Guru PPPK Dapat Kepastian Status, Ketua DPD Soroti Peluang Jadi PNS 2027

Kanama
Kamis, 20 Agustus 2026 17:06:39

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Rencana pemerintah memberikan kepastian status bagi guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mendapat apresiasi dari Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Sultan menilai kebijakan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap guru dan tenaga kesehatan non-PNS di daerah. Menurutnya, kepastian status kepegawaian diharapkan dapat meningkatkan semangat pengabdian para tenaga pendidikan dan kesehatan.

"Kami mengapresiasi kebijaksanaan Pemerintah dan tentunya pimpinan DPR RI yang terus memberikan atensi khusus pada nasib para PPPK dan PPPK Paruh waktu. Kita berharap kabar baik ini akan meningkatkan semangat pengabdian saudara-saudara kita para Guru dan Nakes non PNS di daerah," ujar Sultan kepada wartawan, Kamis (20/08/2026).

Baca: Kemhan Jelaskan Alasan Logo Kementerian Terpasang di Kapal J7 Explorer Milik Haji Isam

Sultan juga memandang kepastian status ASN sebagai bentuk penghargaan negara kepada para abdi negara. Ia menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian terhadap kebijakan yang mengedepankan prinsip keadilan dan pemerataan.

"Harus kita akui Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki concern pada kebijakan yang berorietasi pada prinsip keadilan dan pemerataan. Itu nilai yang patut apresiasi sebagai warga bangsa," ucapnya.

Baca: Danantara Pangkas 874 Perusahaan BUMN, Tinggal 200 hingga Akhir 2026

DPD Soroti Kemampuan APBN

Selain persoalan status kepegawaian, Sultan menilai pemerintah memiliki ruang fiskal untuk membiayai kebutuhan ASN. Ia berharap kebijakan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

"Saya kira dengan APBN yang mencapai 4000 triliun, Pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk membiayai para ASN kita. Namun, kita juga ingin memastikan Pemerintah daerah tidak akan melakukan recruitment pegawai honorer," sebutnya.

Baca: Komisi III DPR Jemput Aspirasi Daerah, Matangkan RUU Perampasan Aset Berkeadilan

Pemerintah sebelumnya menyampaikan jumlah guru PPPK saat ini mencapai 955.245 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 231.246 orang merupakan PPPK paruh waktu yang bekerja sebagai guru.

Di sisi lain, kebutuhan guru secara nasional masih diproyeksikan mencapai 526.689 formasi. Angka tersebut menunjukkan kebutuhan penataan tenaga pendidik masih cukup besar di berbagai daerah.

Baca: Kemensos Gandeng ICW Kawal Sekolah Rakyat, Perkuat Pengawasan Cegah Korupsi

PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu

Menteri PAN-RB Rini Widyantini menyampaikan pemerintah menyiapkan skema bagi guru PPPK paruh waktu untuk beralih menjadi PPPK penuh waktu.

"PPPK paruh waktu akan diberikan kesempatan untuk menjadi PPPK penuh waktu yang akan dilakukan di tahun 2027," ujar Rini.

Baca: Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Mulai September, Pemerintah Diminta Jangan Persulit Warga

Selain itu, guru yang telah berstatus PPPK juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi PNS. Pendaftaran seleksi tersebut diperkirakan mulai dibuka pada awal 2027.

Pemerintah menyatakan skema perubahan status tersebut telah diperhitungkan dari sisi anggaran. Menteri Keuangan juga memastikan kebijakan tersebut dapat dijalankan dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal, dengan proyeksi defisit APBN 2027 sekitar 2,4 persen.

Baca: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Gantikan Nanik Deyang

Kebijakan penataan guru PPPK ini menjadi perhatian karena menyangkut kepastian karier tenaga pendidik sekaligus kebutuhan guru di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah diharapkan dapat memastikan pelaksanaannya berjalan transparan dan sesuai kebutuhan pendidikan nasional. (SM)

Terkait
Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf dan Janji Lunasi pada 2026
Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf dan Janji Lunasi pada 2026
Ahli Gizi Ingatkan Batas Aman Konsumsi Daging, Maksimal
Hendry Munief Soroti Informasi Piala Dunia 2026 Belum T
Pelunasan Biaya Haji Tahap Kedua Diperpanjang Hingga Ak
Lainnya
Hindari Korban Jiwa, Polsek Tenayan Raya Amankan TKP Semburan Gas dan Bantu Evakuasi Santri
Hindari Korban Jiwa, Polsek Tenayan Raya Amankan TKP Semburan Gas dan Bantu Evakuasi Santri
Mayat Di kebun Cabai, Polisi Temukan Gelas Plastik Beri
2 Pesawat Tempur Skadron Udara 12 Siaga di Lanud RHF Ta
Menghebohkan..! Ornamen Jalan Mirip Salib Ada di Depan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Ekonomi
Bupati Ahmad Yuzar Dorong UMKM Kampar Mandiri Lewat Pelatihan dan Zakat Produktif
Bupati Ahmad Yuzar Dorong UMKM Kampar Mandiri Lewat Pelatihan dan Zakat Produktif
Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk Bersihkan BUM
Daya Beli Melemah, UMKM Didorong Perkuat Ekosistem dari
Pendidikan
MAN 1 Pekanbaru Kirim Tujuh Peserta ke OSN Nasional 2026 Wakili Riau
MAN 1 Pekanbaru Kirim Tujuh Peserta ke OSN Nasional 2026 Wakili Riau
Abdul Kasim Desak Pemprov Riau Tuntaskan Status Lahan S
Peserta Jamnas XII Ikuti Wisata Edukasi Sejarah dan Bud
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I