Defisit APBN 2027 Berpotensi Melebar, Beban Program Baru Tekan Ruang Fiskal Pemerintah

Kanama Amar
Jumat, 7 Agustus 2026 17:14:26

KANALSUMATERA.com - Jakarta - Pemerintah memberi sinyal bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 berpotensi berada di atas batas bawah yang sebelumnya disepakati bersama DPR. Meningkatnya usulan belanja dari berbagai kementerian, lembaga, serta program prioritas dinilai membuat target defisit di level 1,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) semakin sulit dipertahankan. Kamis (06/08/2026).

Kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga postur fiskal tetap sehat di tengah kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat. Presiden Prabowo Subianto pun masih berupaya menjaga keseimbangan antara belanja negara dan keberlanjutan anggaran.

Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Rofyanto Kurniawan, menjelaskan bahwa pada pembahasan awal Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 pada Mei 2026, pemerintah bersama DPR telah menyepakati kisaran defisit sebesar 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB.

Baca: Terungkap Modus Jual Beli Titik Dapur MBG, BGN Libatkan Kejaksaan Usut Dugaan Oknum Internal

Namun, setelah pembahasan berlanjut dengan kementerian, lembaga, dan komisi di DPR, muncul berbagai tambahan kebutuhan anggaran yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan pembiayaan negara.

"Defisit sepertinya akan bergerak di atas 1,8%," ujar Rofyanto.

Baca: BGN Temukan 414 Rekening SPPG Bermasalah, Rp311 Miliar Langsung Dikembalikan ke Kas Negara

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan besaran akhir defisit APBN 2027. Nilai final masih dalam tahap penyusunan dan akan diumumkan Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Rancangan APBN (RAPBN) 2027 beserta Nota Keuangan di hadapan DPR pada 14 Agustus 2026.

Selain tekanan dari sisi belanja, pemerintah juga memperhitungkan berbagai risiko global dalam penyusunan RAPBN 2027. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) hingga menyentuh level 100 dolar Amerika Serikat per barel.

Padahal, asumsi ICP yang telah disepakati bersama DPR berada pada kisaran 70 hingga 95 dolar AS per barel. Menurut Rofyanto, fluktuasi harga minyak menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kondisi APBN.

Baca: Mendagri Usulkan Pilkada Asimetris untuk Tekan Korupsi, Daerah Rawan Bisa Dipilih DPRD

Berdasarkan simulasi pemerintah, setiap kenaikan ICP sebesar 1 dolar AS per barel diperkirakan dapat memperlebar defisit sekitar Rp6,8 triliun. Sementara itu, pelemahan nilai tukar rupiah sebesar Rp100 terhadap dolar AS hanya diperkirakan menambah defisit sekitar Rp800 miliar. Hal tersebut menunjukkan bahwa dampak kenaikan harga minyak terhadap fiskal jauh lebih besar dibandingkan perubahan kurs rupiah.

Dari sisi proyeksi ekonomi, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, memperkirakan defisit APBN 2027 akan berada pada kisaran 2,2 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB apabila kebijakan efisiensi anggaran daerah tetap dilanjutkan dan pemerintah mempertahankan berbagai program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih.

Baca: 90 Persen Pemda Kena Sanksi Sampah, Menteri LH: Bisa Berujung Tersangka Jika Tetap Membandel

Meski demikian, Bhima menilai peluang pelebaran defisit masih cukup besar. Menurutnya, tekanan terhadap ekonomi daerah serta tantangan dalam meningkatkan penerimaan pajak dapat mendorong defisit melampaui batas atas yang telah direncanakan.

Pandangan serupa juga disampaikan Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman, dan Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet. Keduanya memperkirakan pemerintah akan menetapkan target defisit sekitar 2,3 persen terhadap PDB.

Rizal menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara peningkatan belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan fiskal jangka panjang. Menurutnya, apabila penambahan belanja tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas maupun optimalisasi penerimaan negara, kebutuhan pembiayaan melalui utang akan semakin besar dan berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah pada tahun-tahun mendatang. (SM)

Terkait
Masyarakat Kampar Jakarta Gelar Halal Bi Halal, Pererat Silaturahmi dan Bahas Pembangunan Daerah
Masyarakat Kampar Jakarta Gelar Halal Bi Halal, Pererat Silaturahmi dan Bahas Pembangunan Daerah
Hutama Karya Segera Konstruksi Tol Jambi–Rengat, Hubu
Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munie
Jaga Kedaulatan Negara, Komarudin Watubun Dorong Pemben
Lainnya
Pengda JMSI Riau 2025–2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme Media Siber
Pengda JMSI Riau 2025–2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme Media Siber
Diacara Tabligh Akbar, Masyarakat Kuansing Sampaikan As
Tentang Vaksin, Arnita Sari Minta Edukasi Sosialisasi d
Sebuah Bangunan Salon di Semarang Banjir dan Lonsor, Pe
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Olahraga
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026, Dorong Sportivitas Guru
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026, Dorong Sportivitas Guru
Bonus Rp27 Miliar Tak Kunjung Cair, Atlet dan Pelatih R
Pekanbaru Juara Umum O2SN Riau 2026, Borong 12 Medali d
Nasional
DPR Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah, Desak Pengawasan Keamanan Pendidikan Diperketat
DPR Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah, Desak Pengawasan Keamanan Pendidikan Diperketat
Defisit APBN 2027 Berpotensi Melebar, Beban Program Bar
Jawa Tengah Berpeluang Raup Insentif Fiskal Usai Dijaja
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Lifestyle
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Daerah
Sekda Definitif Pekanbaru Ditantang Perkuat Sinergi Pemerintahan dan Selesaikan Persoalan
Sekda Definitif Pekanbaru Ditantang Perkuat Sinergi Pemerintahan dan Selesaikan Persoalan
HUT ke-81 RI, Lapas Pekanbaru Gelar Bakti Kesehatan Gra
Pemprov Riau Bangkitkan Stadion Utama Eks PON Bertepata