Prabowo Pantau Erupsi Anak Krakatau, Jajaran Pemerintah Diminta Siaga Lindungi Warga

Kanama
Minggu, 6 September 2026 17:53:02

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto terus memantau perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Kepala Negara meminta seluruh jajaran pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Minggu (06/09/2026).

Perkembangan erupsi Anak Krakatau menjadi perhatian serius pemerintah setelah abu vulkanik dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu.

Melalui keterangan resmi yang disampaikan akun Presiden Republik Indonesia, Prabowo mengimbau masyarakat tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

Baca: Sejumlah Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta Ditutup, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif

"Presiden mengimbau seluruh masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan, dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan patuhi sepenuhnya zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang," tulis @presidenrepublikindonesia.

Prabowo Kerahkan Jajaran Pemerintah

Baca: Mendagri Tito Larang Kepala Daerah Buka Lahan dengan Cara Membakar

Presiden memastikan perkembangan aktivitas vulkanik Anak Krakatau terus dipantau. Sejumlah kementerian dan lembaga diminta bekerja secara terpadu untuk mengantisipasi dampak erupsi terhadap masyarakat.

"Sejak awal, Presiden telah memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menerima laporan serta informasi terkini dari jajaran terkait. Presiden telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah, BNPB, BMKG, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk terus memantau perkembangan situasi, memastikan seluruh unsur kesiapsiagaan berjalan dengan baik, serta memberikan perlindungan dan bantuan yang diperlukan kepada masyarakat," tulis @presidenrepublikindonesia.

Langkah tersebut dilakukan seiring meluasnya dampak abu vulkanik. Kondisi ini juga telah mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah bandara dan memengaruhi kegiatan masyarakat di beberapa daerah.

Baca: Mentan Amran Copot 14 Pejabat Kementan, Dugaan Penyimpangan Uang Miliaran Diperiksa

Warga Diminta Lindungi Diri dari Abu Vulkanik

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik agar memperhatikan kondisi kesehatan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker atau alat pelindung pernapasan.

Baca: Mendagri Akan Bedah APBD Daerah yang Klaim Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Prabowo meminta masyarakat tetap tenang sekaligus tidak mengabaikan potensi bahaya erupsi. Pemerintah memastikan pemantauan akan dilakukan secara berkelanjutan mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tetapi tidak boleh lengah. Presiden akan terus memantau perkembangan keadaan dan mengambil setiap keputusan serta langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan melindungi seluruh rakyat Indonesia," tulis @presidenrepublikindonesia.

"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada seluruh rakyat Indonesia," sambungnya.

Baca: Dugaan Kebocoran Informasi OTT Langkat dan Kuansing, KPK Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Hingga Minggu (06/09/2026), pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Anak Krakatau. Masyarakat diminta mengutamakan informasi resmi dan mematuhi seluruh rekomendasi petugas di lapangan. (SM)



Terkait
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi: IMYF 2026 Perkuat Solidaritas Pemuda Muslim Dunia
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi: IMYF 2026 Perkuat Solidaritas Pemuda Muslim Dunia
Drone Emprit Baca Sentimen Negatif atas Penggantian Kep
Pulihkan Pangan Nasional, Petani di Daerah Bencana Suma
Waduh... Menhaj Akui Hadapi Banyak "Titipan Kepentingan
Lainnya
BKSAP DPR RI: Gencatan Senjata Momentum Pengakuan Palestina Lebih Luas
BKSAP DPR RI: Gencatan Senjata Momentum Pengakuan Palestina Lebih Luas
Program Magrib Mengaji di Pekanbaru Bakal Diresmikan di
Amsakar Apresiasi STQ Tingkat Kecamatan Batam Kota Suks
KontraS Nilai Pelibatan Babinsa Sebagai Pelacak Covid-1
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind