Utang Rp2,8 Triliun, Aset Perusahaan Udang Kaesang Tak Menutupi Liabilitas
KANALSUMATERA.com - Jakarta – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), perusahaan pengolahan dan ekspor udang yang sahamnya dimiliki PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat) milik Kaesang Pangarep, tengah menghadapi tekanan finansial yang serius. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, total liabilitas perseroan kini telah melampaui nilai aset, sehingga perusahaan berada dalam kondisi ekuitas negatif. Senin, (06/07/2026)
Mengacu pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), beban utang PMMP tersebar di sejumlah perbankan dan lembaga pembiayaan dengan nilai mencapai sekitar Rp2,8 triliun, di luar kewajiban pembayaran bunga pinjaman.
Kreditur terbesar perseroan adalah PT Bank Permata Tbk (BNLI). Outstanding kredit PMMP di bank tersebut tercatat sebesar US$53,12 juta, ditambah fasilitas pinjaman dalam rupiah senilai Rp5,49 miliar. Dengan asumsi kurs Rp17.500 per dolar AS, total eksposur kredit Bank Permata mendekati Rp935 miliar.
Baca: Purbaya Akui Merasa Berdosa Pangkas Dana Bagi Hasil untuk Daerah
Selain itu, PMMP juga memiliki kewajiban kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebesar US$40,29 juta atau sekitar Rp705 miliar. Kemudian kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebesar US$30,71 juta atau sekitar Rp537,4 miliar.
Pinjaman lainnya berasal dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai US$22,80 juta atau sekitar Rp400 miliar, PT Bank Maspion Indonesia Tbk sebesar US$7,21 juta atau sekitar Rp125,2 miliar, serta PT Bank Resona Perdania sebesar US$5,99 juta atau setara Rp105 miliar.
Baca: Drone Emprit Baca Sentimen Negatif atas Penggantian Kepala BGN: Ragukan Kompetensi Nanik S Deyang
Di tengah tingginya beban utang, operasional perusahaan juga mengalami tekanan. Saat ini, hanya pabrik pengolahan udang di Situbondo yang masih beroperasi. Perseroan disebut masih membutuhkan tambahan modal kerja sekitar US$15 juta atau setara Rp262,5 miliar agar kegiatan usaha dapat berjalan normal.
Sebagai langkah efisiensi, sejak 2024 perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 37 karyawan staf dan 79 karyawan harian. Selain itu, sebanyak 82 staf lainnya tercatat mengundurkan diri.
Kaesang Pangarep mulai masuk ke PMMP pada November 2021 melalui PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat). Saat itu, GK Hebat menandatangani perjanjian pembelian 188.240.000 saham PMMP atau setara 8 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp490 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp92,24 miliar.
Baca: Ahli Gizi Ingatkan Batas Aman Konsumsi Daging, Maksimal 500 Gram per Minggu
GK Hebat merupakan perusahaan yang dimiliki Kaesang Pangarep bersama Anthony Pradipta, putra Gandi Sulistiyanto.
Berdasarkan laporan keuangan PMMP per 30 September 2025, perseroan membukukan rugi bersih sebesar US$38,02 juta, meningkat dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$15,26 juta. Akumulasi defisit perusahaan juga membengkak hingga sekitar US$117,24 juta.
Baca: Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu Kabunang: Garis Depan Harus Jadi Prioritas
Dari sisi neraca, total liabilitas PMMP tercatat mencapai US$257,13 juta, sedangkan total aset hanya sebesar US$220,73 juta. Kondisi tersebut menyebabkan perseroan mengalami defisiensi modal atau ekuitas negatif sekitar US$36,40 juta, yang mencerminkan besarnya tekanan terhadap kondisi keuangan perusahaan. (SM)
