Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peserta Dipastikan Lebih Sedikit
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) gelombang kedua untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Jumat (31/07/2026).
Meski jadwal pelaksanaan belum ditetapkan, Kemhan memastikan proses persiapan telah berjalan, termasuk menyiapkan calon peserta yang masuk dalam talent pool sebagai bagian dari kebutuhan sumber daya manusia program tersebut.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, mengatakan keputusan mengenai pelaksanaan Diklat SPPI gelombang kedua masih menunggu hasil rapat panitia pusat.
Baca: Putusan MK Tegaskan MBG Tetap Konstitusional, Pemerintah dan DPR Diminta Segera Pisahkan Anggaran
"Diklat gelombang kedua ini masih kita menunggu dari panitia pusat yang akan nanti siang akan dirapatkan. Nanti siang akan dirapatkan, tetapi kita sudah menyiapkan personel-personel tersebut di dalam talent pool, ya, yang sudah disiapkan."
Pernyataan itu disampaikan Tri usai upacara penutupan Diklat SPPI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Baca: Pelatihan Kopdes Merah Putih Disorot, Kemhan Tegaskan Peserta Bukan Digaji Rp10 Juta
Selain memastikan persiapan terus berjalan, Kemhan juga mengungkapkan jumlah peserta pada gelombang kedua diperkirakan tidak sebanyak pelaksanaan sebelumnya.
"Kuotanya mungkin beda sedikit saja."
Sebelumnya, Kemhan telah menutup Diklat SPPI KDKMP dan KNMP Tahun 2026 dengan jumlah peserta lulus mencapai 33.785 orang. Para lulusan akan dipanggil secara bertahap sebelum ditempatkan untuk memperkuat operasional Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Baca: Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf dan Janji Lunasi pada 2026
Sementara itu, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, mengungkapkan perkembangan pembangunan Kopdes Merah Putih hingga akhir Juli 2026 terus menunjukkan peningkatan.
"Untuk Koperasi Desa Merah Putih, per hari ini yang sudah selesai dibangun itu ada 18.672 per hari ini. Kemudian yang sedang dibangun totalnya adalah 3.558. Dan yang sudah mulai operasional per hari ini sudah 1.021."
Baca: Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas Kasus Batu Bara, Habiburokhman:
Menurut Joao, para lulusan Diklat SPPI akan segera ditempatkan pada koperasi yang telah beroperasi agar pelayanan kepada masyarakat dan penguatan ekonomi desa dapat berjalan lebih cepat.
"Jadi teman-teman yang sudah selesai dilatih ini akan segera kita deploy ke tempat-tempat yang sudah bisa operasi. Dan yang belum selesai pun sesuai dengan statistik yang ada, kurang lebih sekitar 2-3 minggu ke depan 35.000 akan selesai."
Ia juga menjelaskan kesiapan distribusi logistik untuk mendukung operasional koperasi terus dipercepat.
Baca: Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara
"Mengenai kesiapan kita untuk operasional dan distribusi logistik. Kita sekarang sudah melakukan PO, mengeluarkan PO untuk 10.000 koperasi yang sudah siap operasional ditambah dengan yang sudah diresmikan pada bulan Mei kemarin oleh Bapak Presiden, totalnya 1.061."
Joao optimistis para lulusan SPPI akan menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui pengelolaan koperasi yang lebih profesional dan produktif.
Baca: Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi: IMYF 2026 Perkuat Solidaritas Pemuda Muslim Dunia
"Saya hari ini sangat menjadi optimis dan berterima kasih kepada Kementerian Pertahanan yang sudah menyiapkan manajer-manajer koperasi yang nanti kita berharap ke depan mereka akan mampu menggali kekuatan ekonomi di desa untuk mengisi ruang yang selama ini tidak dikelola atau tidak dimaksimalkan dari potensi desa," ujarnya. (SM)
