Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Penanganan Karhutla
KANALSUMATERA.com - KALIMANTAN BARAT — Presiden Prabowo Subianto langsung memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/08/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla di Kalimantan berjalan cepat, terpadu, dan efektif. Setibanya di Kalbar, Presiden menerima laporan mengenai kondisi terkini kebakaran serta langkah yang telah dilakukan pemerintah dan aparat di lapangan.
Rapat penanganan karhutla digelar di Lanud Supadio dengan melibatkan jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, Basarnas, serta unsur terkait lainnya. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menyampaikan bahwa Presiden ingin memastikan seluruh unsur bergerak secara terpadu menghadapi kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.
Baca: DPR Tetapkan Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI Periode 2026-2031
Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi karhutla di Kalimantan Barat. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, luas karhutla di provinsi tersebut sejak Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai sekitar 38.310,86 hektare.
Kabupaten Ketapang tercatat sebagai wilayah dengan luasan karhutla terbesar, mencapai 12.443 hektare. Selanjutnya Kubu Raya sekitar 8.614 hektare, Mempawah 6.144 hektare, dan Sambas 2.318 hektare.
Baca: Mentan Amran Copot 14 Pejabat Kementan, Dugaan Penyimpangan Uang Miliaran Diperiksa
Selain rapat koordinasi, Presiden juga dijadwalkan meninjau langsung kondisi karhutla melalui pemantauan udara. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai titik-titik kebakaran sekaligus memastikan strategi penanganan di lapangan berjalan sesuai arahan.
Penanganan karhutla turut diperkuat melalui operasi darat dan udara. Pemerintah menyiapkan dukungan personel TNI serta armada helikopter untuk mempercepat pemadaman, termasuk melalui operasi water bombing. Pemerintah juga terus menjalankan operasi modifikasi cuaca sesuai kondisi atmosfer dan ketersediaan awan.
Kehadiran Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga memperkuat koordinasi penanganan karhutla bersama pemerintah daerah.
Baca: MA Koreksi Kasus Timah: Kerusakan Lingkungan Rp271 Triliun Bukan Kerugian Negara
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan dunia usaha agar kebakaran dapat ditangani dengan cepat serta tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Dengan turun langsung ke Kalimantan Barat, Presiden Prabowo memastikan penanganan karhutla menjadi prioritas dan meminta seluruh unsur terkait bergerak cepat untuk melindungi masyarakat, mengendalikan kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap lingkungan dan aktivitas warga. (SM)
