BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG, CCTV Terhubung Pusat dan Cek Kesehatan Wajib
KANALSUMATERA.com - Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat sistem pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menerapkan sejumlah kebijakan baru di seluruh dapur penyedia makanan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan standar keamanan pangan, kualitas layanan, serta mencegah potensi pelanggaran dalam operasional dapur MBG. Jumat (07/08/2026).
Salah satu kebijakan yang tengah disiapkan adalah integrasi seluruh kamera pengawas (CCTV) di dapur MBG ke sistem teknologi informasi yang terhubung langsung dengan kantor pusat BGN. Dengan sistem tersebut, aktivitas di setiap dapur dapat dipantau secara langsung atau real time sehingga pengawasan menjadi lebih efektif.
Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyelesaikan proses integrasi tersebut agar seluruh dapur MBG berada dalam satu jaringan pengawasan nasional.
Baca: KPK Tegaskan Siap Lawan Gugatan Praperadilan Tersangka Suap Pegawai BPK Sumsel
"Kami sedang bagaimana caranya mengintegrasikan CCTV di semua dapur bisa terintegrasi kepada kami seluruhnya di kantor pusat. Itu juga salah satu fungsi pengawasan yang kami ingin capai ke sana."
Menurut Sudaryono, seluruh dapur MBG saat ini telah dilengkapi kamera pengawas. Tahap berikutnya adalah menghubungkan seluruh perangkat tersebut dengan sistem digital BGN agar dapat diakses tidak hanya oleh kantor pusat, tetapi juga oleh koordinator di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.
Baca: MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan Mulai APBN 2028
"Jadi CCTV kami ingin semua connect ke dalam sistem IT kita yang ada di kantor pusat."
Ia menambahkan, sistem pengawasan berlapis tersebut diharapkan mampu mendeteksi aktivitas yang tidak sesuai prosedur secara cepat sehingga dapat segera dilakukan evaluasi maupun tindakan korektif.
"Saya ingin niru yang kepolisian itu. Jadi orang kalau maju sedikit, syukur-syukur bisa diteriaki, 'eh kok jam 7 malam enggak boleh ya, kok masak?'."
Baca: Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Mulai September, Pemerintah Diminta Jangan Persulit Warga
Selain memperkuat pengawasan melalui CCTV, BGN juga tengah mengembangkan sistem digital yang merekam seluruh proses operasional dapur, mulai dari waktu memasak, distribusi makanan hingga waktu makanan diterima oleh sekolah penerima manfaat.
Menurut Sudaryono, pencatatan digital tersebut penting untuk memastikan makanan tidak berada dalam kondisi penyimpanan terlalu lama sebelum dikonsumsi. Hal itu dilakukan setelah ditemukan beberapa kasus makanan dimasak pada malam hari, kemudian baru didistribusikan keesokan harinya sehingga berisiko mengalami penurunan kualitas.
Baca: Mulai 1 Agustus 2026, Instansi Bisa Usulkan Pemberhentian PNS, PPPK, dan P3K Paruh Waktu
"Bayangkan, itu baru dibagi, belum lagi nanti dimakan. Menurut informasi beberapa itu dimakan sore. Inilah penyebabnya, makanannya sudah rusak."
Tak hanya fokus pada sistem pengawasan, BGN juga memperketat standar kesehatan seluruh pegawai dan relawan yang bertugas di dapur MBG. Setiap petugas diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan sebelum mulai bekerja guna memastikan kondisi fisiknya layak menangani makanan.
"BGN akan memerintahkan keseluruh jajaran yang bekerja di dapur itu untuk kemudian melakukan cek kesehatan gratis untuk tahu kondisi kesehatannya."
Baca: Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief Dorong Solusi dari Kemenhan dan KKP RI
Pemeriksaan kesehatan harian juga akan diterapkan di seluruh dapur MBG. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan suhu tubuh serta memastikan petugas tidak mengalami keluhan kesehatan seperti diare, sakit perut, atau gejala penyakit lainnya.
"Kami sudah memerintahkan ke seluruh dapur sebelum memulai pekerjaan, seluruh karyawan, seluruh pegawai, seluruh relawan harus dicek suhunya, ditanya apakah diare, sakit perut dan lain-lain. Manakala sakit maka saya minta untuk diliburkan."
Baca: Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munief Dorong Warga Aktif Sampaikan Aspirasi
BGN menilai langkah tersebut penting untuk mencegah penyebaran penyakit di lingkungan dapur sekaligus menghindari kontaminasi makanan yang akan didistribusikan kepada jutaan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
"Jadi kami strict di situ karena ada beberapa keluhan, katanya ada yang kemudian sakit tapi tidak ngaku ternyata sakit. Nah itu bisa menulari orang di dapur itu dan juga mengontaminasi makanan yang kemudian dibagikan kepada penerima manfaat," tegasnya. (SM)
