Gelang Merah, Kuning, Hijau Jadi Penanda Kondisi Korban KM Virgo
KANALSUMATERA.com - BANJARMASIN – Gelang berwarna merah, kuning, dan hijau yang dikenakan sejumlah korban selamat KM Virgo Transport 8 ternyata memiliki fungsi penting dalam proses evakuasi. Warna tersebut menjadi penanda kondisi medis korban sekaligus membantu petugas menentukan prioritas penanganan.
Sejumlah penumpang KM Virgo Transport 8 yang berhasil dievakuasi terlihat menggunakan tanda berupa gelang atau pita berwarna pada pergelangan tangan. Penanda tersebut digunakan tim penyelamat untuk mengelompokkan korban berdasarkan tingkat kegawatan medis.
Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banjarmasin Singgih Pratondo menjelaskan, setiap warna memiliki arti berbeda dalam proses penanganan korban.
Baca: Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi Assegaf Viral, MUI Serukan Boikot
“Merah kondisi gawat darurat, kuning gawat tidak darurat atau mendesak, hijau tidak gawat tidak darurat / luka ringan,” kata Singgih saat dikonfirmasi, Senin (14/09/2026).
Dengan sistem tersebut, petugas dapat lebih cepat mengetahui korban yang membutuhkan pertolongan medis segera. Korban dengan kondisi paling kritis menjadi prioritas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca: Syahrul Aidi Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
Penggunaan tanda warna seperti ini menjadi bagian penting dalam proses triase, terutama ketika jumlah korban yang harus ditangani cukup banyak dalam situasi darurat.
Kondisi Terkini Korban KM Virgo
KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/09/2026). Kapal tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan dalam kondisi cuaca buruk saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Baca: Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Dalam proses evakuasi, sejumlah kapal membantu pencarian dan penyelamatan penumpang, di antaranya TB Mauhau 9, TB TCP, KM Cahaya Bahari, dan MV Haida.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari sumber tersebut, sebanyak 107 orang telah berhasil dievakuasi, dengan enam orang meninggal dunia dan satu korban mengalami luka berat. Operasi pencarian terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan.
Baca: Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Penanganan Karhutla
Polri juga menyiapkan enam Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Posko tersebut disiapkan untuk mendukung proses identifikasi korban, sementara operasi pencarian dan penyelamatan terus dilanjutkan.
Perkembangan jumlah korban masih dapat berubah seiring berlangsungnya operasi SAR. Laporan terbaru dari sejumlah media menyebut proses pencarian dan pendataan korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung pada Senin (14/09/2026). (SM)
