Green Policing Diperkenalkan, Kapolda Riau Bekali Taruna Akpol

Kanama
Sabtu, 3 Oktober 2026 14:34:19

KANALSUMATERA.com - SEMARANG – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengingatkan para taruna Akademi Kepolisian (Akpol) agar memiliki pemahaman luas mengenai wilayah, termasuk kondisi lingkungan. Pesan tersebut disampaikan saat dirinya memberikan kuliah umum kepada ratusan taruna Akpol di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (03/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Herry memperkenalkan konsep Green Policing yang menempatkan persoalan lingkungan sebagai salah satu bagian penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas masyarakat.

Menurut Herry, perkembangan persoalan keamanan saat ini tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan. Kerusakan ekosistem dapat memunculkan berbagai risiko sosial dan keamanan sehingga aparat kepolisian perlu memiliki wawasan ekologis.

Baca: Prabowo Jamu El-Sisi di Istana Negara, Hubungan Historis Indonesia-Mesir Jadi Sorotan

"Oleh karena itu, isu lingkungan sudah sepatutnya masuk dalam radar prioritas kerja kepolisian."

Ia menjelaskan, Green Policing menggabungkan sejumlah pendekatan, mulai dari penguatan data untuk pencegahan, penegakan hukum yang berkeadilan, hingga pemulihan ekosistem.

Baca: HUT ke-81 TNI, Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru Termasuk Enam Kodam

Pendekatan tersebut juga membutuhkan kerja sama lintas sektor dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta unsur terkait lainnya.

Herry menilai pemahaman seorang polisi terhadap suatu wilayah tidak cukup hanya berdasarkan data kependudukan maupun angka kriminalitas. Kondisi alam dan karakteristik lingkungan juga perlu dipahami karena berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

"Saya ingin menyampaikan sesuatu yang sangat sederhana: jadilah polisi yang mengenal alam. Ketika kalian nanti ditempatkan di sebuah wilayah, jangan hanya hafal jumlah penduduk dan angka kriminalitas,"

Baca: Hendry Munief Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Dikembangkan, Baterai Bekas Potensi Baru

Ia kemudian menekankan pentingnya memahami karakter wilayah sebagai bagian dari tugas kepolisian.

"Memahami wilayah berarti memahami masyarakat, dan memahami masyarakat berarti memahami keamanan,"

Baca: Abu Anak Krakatau Meluas, 6 Bandara Ditutup Termasuk Husein Sastranegara

Green Policing Jadi Pendekatan Keamanan

Konsep Green Policing yang diperkenalkan Herry merupakan pendekatan yang memperluas perspektif kepolisian dalam melihat persoalan keamanan. Lingkungan dipandang memiliki hubungan erat dengan kondisi sosial dan keamanan masyarakat.

"Premisnya sederhana, kerusakan lingkungan dapat menghasilkan risiko keamanan,"

Baca: Habiburokhman Tegaskan RUU Perampasan Aset Tak Cuma Bidik Koruptor, 13 Kejahatan Masuk Sasaran

Dalam penerapannya, teknologi dan data dapat digunakan untuk membaca perubahan lingkungan serta menentukan prioritas penanganan. Sementara masyarakat berperan memberikan informasi mengenai kondisi di lapangan.

Herry juga mengajak para calon perwira Polri untuk memahami bahwa menjaga lingkungan bukan berarti meninggalkan tugas utama kepolisian. Sebaliknya, wawasan ekologis dapat menjadi bagian dari upaya memahami keamanan secara lebih menyeluruh.

Baca: DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhirnya Dibayarkan

"Keamanan saat ini semakin terkait erat dengan persoalan lingkungan dan keberlanjutan. Menjadi polisi yang mengenal alam bukan berarti meninggalkan tugas utama kepolisian, melainkan memperluas cara kita dalam memahami dan menjaga keamanan itu sendiri," pungkas Irjen Pol Herry Heryawan.

Pesan tersebut menjadi bagian dari pembekalan bagi para taruna Akpol agar kelak mampu menghadapi persoalan keamanan yang semakin kompleks dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan. (SM)



Terkait
Pelatihan Kopdes Merah Putih Disorot, Kemhan Tegaskan Peserta Bukan Digaji Rp10 Juta
Pelatihan Kopdes Merah Putih Disorot, Kemhan Tegaskan Peserta Bukan Digaji Rp10 Juta
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Gant
BGN Raih Opini WTP dari BPK, Laporan Keuangan Era Dadan
Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas Kasus Batu Bara, Hab
Lainnya
Pekanbaru Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Rapat Koordinasi Teknis Se-Indonesia
Pekanbaru Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Rapat Koordinasi Teknis Se-Indonesia
Pakar Benarkan Dugaan Prabowo, Unicorn Bisa Bawa Kabur
Wapres JK Tutup Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu
Sebuah Bangunan Salon di Semarang Banjir dan Lonsor, Pe
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria