Anggaran MBG Dipisah, Komisi X DPR Dorong Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas APBN 2027

Kanama Amar
Jumat, 31 Juli 2026 14:03:33

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan peningkatan kesejahteraan guru dan mutu pembelajaran harus menjadi prioritas apabila anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi dibebankan pada alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN. Jumat (31/07/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Hetifah sebagai respons atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan agar pendanaan Program MBG dipisahkan dari anggaran pendidikan. Menurutnya, kebijakan tersebut membuka peluang agar dana pendidikan lebih fokus digunakan untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional.

"Prioritas utama yang selalu kami perjuangkan adalah peningkatan kualitas dan mutu pembelajaran, termasuk meningkatkan kesejahteraan guru dan mewujudkan pemerataan akses pendidikan," kata Hetifah dalam keterangannya.

Baca: Perpres Ojol Resmi Terbit, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen dan Jaminan Sosial Diatur

Ia menilai anggaran pendidikan semestinya diarahkan sepenuhnya untuk mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar, pemerataan layanan pendidikan, serta penguatan kapasitas tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Komisi X DPR RI, lanjut Hetifah, akan mengawal pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 agar sejalan dengan amanat putusan Mahkamah Konstitusi. Menurutnya, pembahasan pagu indikatif APBN 2027 telah dimulai sejak Juni 2026 dan akan berlanjut setelah Presiden menyampaikan Nota Keuangan RAPBN 2027 pada pertengahan Agustus mendatang.

Baca: Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi PNS

"Hal ini tentu menjadi perhatian kami. DPR RI bersama Pemerintah akan membahas alokasi anggaran tersebut hingga tercapai kesepakatan mengenai pagu definitif RAPBN Tahun Anggaran 2027," ucapnya.

Hetifah menjelaskan, realisasi pemisahan anggaran MBG dari anggaran pendidikan mulai APBN 2027 akan bergantung pada hasil pembahasan antara pemerintah dan DPR dalam penyusunan RAPBN mendatang.

Ia juga menilai putusan MK menjadi momentum penting untuk mengembalikan fungsi anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi. Dengan demikian, alokasi dana pendidikan dapat lebih difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan.

Baca: Desa Adat Sade Lombok Dilalap Api, Ratusan Bangunan Rumah Sasak Tinggal Puing

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait pendanaan Program Makan Bergizi Gratis. Dalam amar putusannya, MK menyatakan pemisahan anggaran MBG dari anggaran pendidikan mulai diterapkan pada APBN Tahun Anggaran 2027 dan paling lambat direalisasikan pada APBN Tahun Anggaran 2028.

Kebijakan tersebut dipandang menjadi dasar bagi pemerintah dan DPR untuk menyusun postur anggaran pendidikan yang lebih fokus terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, kesejahteraan guru, pemerataan akses pendidikan, serta penguatan mutu pendidikan nasional. (SM)



Terkait
Kemhan Jelaskan Alasan Logo Kementerian Terpasang di Kapal J7 Explorer Milik Haji Isam
Kemhan Jelaskan Alasan Logo Kementerian Terpasang di Kapal J7 Explorer Milik Haji Isam
Pakar Usul Nama RUU Perampasan Aset Diubah, DPR Diminta
Istana Jelaskan Alasan Kenaikan Tukin TNI dan Pegawai K
Drone Emprit Baca Sentimen Negatif atas Penggantian Kep
Lainnya
Tiga Pelajar Kritis setelah 2 Sepeda Motor Bertabrakan di Bundaran SMK HKBP Sidikalang
Tiga Pelajar Kritis setelah 2 Sepeda Motor Bertabrakan di Bundaran SMK HKBP Sidikalang
Seorang Jamaah Haji Aceh Kloter 11 Meninggal di Tanah S
Hujan Es Turun di Pidie Aceh
Tren Positif, Rupiah Menguat ke Rp 13.900 Terhadap Dola
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pendidikan
Syahrul Aidi Maazat Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Transformasi Kurikulum Pesantren di Kampar
Syahrul Aidi Maazat Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Transformasi Kurikulum Pesantren di Kampar
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai