Kemhan Jelaskan Alasan Logo Kementerian Terpasang di Kapal J7 Explorer Milik Haji Isam
KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Kapal pesiar J7 Explorer milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam menjadi perhatian setelah terlihat menggunakan logo Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Pemerintah kemudian memberikan penjelasan mengenai penggunaan identitas kementerian pada kapal yang kepemilikannya berada di tangan swasta. Sabtu (15/08/2026).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan J7 Explorer bukan aset milik pemerintah. Kapal tersebut tetap berada di bawah kepemilikan pihak swasta, tetapi dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pemerintah, terutama program strategis ketahanan pangan.
"Pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam mewujudkan swasembada pangan," ujar Rico.
Baca: Danantara Pangkas 874 Perusahaan BUMN, Tinggal 200 hingga Akhir 2026
Menurut Rico, pemasangan logo Kemenhan berkaitan dengan aktivitas kapal yang digunakan untuk mendukung operasi serta mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan di sejumlah wilayah Indonesia.
"Kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera," kata Rico.
Baca: Kemendagri dan BGN Perkuat Kolaborasi, Pemda Diminta Maksimalkan Dukungan Program MBG
Ia menjelaskan keberadaan logo tersebut menjadi penanda bahwa operasional kapal dalam kegiatan tersebut berada dalam otoritas dan penugasan pemerintah.
"Jadi, yang perlu dipahami adalah kepemilikan kapal tetap berada pada pihak swasta, sedangkan penggunaannya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional," ujarnya.
J7 Explorer Digunakan untuk Mendukung Proyek Pangan di Merauke
Baca: BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG, CCTV Terhubung Pusat dan Cek Kesehatan Wajib
J7 Explorer sebelumnya dikenal sebagai kapal pesiar mewah. Kapal tersebut memiliki panjang sekitar 120 meter dan bobot 8.076 GT. Haji Isam mengakui kapal itu merupakan miliknya dan menjelaskan bahwa fungsinya kini digunakan untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Dalam operasionalnya, kapal tersebut difungsikan sebagai pangkalan bergerak atau floating base camp. Keberadaannya dinilai membantu mobilisasi personel, peralatan, serta kebutuhan logistik di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur darat.
Baca: Kemensos Gandeng ICW Kawal Sekolah Rakyat, Perkuat Pengawasan Cegah Korupsi
Haji Isam menyebut ribuan alat berat dikerahkan untuk mendukung proyek tersebut. "Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Isam.
Dengan fungsi tersebut, J7 Explorer tidak lagi hanya digunakan sebagai kapal pesiar, tetapi menjadi bagian dari sarana pendukung kegiatan ketahanan pangan nasional di kawasan Merauke.
Penjelasan Kemhan sekaligus menegaskan bahwa penggunaan logo kementerian pada kapal tersebut berkaitan dengan penugasan untuk mendukung program pemerintah, sementara status kepemilikan J7 Explorer tetap berada pada pihak swasta. (SM)
