Kemhan Jelaskan Alasan Logo Kementerian Terpasang di Kapal J7 Explorer Milik Haji Isam

Kanama
Sabtu, 15 Agustus 2026 22:49:35

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Kapal pesiar J7 Explorer milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam menjadi perhatian setelah terlihat menggunakan logo Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Pemerintah kemudian memberikan penjelasan mengenai penggunaan identitas kementerian pada kapal yang kepemilikannya berada di tangan swasta. Sabtu (15/08/2026).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan J7 Explorer bukan aset milik pemerintah. Kapal tersebut tetap berada di bawah kepemilikan pihak swasta, tetapi dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pemerintah, terutama program strategis ketahanan pangan.

"Pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam mewujudkan swasembada pangan," ujar Rico.

Baca: Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis

Menurut Rico, pemasangan logo Kemenhan berkaitan dengan aktivitas kapal yang digunakan untuk mendukung operasi serta mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan di sejumlah wilayah Indonesia.

"Kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera," kata Rico.

Baca: Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Penanganan Karhutla

Ia menjelaskan keberadaan logo tersebut menjadi penanda bahwa operasional kapal dalam kegiatan tersebut berada dalam otoritas dan penugasan pemerintah.

"Jadi, yang perlu dipahami adalah kepemilikan kapal tetap berada pada pihak swasta, sedangkan penggunaannya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional," ujarnya.

J7 Explorer Digunakan untuk Mendukung Proyek Pangan di Merauke

Baca: Orang Tua Penerima MBG Berpeluang Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi

J7 Explorer sebelumnya dikenal sebagai kapal pesiar mewah. Kapal tersebut memiliki panjang sekitar 120 meter dan bobot 8.076 GT. Haji Isam mengakui kapal itu merupakan miliknya dan menjelaskan bahwa fungsinya kini digunakan untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Dalam operasionalnya, kapal tersebut difungsikan sebagai pangkalan bergerak atau floating base camp. Keberadaannya dinilai membantu mobilisasi personel, peralatan, serta kebutuhan logistik di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur darat.

Baca: Gempa M 7,7 Guncang NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk 3 Provinsi

Haji Isam menyebut ribuan alat berat dikerahkan untuk mendukung proyek tersebut. "Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Isam.

Dengan fungsi tersebut, J7 Explorer tidak lagi hanya digunakan sebagai kapal pesiar, tetapi menjadi bagian dari sarana pendukung kegiatan ketahanan pangan nasional di kawasan Merauke.

Penjelasan Kemhan sekaligus menegaskan bahwa penggunaan logo kementerian pada kapal tersebut berkaitan dengan penugasan untuk mendukung program pemerintah, sementara status kepemilikan J7 Explorer tetap berada pada pihak swasta. (SM)



Terkait
Putusan MK Dinilai Belum Jawab Nasib Guru Honorer, PPPK Paruh Waktu Masih Menanti Kepastian Gaji
Putusan MK Dinilai Belum Jawab Nasib Guru Honorer, PPPK Paruh Waktu Masih Menanti Kepastian Gaji
Mulai 1 Agustus 2026, Instansi Bisa Usulkan Pemberhenti
Ancam Gembok Dapur MBG Nasional, Mitra Ultimatum BGN Se
Hendry Munief Soroti Informasi Piala Dunia 2026 Belum T
Lainnya
Ketua MPR RI Ingatkan Peran Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi
Ketua MPR RI Ingatkan Peran Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi
Disuntik Vaksin Covid-19, Ariel Noah: Mudah-mudahan, Se
Sosialisasi RIF Tahap II Indonesia-Kanada, Ini Kata Bup
Wali Kota Minta GAA Gelar Event Sepeda Onthel Nasional
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Pendidikan
PISA 2025: Skor Literasi dan Sains Indonesia Naik, Akses Pendidikan Capai 90 Persen
PISA 2025: Skor Literasi dan Sains Indonesia Naik, Akses Pendidikan Capai 90 Persen
Lintas Angkatan Bersatu, Reuni IKA SMPN 10/09 Harapan R
Karmila Sari Dorong Sekolah di Riau Benahi Data untuk P
Kriminal
Dua TNI Kasus Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, Vonis Dipangkas
Dua TNI Kasus Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, Vonis Dipangkas
Bau Menyengat Terdeteksi Sebelum Mayat Ditemukan di Gar
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua T
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I