Bahlil Tanggapi Pujian Prabowo, Pilih Buktikan Kinerja Lewat Kerja Nyata
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons pujian Presiden Prabowo Subianto terhadap kinerjanya dengan sikap rendah hati. Bahlil menilai penilaian terhadap menteri merupakan kewenangan Presiden sehingga dirinya tidak ingin berlebihan menanggapi skor yang diberikan. Jumat (07/08/2026).
Bahlil menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri peluncuran dan bedah buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Jakarta Pusat.
"Ya, terkait dengan skor, itu mungkin mempunyai kewenangan prerogatif untuk menilai semua anggota kabinetnya adalah Bapak Presiden. Jadi, saya tidak boleh menyampaikan apa pun dari apa yang diberikan. Saya pikir nilai berapapun itulah hak Bapak Presiden. Saya menerima sebagai orang yang dinilai," ungkapnya.
Baca: Putusan MK Tegaskan MBG Tetap Konstitusional, Pemerintah dan DPR Diminta Segera Pisahkan Anggaran
Menurut Bahlil, perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku pernah diremehkan oleh sejumlah pihak. Namun, kondisi tersebut justru menjadi dorongan untuk membuktikan kemampuan melalui kerja dan capaian nyata.
“Kita harus menjawabnya dengan kerja tanpa menyerah untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Baca: Anggaran MBG Dipisah, Komisi X DPR Dorong Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas APBN 2027
Bahlil Luncurkan 10 Buku
Dalam kegiatan tersebut, Bahlil juga meluncurkan 10 buku yang mengulas perjalanan hidup, pengalaman, serta kiprahnya dalam pemerintahan.
Ia menjelaskan, buku-buku tersebut merupakan hasil kolaborasi yang merekam perjalanan kariernya sejak menjabat di Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hingga dipercaya memimpin Kementerian ESDM.
Baca: Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Bahlil berharap kisah dan pengalaman yang dituangkan dalam buku tersebut dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia juga menilai latar belakang pendidikan seseorang bukan menjadi satu-satunya ukuran untuk menentukan kualitas maupun keberhasilan seseorang.
Baca: Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan Haji 2026 Namun Memberikan Catatan Perbaikan
“Bagi saya, kampus itu tidak menjamin kualitas seseorang. Yang menjamin kualitas seseorang adalah orang itu sendiri. Jadi, karya itu tergantung dari seberapa besar kemampuan orang, individu, untuk melakukan secara sungguh-sungguh dengan sesuatu yang baik, yang dampaknya bagi rakyat bangsa negara,” ujar Bahlil.
Prabowo Beri Nilai 88-89
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM.
Baca: Masyarakat Kampar Jakarta Gelar Halal Bi Halal, Pererat Silaturahmi dan Bahas Pembangunan Daerah
Prabowo menilai Bahlil mampu menjalankan tugas di tengah dinamika geopolitik global yang turut berdampak terhadap harga energi dunia.
Menurut Prabowo, salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah kemampuan pemerintah menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan.
Baca: Sosialisasi Empat Pilar dengan Perempuan Muhammadiyah, Hendry Munief Puji Kontribusi PW Aisyiyah
“Karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus dalam mengelola energi kita, kita bisa menjaga BBM yang disubsidi tetap kita tidak naikkan. Meski banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih asik, masih tenang,” ujar Prabowo.
Presiden kemudian meminta Bahlil terus melanjutkan pengabdian dan memperbaiki kinerjanya selama pemerintahan masih berjalan.
"Teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya. Ambil manfaat dari apa yang sudah kaupelajari. Saya terus menilai pekerjaan dia dan saya menilai sampai sekarang dia harus saya kasih rapor memuaskan," ujar dia.
Baca: Stok Beras Aman, Firman Soebagyo Ingatkan Potensi Anomali Cuaca Ganggu Distribusi jelang Ramadhan
Prabowo bahkan menyebut nilai kinerja Bahlil berada pada kisaran 88-89 jika penilaian tersebut dikonversikan ke angka.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa pemerintahan saat ini belum memasuki akhir masa jabatan. Karena itu, masih tersedia waktu untuk melakukan perbaikan terhadap berbagai aspek kinerja pemerintah.
Baca: Jaga Kedaulatan Negara, Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
“Jadi masih ada waktu untuk memperbaiki, untuk yang lain-lain masih ada waktu memperbaiki nilai,” ucapnya. (SM)
