Mendagri Siapkan Tiga Skema Solusi Atasi Krisis Gaji Pegawai Pemda dan PPPK

Kanama Amar
Kamis, 6 Agustus 2026 08:24:06

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyiapkan tiga langkah strategis untuk membantu pemerintah daerah (Pemda) yang mengalami kendala dalam membayar gaji aparatur, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Rabu (05/08/2026).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Menurutnya, solusi yang disiapkan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan efisiensi anggaran daerah sebelum adanya tambahan dukungan dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, Tito juga meluruskan informasi yang beredar terkait anggapan dirinya menolak usulan penambahan Transfer ke Daerah (TKD) bagi daerah yang mengalami kesulitan membayar gaji pegawai.

Baca: Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan Ikon Jakarta Dipadamkan

"Tolong di media jangan sampai apa istilahnya ada yang memberitakan salah [dengan judul] 'Mendagri menolak usulan tambahan TKD daerah, titik dua, jangan mau dibohongi oleh staf', nggak gitu yang saya sampaikan," ujar Tito.

Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti Konferensi Pers Pemerintah mengenai Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)/Program Prioritas serta Percepatan Fase Pemulihan Permanen Pascabencana Sumatera di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta.

Baca: Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Turun Jadi 55,1 Persen

Efisiensi Jadi Langkah Pertama

Langkah awal yang ditempuh Kemendagri adalah meminta seluruh pemerintah daerah melakukan efisiensi belanja. Berdasarkan hasil evaluasi tim Kemendagri di berbagai daerah, masih terdapat sejumlah pos anggaran yang dinilai dapat dihemat, seperti biaya perjalanan dinas, honorarium rapat, hingga belanja operasional lainnya.

Tito mencontohkan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Lahat yang mampu menghemat anggaran hingga Rp400 miliar melalui penataan belanja daerah.

Baca: Wabup Kampar Dorong PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

"Nah itu yang saya minta, kerjakan dulu itu (efisiensi). Jangan tahu-tahu minta aja langsung tambahan DAU (Dana Alokasi Umum)."

"No. Kerjakan dulu efisiensi dan kami akan turunkan tim."

Baca: Mendagri Tito dan Menteri ATR Nusron Sepakati Integrasi Data BPHTB dan Pertanahan

Kawal Penyaluran Dana Bagi Hasil

Apabila hasil evaluasi menunjukkan daerah masih mengalami kesulitan, Kemendagri akan menurunkan tim untuk melakukan pendalaman. Bagi daerah yang memiliki hak atas Dana Bagi Hasil (DBH) namun belum diterima, pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar pencairannya dipercepat.

Menurut Tito, pencairan DBH tersebut dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai tanpa harus menambah alokasi anggaran baru.

Baca: Menteri LH Dorong Istilah Pemulung Diubah Jadi Pekerja Pemilah Sampah

"Kita akan sampaikan ke Menteri Keuangan, tolong dong bayarin yang itu. Karena itu buat belanja pegawai. Begitu dibayar, dia sudah cukup, selesai masalah."

DAU Tambahan untuk Daerah yang Masih Kekurangan

Baca: BGN Perketat Pengawasan MBG, Siapkan Label Waktu dan Sanksi untuk Dapur

Langkah terakhir disiapkan bagi daerah yang telah melakukan efisiensi, namun tetap mengalami kekurangan anggaran dan tidak memiliki Dana Bagi Hasil yang memadai.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan akan mempertimbangkan pemberian tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebagai solusi agar pembayaran gaji pegawai tetap dapat berjalan.

Kemendagri mencatat terdapat sekitar 79 pemerintah daerah yang masuk dalam kategori membutuhkan dukungan tersebut.

Baca: MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan Mulai APBN 2028

"Nah ada daerah yang mungkin efisiensi sudah dilakukan, sudah kita bedah, nggak cukup. DBH enggak ada atau ada DBH tapi enggak cukup bayar belanja pegawai dari jalan lain."

"Ini harus top up dari Menteri Keuangan," pungkasnya. (SM)



Terkait
Korupsi Program MBG Meluas, Brigjen Polisi Jadi Tersangka Kasus Pengadaan Ompreng
Korupsi Program MBG Meluas, Brigjen Polisi Jadi Tersangka Kasus Pengadaan Ompreng
Drone Emprit Baca Sentimen Negatif atas Penggantian Kep
Lindungi Hajat Rakyat dari Kartel Pangan, Darmadi Doron
KH Cholil Nafis Gantikan Prof Hasanudin sebagai Ketua B
Lainnya
NasDem: Yang Anggap Normalisasi Pilkada Demi Anies, Berpikirnya Sempit
NasDem: Yang Anggap Normalisasi Pilkada Demi Anies, Berpikirnya Sempit
Di KTT G20, Jokowi Tegaskan Perlunya Transformasi Besar
Tito Karnavian Ungkap 2,2 Persen Kampanye Tatap Muka Me
Balita Jatuh di Sumur 107 Meter
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad