Prabowo ke Rusia, Putin Beri Kehormatan Khusus di Eastern Economic Forum
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Dalam forum ekonomi internasional tersebut, Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin.
Prabowo bersama rombongan terbatas berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (01/09/2026) sekitar pukul 23.20 WIB. Agenda EEF ke-11 berlangsung di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, pada 1-4 September 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama menunjukkan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Rusia. Menurutnya, posisi Indonesia juga semakin strategis dalam percaturan kawasan Asia-Pasifik maupun dunia.
Baca: Mentan Amran Copot 14 Pejabat Kementan, Dugaan Penyimpangan Uang Miliaran Diperiksa
"Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin," kata Teddy.
Kedua Kalinya Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Rusia
Baca: Kemhan Jelaskan Alasan Logo Kementerian Terpasang di Kapal J7 Explorer Milik Haji Isam
Kunjungan Prabowo ke Rusia kali ini bukan pengalaman pertama. Pada tahun sebelumnya, Presiden juga mendapat kehormatan menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) sebagai tamu khusus.
"Ini kali kedua Presiden Prabowo dipercaya menjadi tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang diselenggarakan oleh Rusia, setelah sebelumnya pada tahun lalu hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF)," lanjut Teddy.
Menurut Teddy, status tersebut memperlihatkan perhatian Rusia terhadap Indonesia sebagai salah satu mitra penting di kawasan Asia-Pasifik.
Baca: Defisit APBN 2027 Berpotensi Melebar, Beban Program Baru Tekan Ruang Fiskal Pemerintah
"Indonesia dipandang Rusia sebagai salah satu mitra utama dan strategis di Asia-Pasifik, anggota ASEAN yang dihormati, serta salah satu negara penting yang merepresentasikan Global South dan dunia Muslim. Ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global," ucapnya.
Bahas Kerja Sama Ekonomi hingga Energi
Baca: Guru Bersertifikat Terancam Gagal Terima TPG, Status Dapodik Berubah Jadi Tendik
Selain menghadiri agenda utama EEF, Prabowo juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Putin. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia dan Rusia untuk memperkuat kerja sama di sejumlah sektor strategis.
Kerja sama yang menjadi perhatian antara lain ekonomi, perdagangan, investasi, energi, serta berbagai sektor lain yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.
Teddy menegaskan, kunjungan Prabowo ke Rusia tetap berada dalam kerangka politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Baca: Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator lainnya.
"Politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif. Bapak Presiden Prabowo membangun hubungan baik dengan semua negara, memperluas persahabatan, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat," tutur Teddy.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca: Masyarakat Kampar Jakarta Gelar Halal Bi Halal, Pererat Silaturahmi dan Bahas Pembangunan Daerah
Keberangkatan Presiden turut dilepas sejumlah pejabat negara, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Muhammad Herindra. (SM)
