Mendikdasmen Tegaskan MBG Hanya untuk Siswa yang Membutuhkan, Pelibatan Kantin Masih Dikaji
KANALSUMATERA.com - YOGYAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depan hanya akan diberikan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan. Sementara itu, wacana pelibatan kantin sekolah dalam distribusi program masih dalam tahap pembahasan bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Minggu (05/07/2026).
Menurut Abdul Mu'ti, hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan terkait mekanisme pelibatan kantin sekolah dalam pelaksanaan program tersebut. Seluruh skema masih dikaji secara komprehensif agar implementasi MBG dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam," kata Abdul Mu'ti di Yogyakarta.
Baca: Danantara Pangkas 874 Perusahaan BUMN, Tinggal 200 hingga Akhir 2026
Ia menjelaskan, salah satu keputusan yang telah disepakati dalam rapat tingkat menteri adalah penetapan sasaran penerima manfaat MBG. Program ini nantinya tidak diberikan kepada seluruh siswa, melainkan diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar memerlukan.
"Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan," ujar Abdul Mu'ti.
Baca: BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG, CCTV Terhubung Pusat dan Cek Kesehatan Wajib
Meski demikian, ia meminta masyarakat bersabar karena pemerintah masih menyusun mekanisme pelaksanaan agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara optimal.
"Mekanismenya bagaimana sedang kami susun supaya kebijakan ini dapat terlaksana dengan baik," katanya.
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa kewenangan utama dalam pelaksanaan dan distribusi Program MBG berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN). Sementara itu, Kemendikdasmen berperan memberikan masukan terkait implementasi program di lingkungan sekolah agar sejalan dengan tujuan pemerintah.
Baca: Mendagri Usulkan Pilkada Asimetris untuk Tekan Korupsi, Daerah Rawan Bisa Dipilih DPRD
Menurutnya, Program MBG merupakan salah satu langkah strategis yang diharapkan mampu mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan bebas dari stunting.
"Semangat MBG kan oleh Pak Presiden dimaksudkan untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga terbebas dari stunting," ujarnya.
Baca: Purbaya Akui Merasa Berdosa Pangkas Dana Bagi Hasil untuk Daerah
Karena itu, Abdul Mu'ti menilai program tersebut akan lebih efektif apabila diprioritaskan kepada peserta didik yang benar-benar membutuhkan bantuan.
"Jadi memang ya lebih tepat siapa yang paling berhak menerima itu yang dilayani," kata Abdul Mu'ti.
Selain berfokus pada pemenuhan gizi, Kemendikdasmen juga memandang Program MBG sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah. Program ini menjadi salah satu dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang bertujuan membiasakan siswa menerapkan pola makan sehat dan bergizi dalam kehidupan sehari-hari.
Baca: Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi dari Kemenkes dan Akademisi Indonesia
"Kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter terintegrasi dengan MBG," ujarnya.
Abdul Mu'ti menambahkan, Kemendikdasmen akan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional sembari menunggu kebijakan lanjutan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. (SM)
