Korban KMP Mutiara Sentosa II Bertambah Jadi 238 Orang, Basarnas Masih Lanjutkan Operasi Pencarian
KANALSUMATERA.com - SURABAYA – Proses pencarian dan evakuasi korban kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih terus berlangsung. Hingga saat ini. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat jumlah korban yang berhasil dievakuasi meningkat menjadi 238 orang. Selasa(04/08/2026).
Peningkatan jumlah korban yang ditemukan tersebut merupakan hasil pembaruan data dari operasi SAR yang terus dilakukan sejak insiden kebakaran kapal terjadi pada Minggu (02/08/2026).
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa data korban mengalami penambahan dibandingkan laporan sebelumnya.
Baca: APBN Dipastikan Biayai Sekolah Rakyat, Purbaya Tegaskan Dukungan Penuh Program Prabowo
"Kalau kemarin kita sampaikan 233, total update sekarang 238 korban," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Posko Terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Syafii menjelaskan, sebagian korban yang telah dievakuasi saat ini masih berada dalam perjalanan menuju Surabaya. Sebelumnya mereka dievakuasi sementara ke Pulau Masalembu sebelum diberangkatkan ke Pelabuhan Tanjung Perak.
Baca: Tunjangan Profesi Guru Kemenag Melonjak 700 Persen, Menag Sebut Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
“Dengan rincian terakhir bahwa yang masih dalam perjalanan ada 62 korban yang kita evakuasi dari Pulau Masalembu menuju ke Surabaya,” ucapnya.
Ia menambahkan, kapal yang mengangkut puluhan korban tersebut sempat mengalami keterlambatan akibat kondisi gelombang laut yang cukup tinggi. Awalnya kapal diperkirakan tiba sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, namun cuaca membuat waktu tempuh bertambah sekitar dua hingga tiga jam.
Di sisi lain, Basarnas memastikan operasi pencarian di lokasi kebakaran kapal masih terus dilaksanakan. Unsur SAR yang berada di lapangan tetap menyisir area perairan menggunakan armada KN SAR 249 Permadi dari Basarnas Surabaya sesuai arahan Basarnas Command Center.
Baca: Putusan MK Dinilai Belum Jawab Nasib Guru Honorer, PPPK Paruh Waktu Masih Menanti Kepastian Gaji
Menurut Syafii, penghentian operasi pencarian belum dapat dilakukan karena tim masih melakukan pencocokan data korban bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta pihak perusahaan pelayaran selaku pemilik kapal.
“Dari hasil evakuasi korban yang telah terevakusasi nanti akan kita cross check data itu kepada pihak KSOP dan juga dari owner,” ucapnya.
Baca: Evaluasi MBG Difokuskan pada Validasi Penerima Manfaat dan Insentif SPPG yang Lebih Adil
Basarnas menegaskan operasi pencarian baru akan dihentikan setelah seluruh data korban dinyatakan sesuai dan dipastikan tidak ada lagi penumpang yang belum ditemukan.
"Dan jika semua yang kita harapkan adalah sesuai bahwa seluruh korban telah terevakusasi, tentunya operasi akan segera kita hentikan," ujarnya.
Meski hingga kini belum ada laporan resmi dari keluarga mengenai korban yang dinyatakan hilang, tim SAR tetap melanjutkan pencarian sebagai langkah antisipatif untuk memastikan seluruh penumpang berhasil dievakuasi.
Baca: Anggota DPR Usulkan Pelatihan Calon Manajer Kopdes Tetap Berjalan Tanpa Latsarmil
Terkait kemungkinan penyisiran di bangkai kapal, Basarnas menyatakan keputusan tersebut akan diambil setelah proses verifikasi data korban bersama KSOP dan pihak operator kapal selesai dilakukan.
“Saya sampaikan bahwa seluruh korban yang terevakusasi ini rencana akan kami konfirmasikan kepada KSOP maupun dari owner. Kalau semua data sudah sesuai, tentunya dengan cepat operasi bisa kami selesaikan,” tutupnya. (SM)
