Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Tifatul Sembiring, mendorong pemerintah untuk mengarahkan pengembangan pariwisata nasional ke wilayah Indonesia bagian utara. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama .
Dalam forum tersebut, Tifatul menilai arah kebijakan pariwisata saat ini masih belum merata dan cenderung terpusat pada destinasi tertentu.
“Bukan kita tidak setuju dengan Bali, tapi spot Indonesia itu luas sekali,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan perlunya pemerataan pembangunan sektor pariwisata agar tidak hanya bergantung pada destinasi yang sudah mapan.
Baca: Pemerintah Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter Untuk Kapal 30-200 GT
Dalam RDP itu, Tifatul juga memperkenalkan gagasan pengembangan kawasan “ekonomi utara” sebagai strategi memperluas pusat pertumbuhan baru. Menurutnya, wilayah Indonesia bagian utara memiliki keunggulan geografis karena berdekatan dengan jalur perdagangan internasional dan pasar wisata potensial di kawasan Asia.
Ia menilai wilayah seperti Sumatera, Kepulauan Riau, Kalimantan, hingga kawasan Indonesia timur memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan baru.
Devisa Pariwisata Dinilai Belum Optimal
Selain itu, Tifatul menyoroti kontribusi devisa sektor pariwisata Indonesia yang dinilai masih tertinggal dibandingkan negara lain di kawasan Asia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi besar pariwisata nasional belum dimanfaatkan secara maksimal.
Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperluas fokus kebijakan, termasuk melalui pemerataan investasi, penguatan infrastruktur, serta promosi destinasi baru di luar kawasan yang selama ini menjadi prioritas.
Baca: Pemerintah Hentikan Latsarmil Manajer Kopdes, Pelatihan Diubah Usai Lima Peserta Meninggal
Peluang Besar untuk Riau dan Kepri
Kebijakan pengembangan pariwisata kawasan utara dinilai sangat relevan bagi wilayah Riau dan Kepulauan Riau yang berada di jalur strategis internasional, khususnya Selat Malaka.
Daerah seperti Batam, Bintan, dan Karimun berpotensi menjadi pintu gerbang wisata internasional apabila didukung oleh kebijakan terintegrasi, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kemudahan investasi.
Dorongan yang disampaikan Tifatul Sembiring dalam RDP bersama Kementerian Pariwisata menjadi sinyal kuat pentingnya pemerataan pengembangan sektor pariwisata nasional. Dengan membuka potensi Indonesia bagian utara, pemerintah diharapkan mampu meningkatkan daya saing pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih inklusif.
