Mendagri Siapkan Tiga Skema Solusi Atasi Krisis Gaji Pegawai Pemda dan PPPK

Kanama Amar
Kamis, 6 Agustus 2026 08:24:06

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyiapkan tiga langkah strategis untuk membantu pemerintah daerah (Pemda) yang mengalami kendala dalam membayar gaji aparatur, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Rabu (05/08/2026).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Menurutnya, solusi yang disiapkan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan efisiensi anggaran daerah sebelum adanya tambahan dukungan dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, Tito juga meluruskan informasi yang beredar terkait anggapan dirinya menolak usulan penambahan Transfer ke Daerah (TKD) bagi daerah yang mengalami kesulitan membayar gaji pegawai.

Baca: Insiden Virgo Transport 8 di Masalembo, 1 Tewas dan 115 Selamat

"Tolong di media jangan sampai apa istilahnya ada yang memberitakan salah [dengan judul] 'Mendagri menolak usulan tambahan TKD daerah, titik dua, jangan mau dibohongi oleh staf', nggak gitu yang saya sampaikan," ujar Tito.

Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti Konferensi Pers Pemerintah mengenai Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)/Program Prioritas serta Percepatan Fase Pemulihan Permanen Pascabencana Sumatera di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta.

Baca: Menag Bidik Dana Sosial Keagamaan Rp1.000 Triliun, Ini Sumber Potensinya

Efisiensi Jadi Langkah Pertama

Langkah awal yang ditempuh Kemendagri adalah meminta seluruh pemerintah daerah melakukan efisiensi belanja. Berdasarkan hasil evaluasi tim Kemendagri di berbagai daerah, masih terdapat sejumlah pos anggaran yang dinilai dapat dihemat, seperti biaya perjalanan dinas, honorarium rapat, hingga belanja operasional lainnya.

Tito mencontohkan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Lahat yang mampu menghemat anggaran hingga Rp400 miliar melalui penataan belanja daerah.

Baca: Mendagri Tito Larang Kepala Daerah Buka Lahan dengan Cara Membakar

"Nah itu yang saya minta, kerjakan dulu itu (efisiensi). Jangan tahu-tahu minta aja langsung tambahan DAU (Dana Alokasi Umum)."

"No. Kerjakan dulu efisiensi dan kami akan turunkan tim."

Baca: Airlangga Pastikan Anggaran Insentif 1 Juta Motor Listrik Sudah Disiapkan

Kawal Penyaluran Dana Bagi Hasil

Apabila hasil evaluasi menunjukkan daerah masih mengalami kesulitan, Kemendagri akan menurunkan tim untuk melakukan pendalaman. Bagi daerah yang memiliki hak atas Dana Bagi Hasil (DBH) namun belum diterima, pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar pencairannya dipercepat.

Menurut Tito, pencairan DBH tersebut dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai tanpa harus menambah alokasi anggaran baru.

Baca: Defisit APBN 2027 Berpotensi Melebar, Beban Program Baru Tekan Ruang Fiskal Pemerintah

"Kita akan sampaikan ke Menteri Keuangan, tolong dong bayarin yang itu. Karena itu buat belanja pegawai. Begitu dibayar, dia sudah cukup, selesai masalah."

DAU Tambahan untuk Daerah yang Masih Kekurangan

Baca: Putusan MK Dinilai Belum Jawab Nasib Guru Honorer, PPPK Paruh Waktu Masih Menanti Kepastian Gaji

Langkah terakhir disiapkan bagi daerah yang telah melakukan efisiensi, namun tetap mengalami kekurangan anggaran dan tidak memiliki Dana Bagi Hasil yang memadai.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan akan mempertimbangkan pemberian tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebagai solusi agar pembayaran gaji pegawai tetap dapat berjalan.

Kemendagri mencatat terdapat sekitar 79 pemerintah daerah yang masuk dalam kategori membutuhkan dukungan tersebut.

Baca: Istana Jelaskan Alasan Kenaikan Tukin TNI dan Pegawai Kemhan Lewat Perpres Baru

"Nah ada daerah yang mungkin efisiensi sudah dilakukan, sudah kita bedah, nggak cukup. DBH enggak ada atau ada DBH tapi enggak cukup bayar belanja pegawai dari jalan lain."

"Ini harus top up dari Menteri Keuangan," pungkasnya. (SM)



Terkait
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Asrama
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Asrama
Anggota DPR Usulkan Pelatihan Calon Manajer Kopdes Teta
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Kadin: MBG Berpotensi Kerek Pertumbuhan PDB hingga 3,5
Lainnya
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Hari Ini, Tommy Sumardi Jalani Sidang Vonis Kasus Red N
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad,
BMKG Akan Tempatkan 50 Sensor Peringatan Gempa di Menta
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Pendidikan
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong SDM Unggul di Rokan Hilir
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong SDM Unggul di Rokan Hilir
UPT SDN 014 Batu Belah Gelar Implementasi SPMI, Libatka
Kwarda Riau Buka Kursus Pelatih Pramuka Mahir Dasar, Di
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis