Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Musyawarah AHWA

Kanama
Senin, 31 Agustus 2026 11:28:53

KANALSUMATERA.com - JOMBANG – KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.

Penetapan tersebut menjadi salah satu keputusan penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya memperoleh dukungan suara tertinggi dari para muktamirin. Dalam proses penjaringan, Gus Kikin mengantongi 472 suara.

Baca: Jelang Demo di DPR 27 Agustus 2026, Sejumlah Orang Diamankan Polisi

Perolehan tersebut mengungguli sejumlah kandidat lainnya, yakni KH Zulfa Mustofa dengan 262 suara, KH Abdussalam Shohib 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf 258 suara, serta KH Abdul Ghofar Rozin dengan 55 suara.

Keputusan AHWA kemudian diumumkan dalam Sidang Pleno ke-5 Muktamar ke-35 NU pada Senin (31/08/2026).

Baca: Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Riau Jadi Wilayah dengan Kasus Terbanyak

“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota secara mufakat memutuskan untuk memilih Kiai Haji Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin, menjadi Ketua Umum PBNU,” ujar KH Anwar Iskandar saat membacakan keputusan tersebut.

Pemilihan Gus Kikin berlangsung melalui rapat tertutup anggota AHWA pada Senin pagi. Proses musyawarah berlangsung sekitar 40 menit, mulai pukul 06.20 hingga 07.00 WIB.

Gus Kikin Gantikan Kepemimpinan Sebelumnya

Baca: HUT RI ke-81, Polri Kirim 44 Truk Bantuan untuk Korban Gempa Flores

Dengan keputusan tersebut, Gus Kikin akan memimpin PBNU untuk periode 2026-2031. Ia menggantikan KH Yahya Cholil Staquf dalam kepemimpinan organisasi.

Setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin juga menandatangani dan membacakan Kontrak Jam'iyah yang berisi sejumlah komitmen dalam menjalankan amanah organisasi.

Baca: Monica Subastia Resmi Pimpin Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030

Salah satu poin penting dalam kontrak tersebut berkaitan dengan komitmen menjaga NU dari kepentingan politik praktis. Gus Kikin menyatakan dirinya tidak sedang menduduki jabatan politik maupun menjadi pengurus partai politik dalam periode yang dipersyaratkan.

Ia juga menyatakan kesediaannya mengikuti kebijakan dan keputusan Rais Aam serta Pengurus Besar Syuriyah sebagai pimpinan tertinggi dalam struktur organisasi NU.

“Apabila saya melanggar hal-hal yang saya nyatakan dalam Kontrak Jam'iyah ini, saya bersedia dikenakan sanksi sesuai Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama, Peraturan Perkumpulan, dan Peraturan PBNU,” ucap Gus Kikin.

Baca: DPR Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah, Desak Pengawasan Keamanan Pendidikan Diperketat

Profil Singkat Gus Kikin

Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan keturunan KH Hasyim Asy'ari, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama.

Baca: DPR Dukung Aturan SPPG Beli Pangan Sesuai HAP demi Lindungi Petani

Gus Kikin dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia meneruskan kepemimpinan pesantren tersebut setelah KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah wafat pada 2020.

Di lingkungan NU, Gus Kikin juga memiliki rekam jejak organisasi yang cukup panjang. Pada 2024, ia dipercaya menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029.

Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin masuk dalam bursa kandidat ketua umum pada Muktamar ke-35 NU dan memperoleh dukungan terbanyak dari muktamirin.

Baca: Sidang Praperadilan MBG, Kejagung Beber Dugaan Korupsi Picu Pemborosan Rp10,5 Triliun per Tahun

Kini, mandat tersebut membawanya ke posisi tertinggi dalam jajaran Tanfidziyah PBNU untuk masa khidmah 2026-2031.

Terpilihnya Gus Kikin menjadi babak baru bagi kepemimpinan PBNU. Ia akan menghadapi berbagai agenda organisasi sekaligus tantangan sosial, keagamaan, pendidikan, kebangsaan, dan perkembangan masyarakat dalam lima tahun mendatang. (SM)



Terkait
MBG Dipercepat, Zulhas Prioritaskan Pesantren dan Wilayah 3T pada Tahap Awal
MBG Dipercepat, Zulhas Prioritaskan Pesantren dan Wilayah 3T pada Tahap Awal
Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Mulai September, P
DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sepelekan ASN, Reformasi
Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 C
Lainnya
PKS Resmi Capres-kan Anies, BPW PKS Sumbagut Siap Jalankan Perintah Partai
PKS Resmi Capres-kan Anies, BPW PKS Sumbagut Siap Jalankan Perintah Partai
Sekjen SPS Pusat Lantik dan Kukuhkan Pengurus SPS Riau
Merasa Dipermainkan Developer dan PLN, Nasabah Villa Se
Bawaslu Sidimpuan Sayangkan Baliho Capres Jokowi-Ma'aru
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan