Pelatihan Kopdes Merah Putih Disorot, Kemhan Tegaskan Peserta Bukan Digaji Rp10 Juta

Kanama Amar
Jumat, 31 Juli 2026 09:02:08

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai peserta pelatihan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang disebut menerima gaji hingga Rp10 juta selama mengikuti pendidikan. Kamis (30/07/2026).

Kemhan menegaskan informasi tersebut tidak benar. Dana yang diterima peserta selama pelatihan bukan merupakan gaji, melainkan uang saku yang dialokasikan dari anggaran penyelenggaraan pendidikan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen Ketut Gede Wetan menjelaskan mekanisme pemberian dana kepada peserta telah diatur sebagai bagian dari kebutuhan operasional pelatihan.

Baca: Dana Transfer Daerah Berpeluang Ditambah, Pemerintah Siapkan Solusi Pembayaran Gaji PPPK

“Berkaitan dengan informasi bahwa selama pendidikan ini mendapatkan gaji, itu tidak, yang ada adalah mekanisme pendidikan ini salah satunya dari pos penyelenggaraan pendidikan yang paling besar di antara yang lain itu adalah uang saku,” kata Ketut di Kantor Kementerian Pertahanan.

Menurutnya, setiap peserta memperoleh uang saku sebesar Rp1 juta setiap bulan. Karena masa pelatihan berlangsung selama satu setengah bulan, peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai menerima total uang saku sebesar Rp1,5 juta.

Baca: Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi: IMYF 2026 Perkuat Solidaritas Pemuda Muslim Dunia

"Diterima oleh setiap orang per orang satu bulan sebesar Rp1 juta. Nah ini pendidikannya satu setengah bulan. Bagi yang full melaksanakan pendidikan dia menerima masing-masing Rp1,5 juta per orang," ucapnya.

Pada pelaksanaan tahap pertama, program pelatihan ini diikuti 35.476 peserta yang terdiri atas 30.000 calon manajer KDKMP serta 5.476 calon manajer KNMP beserta staf operasional.

Namun dalam proses pelaksanaan, jumlah peserta yang benar-benar mengikuti pembukaan pelatihan mengalami penyesuaian karena berbagai faktor teknis, termasuk proses rekrutmen dan sistem pendaftaran daring.

Baca: Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainkan Instrumen Kedaulatan Negara

“Namun dari proses pelaksanaan kegiatan karena memang dinamika sedemikian cukup kompleks, berkaitan dengan tempat dan lain-lain misalnya dari sistem yang menggunakan open bidding atau sistem online, baik dalam pendidikan lanjutan setelah rekrutmen, itu di awal jumlah yang masuk dalam format pembukaan adalah pendidikan 33.846,” kata Ketut.

Kemhan menjadwalkan penutupan pelatihan pada Jumat (31/07/2026). Hingga akhir program, sebanyak 33.785 peserta dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan.

Baca: Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah

“Dengan jumlah yang dibuka sampai dengan finish, itu memang ada 61 rekan kita tidak bisa,” lanjutnya.

Ketut menjelaskan sebagian peserta tidak dapat menyelesaikan pelatihan karena alasan kesehatan. Selain itu, ada pula peserta yang memutuskan mengundurkan diri karena memilih melanjutkan pekerjaan atau profesi yang telah dijalani sebelumnya. (SM)

Terkait
Lindungi Hajat Rakyat dari Kartel Pangan, Darmadi Dorong Regulasi Anti Monopoli
Lindungi Hajat Rakyat dari Kartel Pangan, Darmadi Dorong Regulasi Anti Monopoli
Guru Besar IPB Desak Dapur MBG Lebih Banyak Dikelola UM
Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan untuk Penertiban Kawa
Prabowo Rptimis Target 82,9 Juta Penerima Manfaat MBG T
Lainnya
Distan Aceh Besar Sambangi Ternak di Darul Kamal
Distan Aceh Besar Sambangi Ternak di Darul Kamal
Kasus Gagal Ginjal Akut, Berikut Temuan Baru BPOM RI
Vaksin Sinovac Didistribusikan ke 13 Provinsi, Ini Rinc
Ustadz Alhabsy: Media Punya Peranan Penting Kembangkan
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Politik
Sudaryono Tegaskan SD Rusak Tak Terkait MBG, Sebut Perbandingan dengan Dapur SPPG Tidak Fair
Sudaryono Tegaskan SD Rusak Tak Terkait MBG, Sebut Perbandingan dengan Dapur SPPG Tidak Fair
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi 
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
Global
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Ekonomi
Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Jam Operasional hingga Pukul 15.00 WIB
Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Jam Operasional hingga Pukul 15.00 WIB
Pasar Murah Pemprov Riau Sambangi Kampar dan Empat Keca
Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pel
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D