DPR Pertanyakan Alasan Eks Pejabat Pajak Hari Sih Advianto Ingin Jadi Hakim Agung

Kanama Amar
Kamis, 13 Agustus 2026 16:09:22

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI mempertanyakan alasan Hari Sih Advianto mencalonkan diri sebagai Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara (TUN) khusus pajak. Sorotan tersebut muncul karena Hari sebelumnya memiliki pengalaman panjang sebagai pejabat di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Pertanyaan itu disampaikan anggota Komisi III DPR, I Wayan Sudirta, saat Hari mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Hakim Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/08/2026).

Wayan menilai posisi pejabat pajak bukanlah jabatan yang sederhana. Karena itu, ia ingin mengetahui alasan Hari memilih beralih ke dunia peradilan dan mencalonkan diri sebagai hakim agung.

Baca: Defisit APBN 2027 Berpotensi Melebar, Beban Program Baru Tekan Ruang Fiskal Pemerintah

"Sejak kapan Saudara bercita-cita menjadi hakim? Dan kenapa mesti menjadi hakim? Padahal pejabat pajak itu bukan jabatan yang sembarangan. Kok ingin menjadi hakim?" tanya I Wayan Sudirta dalam rapat.

Menurut Wayan, menjadi hakim memiliki tanggung jawab sekaligus tantangan yang besar. Ia kemudian meminta Hari menjelaskan secara lebih mendalam alasan yang mendasari pencalonannya tersebut.

Baca: Bakom dan Kemendagri Selidiki Viral Makalah Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026

"Kan tantangan menjadi hakim itu kan berat. Bisakah Saudara ceritakan agar kami bisa meyakinkan? Walaupun dari gestur Saudara, Saudara agak yakin," kata dia.

Wayan kembali menyoroti keyakinan Hari untuk menduduki posisi Hakim Agung Kamar TUN khusus pajak. Ia meminta penjelasan yang dapat menjadi pertimbangan bagi anggota Komisi III dalam menentukan kelayakannya.

"Saudara punya keyakinan yang tinggi untuk jadi hakim. Tapi kami perlu tahu, perlu cerita yang lebih menyentuh, kenapa Saudara layak diloloskan sebagai hakim agung?" tambahnya.

Baca: Gaji dan Tunjangan Guru Diminta Naik Usai Pemerintah Tingkatkan Tukin Prajurit TNI

Pernah Berkarier di Direktorat Jenderal Pajak

Menjawab pertanyaan tersebut, Hari Sih Advianto menjelaskan perjalanan kariernya yang cukup panjang di bidang perpajakan. Ia tercatat pernah bekerja di Direktorat Jenderal Pajak sejak 1991 hingga 2009.

Baca: Karyawan Akui Pinjamkan KTP dan ATM demi Uang, Sidang Korupsi Klaim BPJS Ungkap Modus Baru

Setelah itu, Hari melanjutkan karier sebagai widyaiswara perpajakan. Dalam posisi tersebut, ia berperan sebagai tenaga pengajar dan pelatih bagi pegawai di lingkungan pengadilan pajak serta pusat pendidikan dan pelatihan perpajakan.

"Betul kalau Bapak ingin mengetahui latar belakang saya, saya dulu kerja di Direktorat Jenderal Pajak, itu dari tahun '91 sampai tahun 2009. Kemudian saya pindah menjadi widyaiswara perpajakan, saya tenaga pengajar dan trainer untuk para pegawai di pengadilan pajak, di pusdiklat perpajakan," ujar Advianto.

Hari mengungkapkan bahwa menjadi hakim pada awalnya bukanlah rencana utama dalam perjalanan kariernya. Namun, kesempatan yang datang kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan kompetensi di bidang hukum.

Baca: MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan Mulai APBN 2028

Pencalonan Hari menjadi Hakim Agung Kamar TUN khusus pajak kini menjadi bagian dari proses seleksi yang dilakukan Komisi III DPR terhadap calon hakim yang diajukan Komisi Yudisial.

Komisi III DPR diketahui menguji sejumlah calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc pada 13 Agustus 2026. Untuk Kamar TUN khusus pajak, selain Hari Sih Advianto terdapat Maftuh Effendi dan Yeheskiel Minggus T. yang juga mengikuti proses seleksi.

Baca: Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas Kasus Batu Bara, Habiburokhman:

Hasil uji kelayakan tersebut selanjutnya menjadi bahan bagi Komisi III DPR untuk menentukan calon yang akan diterima. Keputusan dapat berupa menerima seluruh calon, memilih sebagian, atau menolak seluruhnya. (SM)

Terkait
9 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026, Pukat UGM Soroti Mandulnya Pengawasan DPRD
9 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026, Pukat UGM Soroti Mandulnya Pengawasan DPRD
Dana Transfer Daerah Berpeluang Ditambah, Pemerintah Si
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi: IMYF 2026 Perkuat Solidar
Masalah BPJS Bersumber dari Belum Solidnya DTSEN: Komis
Lainnya
Daya Beli Melemah, UMKM Didorong Perkuat Ekosistem dari Produksi hingga Pasar
Daya Beli Melemah, UMKM Didorong Perkuat Ekosistem dari Produksi hingga Pasar
Bupati Bengkalis Berharap Terbangun Hubungan Baik Antar
Satpol PP Bengkalis Siap Tegakkan Aturan Aktifitas Sela
Kampak Tetangga Hingga Tewas, Warga Rohil Ditangkap Pol
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Daerah
Karhutla di HGU Bengkalis, Polda Riau Tetapkan Dua Tersangka dan Dalami Asal Api
Karhutla di HGU Bengkalis, Polda Riau Tetapkan Dua Tersangka dan Dalami Asal Api
Kapolda Riau Resmikan Breeding Area di PLG Minas, Perku
Kunjungi Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu Pasca Kebaka
Olahraga
Enam Federasi Sepak Bola Arab Solid Dukung Gianni Infantino di Tengah Krisis FIFA
Enam Federasi Sepak Bola Arab Solid Dukung Gianni Infantino di Tengah Krisis FIFA
Bupati Kampar Buka Turnamen Bulutangkis Korpri, 80 Tim
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Lifestyle
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat