Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Asrama

Kanama Amar
Kamis, 16 Juli 2026 21:40:07

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Rendahnya minat masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat (SR) berasrama pada jenjang Sekolah Dasar (SD) menjadi sorotan Anggota Komisi VIII DPR RI Derta Rohidin. Ia menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep penyelenggaraan sekolah berasrama untuk anak usia SD yang dinilai masih sangat membutuhkan pendampingan keluarga. Kamis (16/07/2026).

Menurut Derta, anak usia sekolah dasar berada pada fase perkembangan yang sangat bergantung pada kelekatan emosional dengan orang tua. Pada masa tersebut, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter, rasa aman, kepercayaan diri, hingga perkembangan moral dan spiritual anak.

"Kasih sayang orangtua tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh sistem pengasuhan di asrama, sebaik apa pun fasilitas yang disediakan. Banyak orangtua yang merasa belum siap berpisah dengan anaknya pada usia yang masih sangat dini. Kekhawatiran itu adalah sesuatu yang wajar dan harus dihormati," ujar Derta kepada wartawan.

Baca: Puan Maharani Soroti Kesehatan Warga Terdampak Karhutla, Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Ia menegaskan, kondisi minimnya peminat pada jenjang SD harus menjadi bahan evaluasi pemerintah agar pelaksanaan program tidak sekadar mengejar target, tetapi benar-benar memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Derta mengakui konsep sekolah berasrama memiliki manfaat bagi kelompok tertentu, terutama anak-anak yang tidak memiliki akses pendidikan memadai, berasal dari keluarga sangat rentan, atau tinggal di daerah terpencil. Namun, menurutnya, penerapan sistem tersebut tidak bisa disamaratakan bagi seluruh masyarakat.

Baca: DPR Pertanyakan Pengawasan TNI, Markas Judol Bisa Beroperasi di Rumah Dinas Cijantung

Karena itu, ia meminta Kementerian Sosial melakukan evaluasi komprehensif terhadap desain penyelenggaraan Sekolah Rakyat, khususnya untuk jenjang SD. Evaluasi tersebut, kata dia, harus mencakup aspek psikologis anak, kesiapan keluarga, efektivitas pola pengasuhan, serta tingkat penerimaan masyarakat terhadap program tersebut.

Selain evaluasi, Derta juga mengusulkan agar pemerintah memberikan fleksibilitas dalam model penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, tidak semua daerah harus menerapkan sistem berasrama penuh.

Di wilayah yang memungkinkan, konsep sekolah reguler maupun semi-boarding dinilai dapat menjadi alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca: Menag Bidik Dana Sosial Keagamaan Rp1.000 Triliun, Ini Sumber Potensinya

Ia juga berpendapat penyelenggaraan sekolah berasrama sebaiknya diprioritaskan bagi anak-anak yang memang memiliki kondisi khusus, seperti yatim piatu, anak telantar, berasal dari keluarga miskin ekstrem, korban bencana, maupun mereka yang tinggal di daerah dengan akses pendidikan yang sangat terbatas.

Derta memastikan DPR akan terus mengawal pelaksanaan Program Sekolah Rakyat agar benar-benar menjadi instrumen pengentasan kemiskinan yang efektif.

Baca: Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara yang Terdampak Debu Vulkanik Anak Krakatau

"Kita ingin Sekolah Rakyat menjadi kebijakan yang diterima masyarakat karena manfaatnya benar-benar dirasakan, bukan karena masyarakat dipaksa menyesuaikan diri," imbuhnya.

Sebelumnya, minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat Terintegrasi (SR) 2 Kota Pasuruan, Jawa Timur, untuk jenjang SD dilaporkan masih rendah. Kondisi tersebut disebut dipengaruhi keengganan banyak orang tua melepas anak-anak mereka tinggal di asrama pada usia yang masih dini. (SM)



Terkait
Menteri LH Dorong Istilah Pemulung Diubah Jadi Pekerja Pemilah Sampah
Menteri LH Dorong Istilah Pemulung Diubah Jadi Pekerja Pemilah Sampah
Korban KMP Mutiara Sentosa II Bertambah Jadi 238 Orang,
9 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026, Pukat
Hendry Munief Dorong Penguatan Industri Film Nasional d
Lainnya
Bupati Kasmarni Serahkan Bantuan Kepada Masjid, Anak Yatim dan Dhuafa
Bupati Kasmarni Serahkan Bantuan Kepada Masjid, Anak Yatim dan Dhuafa
Operasi Zebra Seligi: Tak Bawa SIM dan Pajak Mati Domin
Sagulung Dipilih Sebagai Kampung Inklusi Pertama di Kep
Aziz Martindaz Siap Maju di Pilkada Lingga 2020
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung