergulir
Misharti menyambut positif perkembangan teknologi dan transformasi kebijakan dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, penerapan PSEL berpotensi menjadi salah satu solusi bagi daerah dalam mengurangi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat.
Ia berharap teknologi tersebut dapat diterapkan di Kabupaten Kampar sehingga pengelolaan sampah di daerah dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Baca: Putusan MK Tegaskan MBG Tetap Konstitusional, Pemerintah dan DPR Diminta Segera Pisahkan Anggaran
"saya menyambut baik adanya teknologi terbarukan ini, saya sangat berharap agar teknologi ini bisa di implementasikan di Kabupaten Kampar, sehingga Indonesia ASRI bisa terwujud dengan telah terkelolanya sampah dengan baik" harap Misharti.
Kemendagri Dorong Daerah Adopsi Teknologi PSEL
Direktur Jenderal Bina Adwil Kemendagri, Dr. Safrizal ZA, M.Si., menjelaskan bahwa program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik lahir dari kekhawatiran terhadap terus meningkatnya volume sampah yang belum tertangani secara optimal.
Baca: 833 Dapur MBG Ditutup Permanen, Pemerintah Tegas Tak Beri Ganti Rugi
Menurutnya, pemerintah daerah perlu melihat peluang pemanfaatan teknologi Waste to Energy sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
" untuk itu, saya berharap, kepala daerah dapat belajar dan diterapkan di daerahnya masing-masing, Waste to energy yang harus kita fokuskan, talk to implementation, kami menantikan kiprah bupati dan walikota semua , tantangan didepan terbuka peluang, mari kita wujudkan kota yang asri" harapnya.
Baca: Kemensos Gandeng ICW Kawal Sekolah Rakyat, Perkuat Pengawasan Cegah Korupsi
Safrizal menekankan pentingnya langkah nyata pemerintah daerah dalam menerapkan teknologi pengolahan sampah, tidak hanya berhenti pada pembahasan kebijakan.
Setelah acara pembukaan, Wabup Kampar meninjau sejumlah stan pameran industri pengolahan sampah. Dalam kunjungan tersebut, Misharti melihat berbagai produk dan hasil pengolahan sampah yang telah dikembangkan menjadi industri hilir dan memiliki manfaat bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kampar diharapkan dapat terus mengeksplorasi teknologi pengelolaan sampah yang tepat sehingga persoalan sampah dapat ditangani secara lebih terintegrasi, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih dan asri. (SM)
