WALHI Sebut Realisasi Perhutanan Sosial di Riau Hanya 6 Persen

Alwira Fanzary
Jumat, 25 Januari 2019 19:10:12
Salah satu kawasan hutan di Riau

KANALSUMATERA.com - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) mengkritisi pelaksanan Program Perhutanan Sosial di Provinsi Riau sangat lamban karena realisasi hanya sekitar enam persen selama periode 2014-2018, dari alokasi yang dicanangkan pemerintah 1,42 juta hektare berdasarkan Peta Indikatif Alokasi Perhutanan Sosial atau PIAPS.

“Berdasarkan 1,42 juta hektare peta indikatir alokasi perhutanan sosial di Provinsi Riau, implementasinya masih berada di angka 6 persen, kurang dari 100 ribu hektare yang memperoleh izin dengan skema perhutanan sosial untuk masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Walhi Riau, Riko Kurniawan kepada Antara di Pekanbaru, Jumat.

Pemprov Riau mengeluhkan hambatan dalam realisasi perhutanan sosial karena ada konflik tenurial, akurasi kelayakan usaha, akses dan sinkronisasi. Karena itu, Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan strategi percepatan salah satunya dengan membentuk Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial (Pokja PPS) yang di Riau dibentuk pada Februari 2018.

“Hingga sekarang pemerintah daerahbelum ada target bahkan realisasi pemberian hak kelola hutan kepada masyarakat juga masih nihil,” kata Riko.

Ia mengatakan penyederhanaan peraturan yang menjadi strategi percepatan nyatanya tidak berjalan. Beberapa aturan yang dipandang secara parsial berdampak pada lambannya realisasi perhutanan sosial, dan juga kurananyg itikad politik.

Baca: Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penting?

“Keberpihakan politik pemerintah daerah untuk mengakomodir percepatan dan memberikan akses kepada masyarakat sangat lemah sekali,”

Capaian yang sangat rendah itu dinilainya belum mengakomodir secara eksplisit implementasi perhutanan sosial di lahan gambut serta implikasi penerapan moratorium gambut dan pascapengesahan Perda No.10/2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Riau. Implementasi yang sudah ada, lanjutnya, adalah berkat usulan dan kerja keras organisasi nonpemerintah sedangkan pemerintah daerah masih kurang komitmennya untuk menyukseskan program tersebut.

Berdasarkan data Walhi, hingga 2018 untuk skema hutan desa yang direalisasikan baru mencapai luas 43.910 hektare (ha) untuk 20 desa. Kemudian untuk skema hutan kemasyarakatan izin yang baru seluas 5.898 ha di sembilan desa. Untuk skema hutan tanaman rakyat baru seluas 4.192 ha, dan realisasi kemitraan hanya sekitar 4.000 ha.

“Pada 2018 belum satu pun pengusulan perhutanan sosial itu diproses dan diberikan akses oleh pemerintah provinsi. Ketimpangan penguasaan lahan ini bukan jadi prioritas pemerintah daerah,” katanya.

Walhi menilai, Riau adalah salah satu provinsi yang mengalami ketimpangan akses dan penguasaan lahan, terlebih di lahan gambut. Luas lahan gambut di Riau 50 persen dari total luasan Riau, yang mencapai sekitar 9 juta ha.

Baca: Prabowo ke Rusia, Putin Beri Kehormatan Khusus di Eastern Economic Forum

Lahan gambut lebih besar diberikan kepada korporasi industri kehutanan dan perkebunan. Hingga 2012, sekitar 1,5 juta ha lahan gambut Riau telah beralih fungsi maupun telah dibebani izin baik untuk hak guna usaha maupun hutan tanaman industri.

Ketimpangan tersebut tidak hanya berekses pada bencana ekologis seperti kebakaran hutan dan lahan gambut yang menyebabkan kabut asap dan pelepasan karbon ke atmosfer, namun juga menjadi faktor meningkatnya konflik agraria, penurunan ekonomi bagi masyarakat Riau serta perubahan sosial dan budaya.

“Hampir 5 juta hektar lahan Riau untuk investasi, bagaimana untuk rakyat?,” katanya. Kso



Terkait
Guru PPPK Dapat Kepastian Status, Ketua DPD Soroti Peluang Jadi PNS 2027
Guru PPPK Dapat Kepastian Status, Ketua DPD Soroti Peluang Jadi PNS 2027
Kemhan Siapkan Satu Yon TP dan Dua Batalyon Komcad di S
Rapat Pansus Daerah Kepulauan, Hendry Munief Soroti Pes
Kemenag Uji Coba Sistem Gaji Terintegrasi, Update Data
Lainnya
Dolar AS Menguat, KAMMI Ibnu Batutah UNRI Peringatkan Dampak Nyata bagi Ekonomi Rakyat Riau
Dolar AS Menguat, KAMMI Ibnu Batutah UNRI Peringatkan Dampak Nyata bagi Ekonomi Rakyat Riau
Besok KONI Kampar Dilantik, KNPI Kampar Siap Bersinergi
Polres Karimun Imbau Warga Perpanjang SIM Seminggu Sebe
Baru Tiga Menit Menikah, Perempuan di Kuwait Ini Minta
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pendidikan
Disdik Pekanbaru Tegaskan Sekolah Wajib Patuhi Kebijakan PJJ di Tengah Kabut Asap
Disdik Pekanbaru Tegaskan Sekolah Wajib Patuhi Kebijakan PJJ di Tengah Kabut Asap
Zulhas Ungkap 3 Kunci Sukses kepada 3.005 Mahasiswa Bar
Skor TKA SMA-SMK 2026 Berubah, Kini Gunakan Rentang 200
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket