Mendikdasmen Tegaskan MBG Hanya untuk Siswa yang Membutuhkan, Pelibatan Kantin Masih Dikaji

Kanama Amar
Senin, 6 Juli 2026 22:00:40

KANALSUMATERA.com - YOGYAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depan hanya akan diberikan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan. Sementara itu, wacana pelibatan kantin sekolah dalam distribusi program masih dalam tahap pembahasan bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Minggu (05/07/2026).

Menurut Abdul Mu'ti, hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan terkait mekanisme pelibatan kantin sekolah dalam pelaksanaan program tersebut. Seluruh skema masih dikaji secara komprehensif agar implementasi MBG dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam," kata Abdul Mu'ti di Yogyakarta.

Baca: Danantara Pangkas 874 Perusahaan BUMN, Tinggal 200 hingga Akhir 2026

Ia menjelaskan, salah satu keputusan yang telah disepakati dalam rapat tingkat menteri adalah penetapan sasaran penerima manfaat MBG. Program ini nantinya tidak diberikan kepada seluruh siswa, melainkan diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar memerlukan.

"Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan," ujar Abdul Mu'ti.

Baca: BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG, CCTV Terhubung Pusat dan Cek Kesehatan Wajib

Meski demikian, ia meminta masyarakat bersabar karena pemerintah masih menyusun mekanisme pelaksanaan agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara optimal.

"Mekanismenya bagaimana sedang kami susun supaya kebijakan ini dapat terlaksana dengan baik," katanya.

Abdul Mu'ti menegaskan bahwa kewenangan utama dalam pelaksanaan dan distribusi Program MBG berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN). Sementara itu, Kemendikdasmen berperan memberikan masukan terkait implementasi program di lingkungan sekolah agar sejalan dengan tujuan pemerintah.

Baca: Mendagri Usulkan Pilkada Asimetris untuk Tekan Korupsi, Daerah Rawan Bisa Dipilih DPRD

Menurutnya, Program MBG merupakan salah satu langkah strategis yang diharapkan mampu mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan bebas dari stunting.

"Semangat MBG kan oleh Pak Presiden dimaksudkan untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga terbebas dari stunting," ujarnya.

Baca: Purbaya Akui Merasa Berdosa Pangkas Dana Bagi Hasil untuk Daerah

Karena itu, Abdul Mu'ti menilai program tersebut akan lebih efektif apabila diprioritaskan kepada peserta didik yang benar-benar membutuhkan bantuan.

"Jadi memang ya lebih tepat siapa yang paling berhak menerima itu yang dilayani," kata Abdul Mu'ti.

Selain berfokus pada pemenuhan gizi, Kemendikdasmen juga memandang Program MBG sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah. Program ini menjadi salah satu dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang bertujuan membiasakan siswa menerapkan pola makan sehat dan bergizi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca: Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi dari Kemenkes dan Akademisi Indonesia

"Kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter terintegrasi dengan MBG," ujarnya.

Abdul Mu'ti menambahkan, Kemendikdasmen akan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional sembari menunggu kebijakan lanjutan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. (SM)

Terkait
Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainkan Instrumen Kedaulatan Negara
Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainkan Instrumen Kedaulatan Negara
Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Tangkap Pelu
Hendry Munief Soroti Informasi Piala Dunia 2026 Belum T
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Tindakan AS Tangkap Presiden V
Lainnya
PON XXI Tahun 2024 di Sumut digelar di 8 kabupaten/kota
PON XXI Tahun 2024 di Sumut digelar di 8 kabupaten/kota
Terobos KJRI di Melbourne, Sekelompok Orang Kibarkan Be
Ribuan Warga Muhammadiyah Hadiri HariMu bersama Mantan
Trump Kutuk Serangan di Masjid New Zealand
Pendidikan
Kualitas Udara Memburuk, Disdik Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh pada 24 Agustus
Kualitas Udara Memburuk, Disdik Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh pada 24 Agustus
LT-II Kwarran Binawidya 2026 Resmi Dibuka, 80 Pramuka P
Wali Kota Pekanbaru Tegaskan Ijazah Siswa Tak Boleh Dit
Daerah
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Kebijakan Ekspor
Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi Harga dan Kebijakan Ekspor
KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami
Mobil Pajak Keliling Hadir di Kelurahan Sialangmunggu P
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Politik
Empat Arahan Presiden PKS Saat Silaturahmi dengan Ribuan Kader di Pekanbaru
Empat Arahan Presiden PKS Saat Silaturahmi dengan Ribuan Kader di Pekanbaru
Silaturahmi dengan Kader di Riau, Presiden PKS Minta Ka
Gema Keadilan Riau Konsolidasi Pengurus, Gelar Temu Sil
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I