Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, Ini Penjelasan Petugas

Kanama
Kamis, 24 September 2026 11:46:22

KANALSUMATERA.com - LAMPUNG SELATAN – Perubahan bentang alam terjadi di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan. Daratan baru dengan luas sekitar 30,3 hektare muncul di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung.

Kemunculan daratan tersebut berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Material vulkanik yang terlontar dari gunung api kemudian terakumulasi secara bertahap hingga membentuk permukaan daratan baru.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan adanya daratan baru tersebut.

Baca: Kasus Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Berujung Pencopotan Kapolres

"Ya, hasil dari letusan kemarin itu. Kurang lebih 30,3 hektare," ujar Suwarno, Rabu (23/09/2026).

Menurut Suwarno, daratan tersebut tidak terbentuk secara tiba-tiba akibat satu kali letusan. Material hasil erupsi telah mengalami penumpukan seiring meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Baca: Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Puan Minta Kekuatan APBN Dikaji

Lokasi daratan baru itu juga masih berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung. Petugas pemantauan terus mengamati perubahan yang terjadi di kawasan tersebut.

"Ya, enggak jauh, di sekitar itu aja. Hasil dari situ, lontaran apa... hasil erupsi kemarin itu di situ," katanya.

Muncul Spekulasi Cucu Krakatau

Baca: BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah

Kemunculan daratan baru seluas 30,3 hektare tersebut kemudian memunculkan spekulasi di tengah masyarakat. Salah satunya terkait kemungkinan terbentuknya gunung api baru yang populer disebut sebagai "cucu Krakatau".

Namun, petugas pemantauan belum dapat memastikan bahwa daratan baru tersebut merupakan awal terbentuknya gunung api baru.

Baca: Syahrul Aidi Fasilitasi Kerjasama Pemprov Riau dengan Jepang: Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi

Suwarno menegaskan, perubahan daratan akibat akumulasi material erupsi tidak bisa langsung dijadikan bukti munculnya pusat erupsi baru.

"Ya, enggak jugalah, enggak," ujarnya ketika ditanya mengenai kemungkinan daratan tersebut menjadi cikal bakal "cucu Krakatau".

Ia menjelaskan Gunung Anak Krakatau masih memiliki sistem saluran magma di bawah permukaan. Namun, kondisi magma di dalam bumi tidak dapat diketahui hanya berdasarkan perubahan yang terlihat di permukaan.

Baca: Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Turun Jadi 55,1 Persen

"Ya, namanya magma gitu kan, dia mencari celah-celah yang lebih ringan akan keluar," kata dia.

Karena itu, kemungkinan terbentuknya pusat erupsi baru masih membutuhkan pengamatan lebih lanjut.

Baca: Bahlil Tanggapi Pujian Prabowo, Pilih Buktikan Kinerja Lewat Kerja Nyata

"Enggak tahu juga gitu kan, namanya di dalam, di dalam bumi kita enggak tahu," ujarnya.

Status Gunung Anak Krakatau Turun Menjadi Waspada

Kemunculan daratan baru tersebut terjadi setelah Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada 2026.

Baca: Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah, Penguatan Antikorupsi Dinilai Harus Jadi Agenda Utama

Gunung Anak Krakatau sebelumnya berstatus Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026. Setelah dilakukan evaluasi terhadap perkembangan aktivitas gunung api, statusnya kemudian diturunkan menjadi Level II atau Waspada pada 21 September 2026 pukul 18.30 WIB.

Meski status aktivitas telah turun, pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau tetap dilakukan. Masyarakat dan pengunjung juga perlu mengikuti rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan otoritas terkait.

Baca: Kejagung Ungkap Dugaan Pemborosan Program MBG Capai Rp10,5 Triliun per Tahun

Dengan demikian, daratan baru seluas 30,3 hektare yang muncul di sekitar Anak Krakatau saat ini lebih tepat dipahami sebagai hasil akumulasi material vulkanik. Sementara kemungkinan terbentuknya gunung api baru atau "cucu Krakatau" belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemantauan serta kajian lebih lanjut. (SM)



Terkait
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawa
Pulihkan Pangan Nasional, Petani di Daerah Bencana Suma
Waduh... Menhaj Akui Hadapi Banyak "Titipan Kepentingan
Lainnya
Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
Syahrul Aidi Kumpulkan Lima Balai PUPR, Evaluasi dan Pr
DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuanga
Haji Debarkasi Padang Meninggal Di Tanah Suci Jadi 13 O
Kriminal
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desa
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Pendidikan
Bupati Ahmad Yuzar Dorong Wisudawan STIE Bangkinang Kuasai Teknologi dan Ciptakan Lapangan Kerja
Bupati Ahmad Yuzar Dorong Wisudawan STIE Bangkinang Kuasai Teknologi dan Ciptakan Lapangan Kerja
Gelar Karya PPG Universitas Pahlawan 2026 Tampilkan Ino
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Nasional
Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Suyudi Turut Mendampingi
Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Suyudi Turut Mendampingi
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengeraha
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai