5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Menhan Instruksikan Evaluasi Menyeluruh Aspek Kesehatan
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan dalam pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah tersebut diambil menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti program pelatihan. Sabtu (27/06/2026).
"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Ketut menjelaskan, evaluasi yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas latihan sesuai kondisi fisik masing-masing peserta, serta penguatan pengawasan medis di setiap satuan pendidikan.
Baca: DPR Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah, Desak Pengawasan Keamanan Pendidikan Diperketat
Selain itu, Kementerian Pertahanan juga menjalin koordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna memperoleh dukungan asistensi medis, khususnya dalam upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan penyakit paru maupun penyakit menular di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, evaluasi juga mencakup penyempurnaan sistem profiling kesehatan peserta, mekanisme deteksi dini, sistem rujukan medis, hingga pengawasan kesehatan selama pelaksanaan pelatihan.
Baca: Target IKN Nol Kemiskinan 2035, Otorita Gandeng PNM Perkuat Pembiayaan UMKM Lokal
"Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," ungkapnya.
Ia menambahkan, peserta yang pada pemeriksaan lanjutan diketahui memiliki kondisi kesehatan tertentu, termasuk kehamilan atau penyakit khusus, akan memperoleh penanganan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan dengan mengutamakan keselamatan peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Ketut juga kembali menyampaikan belasungkawa atas wafatnya lima peserta yang tengah mengikuti pelatihan bela negara dan manajerial.
Baca: Kejagung Ungkap Dugaan Pemborosan Program MBG Capai Rp10,5 Triliun per Tahun
Ia memastikan seluruh peserta yang mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan penanganan awal dari tenaga medis di satuan pendidikan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.
Adapun lima peserta yang meninggal dunia yakni Yonanda Muhammad Taufik, Anisya Musyarofah, Novia Ramadani Sitorus, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.
Baca: Usai Pesan MenPAN-RB, Kepala BKN Ajak 6,7 Juta ASN Terus Mengabdi untuk Negeri
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, penyebab kematian masing-masing peserta berbeda, yaitu henti jantung (cardiac arrest), heat stroke, tuberkulosis paru aktif, pneumonia yang disertai komplikasi medis, serta satu kasus lainnya yang masih dalam proses pendalaman guna memperoleh gambaran medis yang lebih komprehensif. (SM)
