BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah

Kanama
Minggu, 20 September 2026 21:14:01

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang pada Senin, 21 September 2026.

Peringatan tersebut merupakan bagian dari prakiraan cuaca BMKG untuk periode 21–24 September 2026. Sejumlah wilayah diperkirakan mengalami peningkatan potensi hujan, sementara beberapa daerah juga berpeluang menghadapi angin kencang. Minggu (20/09/2026).

Berdasarkan prospek cuaca BMKG, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Baca: Tragedi KMP Virgo Transport 8, DPR Desak Kemenhub Perketat Uji Kelayakan Kapal

BMKG juga menetapkan sejumlah wilayah dalam kategori peringatan dini untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Untuk periode 21–24 September, wilayah yang masuk kategori Siaga adalah Papua Tengah.

Selain hujan, potensi angin kencang juga perlu diperhatikan. BMKG mencatat Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan berpotensi mengalami angin kencang pada periode tersebut.

Baca: Kemhan Jelaskan Alasan Logo Kementerian Terpasang di Kapal J7 Explorer Milik Haji Isam

Potensi Cuaca Ekstrem pada 21 September

Data potensi cuaca ekstrem tiga harian BMKG juga menunjukkan sejumlah daerah masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat pada 21 September 2026.

Wilayah tersebut antara lain Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Peringatan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer dan pembaruan prakiraan BMKG.

Baca: Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Penyelundupan 150 Kg Pasir Timah dalam Truk Ekspedisi

Kondisi ini terjadi ketika sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau. Namun, dinamika atmosfer tertentu tetap dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal.

BMKG menjelaskan, aktivitas gelombang atmosfer serta terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi atmosfer yang labil juga dapat memperkuat potensi hujan di daerah tertentu.

Baca: Polda Metro Sebut Jakarta Tetap Aman, Aktivitas Warga Berjalan Normal

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak hanya memperhatikan potensi hujan, tetapi juga dampak yang dapat menyertainya, seperti genangan, pohon tumbang, gangguan perjalanan, serta sambaran petir.

Bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan, informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini perlu dipantau secara berkala karena kondisi cuaca dapat berubah dalam waktu singkat.

Baca: Karyawan Akui Pinjamkan KTP dan ATM demi Uang, Sidang Korupsi Klaim BPJS Ungkap Modus Baru

Masyarakat juga dianjurkan mengikuti pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG, termasuk laman BMKG dan aplikasi InfoBMKG.

Dengan adanya potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah pada 21 September 2026, kewaspadaan menjadi penting terutama bagi daerah yang berada dalam kategori peringatan dini. (SM)



Terkait
Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Mulai September, Pemerintah Diminta Jangan Persulit Warga
Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Mulai September, Pemerintah Diminta Jangan Persulit Warga
Hendry Munief Perjuangkan Kepulauan Meranti Masuk dalam
PKS Soroti OTT Beruntun Bupati Kuansing dan Langkat, Mi
Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainka
Lainnya
Erdogan Soroti Upaya Israel Singkirkan Isu Palestina dari Agenda Global
Erdogan Soroti Upaya Israel Singkirkan Isu Palestina dari Agenda Global
Polda Riau Bongkar Kuburan Sabu 7 Kilogram di Kebun Saw
Raih Akreditasi Paripurna, RSUD Bangkinang Terus Menjag
Kemenko Polhukam Desak UNHCR Untuk Selesaikan Tuntutan
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Nasional
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini