Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Turun Jadi 55,1 Persen

Kanama
Senin, 31 Agustus 2026 18:18:33

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mengalami penurunan. Hasil survei terbaru Poltracking Indonesia mencatat tingkat kepuasan publik berada di angka 55,1 persen pada Agustus 2026.

Angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan sejumlah survei sebelumnya. Pada saat yang sama, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih berada di level 63,2 persen. Senin (31/08/2026).

Survei nasional Poltracking Indonesia dilakukan pada 14-20 Agustus 2026. Penelitian menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi.

Baca: Hendry Munief Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Dikembangkan, Baterai Bekas Potensi Baru

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil tersebut digunakan Poltracking untuk membaca evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan menjelang dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran pada Oktober 2026.

Kepuasan Pemerintah Terus Menurun

Baca: Polemik Desil Memanas, Kemensos dan BPS Buka Data Bersama CELIOS

Poltracking mencatat tren kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran terus bergerak turun dalam beberapa periode survei.

Kepuasan publik yang pada Oktober 2025 masih mencapai 78,1 persen, kemudian turun menjadi 74,1 persen pada Maret 2026. Angka tersebut kembali menurun pada survei berikutnya hingga mencapai 55,1 persen pada Agustus 2026.

Menurut Poltracking, kondisi tersebut tidak berarti pemerintah kehilangan seluruh modal dukungan masyarakat. Tingkat kepercayaan yang masih mencapai 63,2 persen dinilai memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan kinerja.

Baca: Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penting?

Ekonomi Jadi Perhatian Utama

Salah satu persoalan yang paling banyak disoroti masyarakat berkaitan dengan kondisi ekonomi rumah tangga.

Baca: Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Meterai Palsu, 16 Orang Jadi Tersangka

Sebanyak 57,1 persen responden menilai kondisi ekonomi dan keuangan rumah tangga saat ini baik. Namun, 34,1 persen lainnya menyatakan kondisi tersebut tidak baik.

Tekanan terhadap daya beli juga terlihat dari pengeluaran rumah tangga. Sebanyak 62,5 persen masyarakat mengaku pengeluaran mereka saat ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, 55,6 persen responden menilai harga kebutuhan pokok dalam satu bulan terakhir tidak terjangkau. Mahalnya harga kebutuhan pokok bahkan menjadi persoalan utama yang paling banyak disebut masyarakat, dengan angka 44,3 persen.

Baca: 15 Srikandi Polisi Militer Kawal Kirab Bendera Pusaka dari Monas Menuju Istana

Persoalan lapangan kerja juga menjadi salah satu aspek yang dinilai belum optimal ditangani pemerintah.

Program Pemerintah Ikut Disorot

Baca: Tito Karnavian Kaji Guru PPPK Jadi ASN Pusat, Beban APBD Daerah Bisa Berkurang

Program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) turut menjadi perhatian dalam survei tersebut.

Poltracking mencatat 49,2 persen masyarakat menyatakan tidak puas terhadap pelaksanaan MBG. Sementara itu, 55,6 persen responden mengaku tidak yakin KDMP mampu menjadi penggerak kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Temuan tersebut menunjukkan pemerintah masih perlu melakukan evaluasi terhadap implementasi program prioritas agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.

Baca: Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah, Penguatan Antikorupsi Dinilai Harus Jadi Agenda Utama

Kinerja Kabinet dan Penegakan Hukum

Selain program pemerintah, kinerja jajaran kabinet juga menjadi sorotan publik. Sebanyak 51,9 persen responden menilai pemerintahan Prabowo perlu melakukan perombakan atau reshuffle kabinet. Sebaliknya, 27,9 persen menilai reshuffle tidak diperlukan.

Baca: Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peserta Dipastikan Lebih Sedikit

Di sektor hukum, tingkat kepuasan masyarakat juga relatif rendah. Kepuasan terhadap penegakan hukum tercatat 44,8 persen, sedangkan pemberantasan korupsi berada di angka 46,6 persen.

Poltracking menilai persoalan tersebut menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk memperkuat konsistensi penegakan hukum sekaligus meningkatkan efektivitas kerja kabinet.

Lima Faktor Pemicu Penurunan Kepuasan

Baca: Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Asrama

Poltracking mengidentifikasi lima faktor yang dinilai ikut mendorong turunnya kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Faktor tersebut meliputi tekanan ekonomi dan melemahnya daya beli, persoalan implementasi program prioritas, kinerja serta komunikasi kabinet, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, serta persoalan checks and balances dan persepsi mengenai hubungan Presiden Prabowo dengan Wakil Presiden Gibran.

Baca: Utang Rp2,8 Triliun, Aset Perusahaan Udang Kaesang Tak Menutupi Liabilitas

Poltracking juga mencatat persepsi mengenai stabilitas politik masih menjadi perhatian. Sebanyak 51,9 persen masyarakat menilai stabilitas politik berada dalam kondisi yang perlu mendapat perhatian.

Dengan tingkat kepercayaan yang masih lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan, pemerintah dinilai memiliki kesempatan untuk membalikkan tren tersebut melalui kebijakan yang lebih responsif terhadap persoalan ekonomi, evaluasi program prioritas, peningkatan kinerja kabinet, penguatan penegakan hukum, serta perbaikan komunikasi politik. (SM)



Terkait
Sosialisasi Empat Pilar dengan Perempuan Muhammadiyah, Hendry Munief Puji Kontribusi PW Aisyiyah
Sosialisasi Empat Pilar dengan Perempuan Muhammadiyah, Hendry Munief Puji Kontribusi PW Aisyiyah
Stok Beras Aman, Firman Soebagyo Ingatkan Potensi Anoma
Lindungi Hajat Rakyat dari Kartel Pangan, Darmadi Doron
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Tindakan AS Tangkap Presiden V
Lainnya
Venue Rumah Biliar Golden Break, Lokasi Kejurprov Riau, Begini Harapan Lindawati
Venue Rumah Biliar Golden Break, Lokasi Kejurprov Riau, Begini Harapan Lindawati
SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru Sukses Gelar Kejua
Gaya Blusukan Ala Risma, Karakter atau Manuver?
Pemberdayaan Anak Yatim, Pemko Banda Aceh akan Dirikan
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Kriminal
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Metro Jaya Lakukan Penahanan
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Metro Jaya Lakukan Penahanan
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di J
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pendidikan
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hi
Wisuda Politeknik Kampar, Ahmad Yuzar Dorong Lulusan Ku