Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Mulai September, Pemerintah Diminta Jangan Persulit Warga
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pemerintah tengah mematangkan skema baru penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes). Jika seluruh regulasi rampung, skema ini ditargetkan mulai diterapkan pada September 2026 sebagai bagian dari upaya memusatkan berbagai layanan pemerintah di tingkat desa. Jumat (24/07/2026).
Melalui mekanisme tersebut, Kopdes akan menjadi pusat penyaluran sejumlah program pemerintah, termasuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Selama ini, bansos disalurkan melalui transfer bank, sedangkan bantuan tunai PKH dicairkan melalui PT Pos Indonesia maupun bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Ke depan, pencairan bantuan berpeluang dilakukan di Kopdes yang memiliki gerai layanan bank Himbara sehingga masyarakat tidak lagi harus mengakses kantor pemerintahan untuk memperoleh berbagai layanan.
Baca: Habiburokhman Tegaskan RUU Perampasan Aset Tak Cuma Bidik Koruptor, 13 Kejahatan Masuk Sasaran
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menargetkan implementasi skema tersebut dimulai pada September mendatang.
"Karena kan sebelumnya kan di kantor-kantor pemerintahan? Nanti di Kopdes semua. Semua Koperasi Desa Merah Putih," ucapnya.
Baca: DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhirnya Dibayarkan
"Operasi kita perkirakan September," ujar dia.
Menurut Zulhas, pada September nanti ditargetkan sudah terbentuk 25.000 Kopdes. Jumlah itu akan terus bertambah hingga mencapai 35.862 unit pada akhir 2026.
"Agustus-September 25.000. Tetapi akhir tahun 35.862 akan jadi ya. 2 tahun perbaikan, dibenahi, diselesaikan, setelah 2 tahun diserahkan kepada desa. Nah ini. Desa, karena itu koperasi milik desa," ujar dia.
Baca: Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan skema penyaluran bansos melalui Kopdes masih dalam tahap pendalaman. Pemerintah masih mengkaji mekanisme terbaik agar distribusi bantuan tetap berjalan efektif tanpa menyulitkan masyarakat.
"Ada dua pilihannya, masih didalami ini skemanya. Yang seperti sekarang nanti Himbara atau bank-banknya akan membuka gerai di Koperasi Desa Merah Putih," ujar Gus Ipul saat ditemui di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta Pusat.
Baca: Korban KMP Mutiara Sentosa II Bertambah Jadi 238 Orang, Basarnas Masih Lanjutkan Operasi Pencarian
Menurutnya, salah satu opsi yang sedang dipelajari adalah penyaluran bansos melalui rekening Kopdes sehingga keluarga penerima manfaat dapat mengambil bantuan langsung di koperasi desa.
Namun, skema tersebut membutuhkan perubahan regulasi sehingga pemerintah kini mempercepat proses revisi aturan yang diperlukan.
"Itu sedang dipelajari, tapi kita perlu mengubah regulasi. Sehingga nanti penerima manfaat di desa itu, keluarga penerima manfaat di desa itu bisa mengambil di Koperasi Desa Merah Putih," ucap Gus Ipul.
Baca: Evaluasi MBG Difokuskan pada Validasi Penerima Manfaat dan Insentif SPPG yang Lebih Adil
Ia menegaskan, apa pun mekanisme yang nantinya dipilih pemerintah, kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama. Skema baru diharapkan mampu mempermudah akses penerima manfaat tanpa menambah beban birokrasi dalam proses pencairan bantuan sosial. (SM)
