DPR Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah, Desak Pengawasan Keamanan Pendidikan Diperketat

Kanama Amar
Jumat, 7 Agustus 2026 18:23:25

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Temuan ratusan senjata api, air gun, hingga barang yang diduga berkaitan dengan narkotika di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, memicu perhatian serius dari DPR RI. Peristiwa tersebut dinilai menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat sistem keamanan di seluruh lingkungan pendidikan. Kamis (06/08/2026).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa sekolah harus tetap menjadi tempat yang aman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Karena itu, ia meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan dan pengawasan fasilitas pendidikan.

"Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bersama. Pemerintah, penyelenggara pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat standar keamanan sekolah, termasuk pengawasan terhadap pemanfaatan aset dan fasilitas sekolah agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar fungsi pendidikan," ujar Lalu Hadrian.

Baca: Abu Anak Krakatau Meluas, 6 Bandara Ditutup Termasuk Husein Sastranegara

Menurutnya, evaluasi tidak hanya menyasar aspek fisik sekolah, tetapi juga sistem pengawasan internal serta koordinasi dengan aparat keamanan apabila ditemukan potensi yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah.

"Keselamatan peserta didik merupakan prioritas utama. Jangan sampai ruang pendidikan yang seharusnya menjadi tempat tumbuh kembang anak justru menimbulkan rasa tidak aman," jelas dia.

Baca: Karyawan Akui Pinjamkan KTP dan ATM demi Uang, Sidang Korupsi Klaim BPJS Ungkap Modus Baru

Komisi X DPR RI juga mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan tata kelola keamanan di seluruh satuan pendidikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Minta Aparat Usut Tuntas Temuan di Sekolah

Selain mendorong evaluasi keamanan, Lalu Hadrian meminta kepolisian mengusut secara menyeluruh seluruh barang yang ditemukan di lingkungan sekolah tersebut. Ia menegaskan proses penyidikan harus berjalan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca: APBN Dipastikan Biayai Sekolah Rakyat, Purbaya Tegaskan Dukungan Penuh Program Prabowo

"Kami menghormati sepenuhnya proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh Kepolisian. Status hukum seluruh barang yang ditemukan tentu menjadi kewenangan penyidik untuk dibuktikan melalui pemeriksaan forensik, balistik, maupun penelusuran legalitas kepemilikannya," jelas Lalu Hadrian.

Ia menilai penyimpanan berbagai barang yang diduga berbahaya di kawasan sekolah merupakan persoalan serius karena menyangkut keselamatan peserta didik sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

Baca: Syahrul Aidi Apresiasi Putusan MK Soal Kuota Internet, Tegaskan Hak Konsumen Harus Dilindungi

"Namun, mengingat lokasi penyimpanannya berada di lingkungan sekolah, perkara ini harus ditangani secara serius karena menyangkut keselamatan peserta didik dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan," tutur Dia.

Lalu Hadrian juga menyoroti informasi mengenai dugaan temuan barang yang berkaitan dengan narkotika. Menurutnya, apabila hasil penyelidikan membuktikan adanya tindak pidana, seluruh pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai aturan yang berlaku.

"Apabila benar terdapat unsur tindak pidana, baik yang berkaitan dengan senjata maupun narkotika, maka seluruh pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum. Namun demikian, kita tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga proses hukum memperoleh kepastian," tegas Lalu Hadrian.

Baca: Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Asrama

Ia menambahkan bahwa hasil penyidikan nantinya harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengamanan sekolah secara nasional.

"Apa pun hasil penyidikan nantinya, negara berkewajiban memastikan bahwa seluruh satuan pendidikan memiliki sistem pengamanan yang baik dan terbebas dari aktivitas yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah," pungkas Lalu.

Baca: Ancam Gembok Dapur MBG Nasional, Mitra Ultimatum BGN Selesaikan Persoalan Sebelum 17 Agustus

Polisi Masih Selidiki Status Hukum Barang Temuan

Kasus ini bermula dari penemuan sebanyak 995 unit senjata api dan air gun di salah satu ruangan sekolah swasta di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 10 Juli 2026.

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan sekolah tersebut, Untung Sangaji, menjelaskan bahwa ruangan itu awalnya hendak dibuka untuk kepentingan kegiatan sekolah. Namun, saat dibuka, pihak sekolah justru menemukan sejumlah barang yang diduga merupakan senjata.

Baca: Dugaan Kebocoran Informasi OTT Langkat dan Kuansing, KPK Siapkan Evaluasi Menyeluruh

"Namun tiba-tiba ketika kita membuka (ruangan) untuk kepentingan sekolah ini, kita temukan peralatan yang disebut senjata. Air gun yang bisa membunuh karena larasnya itu polos tidak ada alur," kata Untung di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Dalam pemeriksaan lanjutan bersama kepolisian, ditemukan berbagai perlengkapan lain, di antaranya laras senjata kaliber 5,56 milimeter, senjata genggam kaliber 40 dan 9 milimeter, magazine Glock berkapasitas 30 peluru, senjata jenis Walther, senjata kaliber .22, magazine M4, hingga alat pembuat peluru yang diduga ilegal.

Baca: Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator lainnya.

Petugas juga menemukan barang yang diduga berkaitan dengan narkotika serta sekitar 25 keping VCD bermuatan pornografi.

Seluruh barang bukti kini telah diamankan Polres Metro Jakarta Selatan. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan status hukum masing-masing barang, termasuk membedakan airsoft gun berizin, senjata api, maupun perlengkapan lain yang diduga melanggar ketentuan hukum. (SM)



Terkait
Masyarakat Kampar Jakarta Gelar Halal Bi Halal, Pererat Silaturahmi dan Bahas Pembangunan Daerah
Masyarakat Kampar Jakarta Gelar Halal Bi Halal, Pererat Silaturahmi dan Bahas Pembangunan Daerah
Masalah BPJS Bersumber dari Belum Solidnya DTSEN: Komis
Guru Besar IPB Desak Dapur MBG Lebih Banyak Dikelola UM
Walau sudah Didukung Rudal MICA, Pemerintah Batal Beli
Lainnya
Pemkab Siak Menerima Penghargaan Adipura untuk Kelima Kalinya
Pemkab Siak Menerima Penghargaan Adipura untuk Kelima Kalinya
Libur Akhir Tahun: Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Men
PT TASPEN Bersama Pemkab Rohul Tandatangani Perjanjian
Pria yang Sempat DPO Satu Bulan dalam Kasus Sabu Dikena
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Kriminal
Dua TNI Kasus Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, Vonis Dipangkas
Dua TNI Kasus Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, Vonis Dipangkas
Bau Menyengat Terdeteksi Sebelum Mayat Ditemukan di Gar
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua T
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Nasional
Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara yang Terdampak Debu Vulkanik Anak Krakatau
Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara yang Terdampak Debu Vulkanik Anak Krakatau
Puan Buka Suara soal Wacana Penggabungan BMKG dan Badan
Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penti