Terungkap Modus Jual Beli Titik Dapur MBG, BGN Libatkan Kejaksaan Usut Dugaan Oknum Internal

Kanama Amar
Sabtu, 1 Agustus 2026 09:43:11

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan tersebut berkaitan dengan praktik jual beli titik dapur yang diduga melibatkan yayasan tertentu serta oknum internal BGN pada periode sebelumnya. Jumat (31/07/2026).

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk menelusuri dugaan pelanggaran tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya membenahi tata kelola program MBG agar berjalan sesuai ketentuan.

Sudaryono menjelaskan, dalam mekanisme awal program MBG, investor yang ingin membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG diwajibkan menggunakan modal sendiri. Sebelum proses pembangunan dilakukan, investor harus terlebih dahulu membentuk yayasan sebagai persyaratan administrasi sebelum memperoleh persetujuan dari BGN.

Baca: Perpres Ojol Resmi Terbit, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen dan Jaminan Sosial Diatur

"Mitra kan untuk bangun dapur dia keluarin uang sendiri. Kenapa yayasan, karena mekanisme administrasi peraturan Menteri Keuangan dan seterusnya, itu harus yayasan. Seharusnya mitra untuk bangun (dapur MBG), dia punya uang, dia bangun. Itu untuk bisa bangun itu harus bikin yayasan dulu kemudian yayasan-nya disubmit ke BGN untuk di-approve," jelas Sudaryono dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta.

Namun, berdasarkan hasil evaluasi internal, ditemukan dugaan bahwa terdapat yayasan yang memperoleh persetujuan meski tidak memiliki kemampuan finansial untuk membangun dapur MBG. Yayasan tersebut diduga kemudian menjual titik dapur kepada investor yang memiliki modal.

Baca: Puluhan Ribu Buruh Konvoi Motor Padati Jalan Sudirman, Lalu Lintas Jakarta Direkayasa

"Masalahnya yang sekarang ini, sekarang kita lagi sisir ini adalah begini, oknum di dalam BGN terdahulu, itu kemudian menyiapkan yayasan-yayasan kemudian di approve karena dia adalah oknum di dalam, dia yang meng-approve titik-titik ini. Jadi si yayasan yang di-approve ini adalah yayasan yang dia tidak punya uang," ungkap Sudaryono.

Menurutnya, investor yang mengambil alih pembangunan dapur kemudian diwajibkan memberikan sejumlah setoran kepada yayasan tersebut. Dugaan aliran dana inilah yang kini sedang didalami aparat penegak hukum.

"Kemudian memotong, ada potongan yang harus disetor kepada yayasan ini. Ini yang sekarang sedang diperiksa oleh kejaksaan bahwa oknum-oknum di sini itu terafiliasi dengan yayasan-yayasan tertentu yang dia menerima setoran," beber Sudaryono.

Baca: Peringatan Keamanan Arab Saudi Meningkat, Begini Kondisi Umrah Jemaah Indonesia

Ia menilai praktik tersebut berpotensi mengganggu kualitas pelaksanaan program MBG. Kewajiban menyetor dana kepada yayasan diduga membuat sebagian mitra menekan biaya operasional dapur agar tetap memperoleh keuntungan.

"Karena dia harus kasih setoran si mitra, karena investor ini kasih setoran maka yang terjadi adalah dia neken SPPG, dia entah gimana caranya kualitas makanannya dikurangi, karena dia harus menganggarkan untuk setoran potongan tadi," tuturnya.

Baca: Gelang Merah, Kuning, Hijau Jadi Penanda Kondisi Korban KM Virgo

Sudaryono menegaskan bahwa praktik semacam itu bertentangan dengan tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis yang mengutamakan pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Karena itu, BGN akan terus melakukan penyisiran terhadap berbagai dugaan modus serupa agar tidak lagi terjadi potongan yang membebani mitra maupun mengurangi kualitas layanan.

"Akan kita sisir semua untuk memastikan bahwa tidak boleh ada potongan-potongan tambahan lagi supaya menu yang tersedia untuk anak-anak kita, untuk ibu-ibu hamil dan menyusui ini menunya kemudian benar, baik, sesuai, bagus, bergizi bukan kemudian karena ada setoran kemudian dikurangi," terang Sudaryono. (SM)



Terkait
Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Mulai September, Pemerintah Diminta Jangan Persulit Warga
Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Mulai September, Pemerintah Diminta Jangan Persulit Warga
90 Persen Pemda Kena Sanksi Sampah, Menteri LH: Bisa Be
5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Menhan Instruksikan E
Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 C
Lainnya
Warga Sabang Tolak Rohingya, Punya Riwayat Sikap Tidak Baik Selama di Aceh
Warga Sabang Tolak Rohingya, Punya Riwayat Sikap Tidak Baik Selama di Aceh
Pemko Pekanbaru Targetkan Akhir Tahun 2021 tidak Pakai
Penembakan Di Masjid Al Noor Selandia Baru Berlangsung
Jair Bolsonaro Dilantik jadi Presiden Brazil
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Pendidikan
UPT SDN 014 Batu Belah Gelar Implementasi SPMI, Libatkan Sejumlah Sekolah di Kecamatan Kampar
UPT SDN 014 Batu Belah Gelar Implementasi SPMI, Libatkan Sejumlah Sekolah di Kecamatan Kampar
Kwarda Riau Buka Kursus Pelatih Pramuka Mahir Dasar, Di
Adam Syafaat: Perempuan Jadi Kunci Gerakan Pelestarian
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan