Polemik Desil Memanas, Kemensos dan BPS Buka Data Bersama CELIOS

Kanama
Sabtu, 12 September 2026 11:25:53

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Polemik penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Center of Economic and Law Studies (CELIOS) duduk bersama membahas metodologi penentuan desil dan ketepatan sasaran bantuan sosial (bansos).

Pembahasan tersebut berlangsung dalam Diskusi Metodologi Penentuan Desil dan Pengukuran Kemiskinan di Indonesia di Auditorium Politeknik Statistika STIS, Jakarta, Jumat (11/09/2026).

Forum tersebut membahas sejumlah persoalan mulai dari mekanisme penentuan desil, keterbatasan metode yang digunakan, hingga langkah perbaikan agar penyaluran bansos semakin tepat sasaran.

Baca: Sejumlah Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta Ditutup, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif

Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Kemensos, Andy Kurniawan, menjelaskan desil dibutuhkan karena sejumlah program perlindungan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako, memiliki sasaran penerima yang ditentukan berdasarkan tingkat kebutuhan.

Menurut Andy, ketika jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan lebih besar dibandingkan kemampuan anggaran pemerintah, diperlukan mekanisme pemeringkatan untuk menentukan penerima yang menjadi prioritas.

Baca: Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Riau Jadi Wilayah dengan Kasus Terbanyak

“Kalau di sini ada 100 orang miskin, ternyata pemerintah hanya punya uang untuk 80 orang, maka pemerintah harus memilih siapa 80 orang itu. Caranya bagaimana? Kita ranking mulai dari yang paling tidak mampu. Itulah sebenarnya fungsi desil,” kata Andy.

Data Belum Akurat Jadi Sorotan

Andy mengakui salah satu persoalan yang dapat menyebabkan bansos tidak tepat sasaran adalah cakupan data yang sebelumnya belum mencakup seluruh masyarakat.

Baca: Tito Karnavian Kaji Guru PPPK Jadi ASN Pusat, Beban APBD Daerah Bisa Berkurang

Kondisi tersebut dapat menimbulkan exclusion error, yakni masyarakat yang sebenarnya membutuhkan bantuan tetapi tidak tercatat dalam basis data penerima.

“Kalau ada pertanyaan kenapa si A dapat bansos, si B tidak dapat bansos, padahal sama-sama miskin, jawabannya bisa sederhana, karena belum masuk data. Dari situ saja sudah bisa dipastikan ada potensi exclusion error,” ujarnya.

Baca: MBG Dipercepat, Zulhas Prioritaskan Pesantren dan Wilayah 3T pada Tahap Awal

Pemerintah kemudian mengintegrasikan berbagai sumber data ke dalam DTSEN. Data tersebut menjadi salah satu basis yang digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekaligus menentukan prioritas berbagai program perlindungan sosial.

BPS Jelaskan Cara Penentuan Desil

Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS, Setia Pramana, menjelaskan desil merupakan pemeringkatan relatif kondisi sosial ekonomi masyarakat. Artinya, posisi desil seseorang atau sebuah keluarga tidak bersifat permanen.

Baca: Nanik S Deyang Bocorkan Penggantinya di BGN, Sudaryono Disebut Siap Pimpin Program MBG

Penentuan tersebut dilakukan dengan memperkirakan pengeluaran per kapita berdasarkan sejumlah karakteristik rumah tangga. Faktor yang diperhitungkan antara lain kondisi tempat tinggal, komposisi keluarga, akses terhadap fasilitas dasar, hingga kepemilikan aset.

BPS menggunakan pendekatan Proxy Means Test (PMT) yang terus dikembangkan melalui berbagai metode statistik dan machine learning.

Baca: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Gantikan Nanik Deyang

Setia mengakui setiap model statistik tetap memiliki kemungkinan kesalahan. Karena itu, kualitas serta pembaruan data menjadi bagian penting dalam penyempurnaan DTSEN.

“Ini bukan berarti sudah selesai. Ini masih berproses. Bagaimana model bisa kita improve, bagaimana mendapatkan data yang akurat dan mutakhir, itu menjadi pekerjaan kita bersama,” ujarnya.

CELIOS Soroti Risiko Salah Sasaran

Baca: Mendagri Akan Bedah APBD Daerah yang Klaim Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Sementara itu, Founder CELIOS Media Askar Wahyudi menyoroti dampak kesalahan data terhadap masyarakat. Menurutnya, ketidakakuratan data dalam program perlindungan sosial dapat berpengaruh langsung terhadap warga yang seharusnya memperoleh bantuan.

CELIOS meminta perhatian lebih besar diberikan terhadap potensi exclusion error, terutama agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan akses terhadap bansos.

Baca: PKS Soroti OTT Beruntun Bupati Kuansing dan Langkat, Minta Praktik 'Ruang Gelap' Dihentikan

Media juga mendorong adanya pengembangan metode pengukuran yang mampu menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih utuh.

“Masyarakat mungkin tidak membutuhkan penjelasan tentang Proxy Means Test. Masyarakat hanya ingin agar data yang ada sesuai dengan realitas yang mereka hadapi,” ujarnya.

Andy menegaskan pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan yang disampaikan dalam diskusi tersebut. Ia mengakui masih terdapat sejumlah kelemahan dalam sistem yang harus diperbaiki secara bertahap.

Baca: Dugaan Kebocoran Informasi OTT Langkat dan Kuansing, KPK Siapkan Evaluasi Menyeluruh

“Dari seluruh komentar Mas Media, tidak satu pun yang kita tolak. Semuanya oke. Kita harus jujur bahwa sekarang masih ada kelemahan dan kita harus terus memperbaikinya,” kata Andy.

Pemutakhiran DTSEN menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah untuk memperbaiki kualitas data. Kemensos juga mencatat sekitar 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru masuk daftar penerima bansos setelah pemanfaatan DTSEN.

Baca: 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Menhan Instruksikan Evaluasi Menyeluruh Aspek Kesehatan

Perdebatan mengenai desil pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan metode statistik, tetapi juga menyangkut ketepatan pemerintah dalam memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan mendapatkan perlindungan sosial. (SM)



Terkait
Kemenag Uji Coba Sistem Gaji Terintegrasi, Update Data Pegawai Jadi Kunci: Juni Uji Coba
Kemenag Uji Coba Sistem Gaji Terintegrasi, Update Data Pegawai Jadi Kunci: Juni Uji Coba
Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 C
Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu
Prabowo Rptimis Target 82,9 Juta Penerima Manfaat MBG T
Lainnya
Zulkarnain ST Jabat Ketua Forum UEK-SP Kota Pekanbaru Periode 2024-2027
Zulkarnain ST Jabat Ketua Forum UEK-SP Kota Pekanbaru Periode 2024-2027
Efek Covid-19, Pemkab Siak Bakal Perkuat Cadangan Panga
Yulianto Resmi Dilantik Jadi Bupati Pasaman Barat, Ini
Gubernur Sumbar Raih Anugerah Tokoh Perintis Pers Indon
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pendidikan
PISA 2025: Skor Literasi dan Sains Indonesia Naik, Akses Pendidikan Capai 90 Persen
PISA 2025: Skor Literasi dan Sains Indonesia Naik, Akses Pendidikan Capai 90 Persen
Lintas Angkatan Bersatu, Reuni IKA SMPN 10/09 Harapan R
Karmila Sari Dorong Sekolah di Riau Benahi Data untuk P
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I