Green Policing Diperkenalkan, Kapolda Riau Bekali Taruna Akpol
KANALSUMATERA.com - SEMARANG – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengingatkan para taruna Akademi Kepolisian (Akpol) agar memiliki pemahaman luas mengenai wilayah, termasuk kondisi lingkungan. Pesan tersebut disampaikan saat dirinya memberikan kuliah umum kepada ratusan taruna Akpol di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (03/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Herry memperkenalkan konsep Green Policing yang menempatkan persoalan lingkungan sebagai salah satu bagian penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas masyarakat.
Menurut Herry, perkembangan persoalan keamanan saat ini tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan. Kerusakan ekosistem dapat memunculkan berbagai risiko sosial dan keamanan sehingga aparat kepolisian perlu memiliki wawasan ekologis.
Baca: Hendry Munief Dorong Hilirisasi Kopi, Nilai Tambah Harus Naik: Petani dan Pengusaha harus Untung
"Oleh karena itu, isu lingkungan sudah sepatutnya masuk dalam radar prioritas kerja kepolisian."
Ia menjelaskan, Green Policing menggabungkan sejumlah pendekatan, mulai dari penguatan data untuk pencegahan, penegakan hukum yang berkeadilan, hingga pemulihan ekosistem.
Baca: Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah, Penguatan Antikorupsi Dinilai Harus Jadi Agenda Utama
Pendekatan tersebut juga membutuhkan kerja sama lintas sektor dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta unsur terkait lainnya.
Herry menilai pemahaman seorang polisi terhadap suatu wilayah tidak cukup hanya berdasarkan data kependudukan maupun angka kriminalitas. Kondisi alam dan karakteristik lingkungan juga perlu dipahami karena berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
"Saya ingin menyampaikan sesuatu yang sangat sederhana: jadilah polisi yang mengenal alam. Ketika kalian nanti ditempatkan di sebuah wilayah, jangan hanya hafal jumlah penduduk dan angka kriminalitas,"
Baca: Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peserta Dipastikan Lebih Sedikit
Ia kemudian menekankan pentingnya memahami karakter wilayah sebagai bagian dari tugas kepolisian.
"Memahami wilayah berarti memahami masyarakat, dan memahami masyarakat berarti memahami keamanan,"
Baca: Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief Dorong Solusi dari Kemenhan dan KKP RI
Green Policing Jadi Pendekatan Keamanan
Konsep Green Policing yang diperkenalkan Herry merupakan pendekatan yang memperluas perspektif kepolisian dalam melihat persoalan keamanan. Lingkungan dipandang memiliki hubungan erat dengan kondisi sosial dan keamanan masyarakat.
"Premisnya sederhana, kerusakan lingkungan dapat menghasilkan risiko keamanan,"
Baca: Pemerintah Hentikan Latsarmil Manajer Kopdes, Pelatihan Diubah Usai Lima Peserta Meninggal
Dalam penerapannya, teknologi dan data dapat digunakan untuk membaca perubahan lingkungan serta menentukan prioritas penanganan. Sementara masyarakat berperan memberikan informasi mengenai kondisi di lapangan.
Herry juga mengajak para calon perwira Polri untuk memahami bahwa menjaga lingkungan bukan berarti meninggalkan tugas utama kepolisian. Sebaliknya, wawasan ekologis dapat menjadi bagian dari upaya memahami keamanan secara lebih menyeluruh.
Baca: Anggota DPR Usulkan Pelatihan Calon Manajer Kopdes Tetap Berjalan Tanpa Latsarmil
"Keamanan saat ini semakin terkait erat dengan persoalan lingkungan dan keberlanjutan. Menjadi polisi yang mengenal alam bukan berarti meninggalkan tugas utama kepolisian, melainkan memperluas cara kita dalam memahami dan menjaga keamanan itu sendiri," pungkas Irjen Pol Herry Heryawan.
Pesan tersebut menjadi bagian dari pembekalan bagi para taruna Akpol agar kelak mampu menghadapi persoalan keamanan yang semakin kompleks dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan. (SM)
