Orang Tua Penerima MBG Berpeluang Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi
KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Pemerintah menyiapkan sinergi program perumahan bagi orang tua penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Skema tersebut mencakup bantuan bedah rumah, rumah subsidi, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan.
Rencana ini dibahas Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam pertemuan di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Rabu (19/08/2026). Keduanya membahas peluang menghubungkan program perumahan dengan data keluarga penerima MBG.
Maruarar mengatakan terdapat tiga program strategis yang berpotensi diberikan kepada orang tua penerima MBG, yakni program bedah rumah, rumah subsidi, serta KUR perumahan.
Baca: DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhirnya Dibayarkan
"KUR perumahan baru diciptakan Presiden Prabowo untuk membantu UMKM. (Kredit) Rp 100 juta ke bawah tidak perlu pakai jaminan dan bunganya 6,5 persen. Dan itu saya rasa juga cocok dengan orang tua penerima daripada MBG," ujar Ara di Kantor Kementerian PKP, Jl. Raden Patah, Jakarta Selatan, Rabu (19/08/2026).
Menurut Maruarar, pemerintah akan menyiapkan kuota sekaligus sistem yang diperlukan agar program perumahan tersebut dapat disinergikan dengan pelaksanaan MBG. Pengumpulan data calon penerima juga akan dilakukan sebagai bagian dari persiapan.
Baca: Polda Riau Turunkan Tim Medis dan Trauma Healing untuk Warga Terdampak Karhutla Kerumutan
Program sinergi antara sektor perumahan dan MBG itu ditargetkan mulai berjalan pada Februari 2027. Namun, penerima tetap harus memenuhi persyaratan masing-masing program yang ditetapkan pemerintah.
Keluhan Kondisi Rumah dari Penerima MBG
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, pihaknya menerima sejumlah keluhan dari orang tua penerima MBG melalui saluran pengaduan. Aduan yang masuk tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program makanan bergizi, tetapi juga menyangkut kondisi tempat tinggal.
Baca: Wabup Kampar Dorong PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
"Ada juga (orang tua penerima MBG) yang kemudian berkeluh kesah terkait keadaan rumah. Ada yang nggak punya rumah dan lain sebagainya," ucap Sudaryono.
Sudaryono menilai persoalan hunian tersebut perlu mendapat perhatian karena sebagian keluarga penerima MBG berada di wilayah yang jauh dari pusat perkotaan. Karena itu, ia mendorong agar keluarga yang memenuhi kriteria dapat dihubungkan dengan berbagai program perumahan pemerintah.
Baca: Polda Metro Sebut Jakarta Tetap Aman, Aktivitas Warga Berjalan Normal
Selain orang tua penerima MBG, Sudaryono juga mengusulkan adanya kuota program perumahan bagi kepala dapur MBG. Usulan tersebut ditujukan bagi mereka yang memenuhi ketentuan dan persyaratan program.
Dengan adanya sinergi tersebut, pemerintah berharap kebutuhan pangan bergizi dan persoalan hunian masyarakat dapat ditangani melalui program yang lebih terintegrasi. (SM)
