Wakil Menteri Perang AS Temui Menhan Sjafrie, Bahas Kelanjutan Kerja Sama Pertahanan RI-AS
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Hubungan pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali menjadi perhatian. Wakil Menteri Perang Amerika Serikat melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin untuk membahas kelanjutan kerja sama pertahanan kedua negara, Selasa (11/08/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan hubungan strategis Indonesia dan Amerika Serikat setelah kedua negara menyepakati peningkatan hubungan pertahanan melalui kerangka Major Defense Cooperation Partnership (MDCP).
Kerangka MDCP sebelumnya disepakati dalam pertemuan Menhan Sjafrie dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth di Pentagon pada April 2026. Kesepakatan tersebut mencakup penguatan modernisasi pertahanan, peningkatan kapasitas, pendidikan dan latihan militer, serta kerja sama operasional.
Baca: Menteri LH Dorong Istilah Pemulung Diubah Jadi Pekerja Pemilah Sampah
Dalam pertemuan terbaru, pembahasan diarahkan pada bagaimana kerja sama yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan dan diperkuat. Hubungan bilateral di bidang pertahanan dinilai penting bagi peningkatan kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus mendukung stabilitas kawasan.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat tetap dilaksanakan dengan memperhatikan kepentingan nasional, kedaulatan negara, serta prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Baca: BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG, CCTV Terhubung Pusat dan Cek Kesehatan Wajib
Sjafrie juga pernah menjelaskan bahwa hubungan pertahanan Indonesia-AS harus dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan. Hal tersebut menjadi salah satu landasan dalam pengembangan kerja sama kedua negara.
“Dan dalam defense cooperation (kerja sama pertahanan), kita ada prinsip mutual benefit (saling menguntungkan) dan mutual respect (saling menghormati),” ucap Sjafrie.
Kerja sama Indonesia-AS sebelumnya telah mencakup berbagai kegiatan militer, termasuk latihan bersama dan pertukaran personel. Pemerintah juga melihat kemitraan tersebut sebagai salah satu sarana untuk memperkuat kapasitas pertahanan nasional.
Baca: DPR Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah, Desak Pengawasan Keamanan Pendidikan Diperketat
Dalam kerangka MDCP, tiga fokus utama yang dikembangkan meliputi modernisasi militer dan pembangunan kapasitas, pendidikan serta pelatihan militer profesional, dan peningkatan latihan serta kerja sama operasional.
Pertemuan antara pejabat pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat itu sekaligus menunjukkan bahwa implementasi kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan. Kedua negara masih perlu membahas berbagai agenda lanjutan agar kemitraan pertahanan dapat berjalan sesuai kepentingan masing-masing.
Baca: Mendagri Siapkan Tiga Skema Solusi Atasi Krisis Gaji Pegawai Pemda dan PPPK
Bagi Indonesia, penguatan hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat tetap diarahkan untuk meningkatkan kemampuan nasional tanpa mengabaikan prinsip kedaulatan dan kepentingan strategis Indonesia.
Dengan komunikasi tingkat tinggi yang terus dilakukan, kerja sama pertahanan RI-AS diperkirakan tetap menjadi salah satu agenda penting dalam hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam menghadapi dinamika keamanan di kawasan Indo-Pasifik. (SM)
