Dapur MBG Bermasalah Terancam Ditutup, BGN: Tak Ada Toleransi bagi Pelanggaran
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur penyedia makanan yang terbukti melanggar aturan atau mengabaikan standar operasional dipastikan akan ditutup sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas program. Sabtu (25/07/2026).
Langkah tegas tersebut diambil menyusul evaluasi terhadap sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang dinilai tidak memenuhi ketentuan. Pemerintah menegaskan kualitas makanan, keamanan pangan, serta tata kelola program tidak boleh dikompromikan.
Baca: Usai Pesan MenPAN-RB, Kepala BKN Ajak 6,7 Juta ASN Terus Mengabdi untuk Negeri
BGN menekankan bahwa setiap mitra penyelenggara wajib mematuhi standar yang telah ditetapkan, mulai dari proses pengolahan, kebersihan dapur, distribusi makanan, hingga aspek keamanan pangan. Dapur yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi tegas, termasuk penghentian operasional.
"Tak ada toleransi untuk pelanggaran."
Baca: Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Asrama
Selain penindakan, BGN juga memperkuat sistem pengawasan melalui audit dan evaluasi berkala terhadap seluruh dapur MBG di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diterima para penerima manfaat benar-benar memenuhi standar gizi dan keamanan.
Pemerintah berharap pembenahan tersebut dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program strategis nasional itu. Evaluasi juga akan terus dilakukan agar seluruh mitra menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku dan mengutamakan keselamatan serta kesehatan penerima manfaat. (SM)
